Disertasi
Pengaruh job demand dan job resources terhadap employee wellbeing melalui kepuasan kerja, keseimbangan kehidupan kerja dan kualitas kehidupan kerja pada karyawan UMKM di pulau Jawa / R Agung Suryo Prakoso
Abstrak
Penelitian ini berangkat dari perhatian terhadap kesejahteraan psikologis karyawan yang bekerja di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pulau Jawa sektor yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional. UMKM tidak hanya berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melainkan juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun di balik kontribusi tersebut terdapat realitas bahwa karyawan UMKM sering kali menghadapi beban kerja yang tinggi keterbatasan fasilitas ketidakpastian kerja serta rendahnya akses terhadap program kesejahteraan karyawan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana keseimbangan antara tuntutan pekerjaan (job demand) dan sumber daya pekerjaan (job resources) dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis (psychological well-being) karyawan UMKM. Oleh karena itu penelitian ini diberi label analisis pengaruh job demand dan job resources terhadap kesejahteraan psikologis karyawan UMKM di Pulau Jawa dengan mempertimbangkan peran mediasi kepuasan kerja keseimbangan kehidupan kerja dan kualitas kehidupan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai hubungan antarvariabel yang memengaruhi kesejahteraan psikologis. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh langsung job demand dan job resources terhadap kepuasan kerja keseimbangan kehidupan kerja kualitas kehidupan kerja dan kesejahteraan psikologis karyawan. Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui sejauh mana kepuasan kerja keseimbangan kehidupan kerja dan kualitas kehidupan kerja berperan sebagai mediator yang menghubungkan job demand dan job resources dengan kesejahteraan psikologis. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sebanyak 400 karyawan UMKM di Pulau Jawa dijadikan responden dengan teknik pengambilan sampel yang memastikan keberagaman sektor usaha dan posisi kerja. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju yang mengukur enam konstruk utama yaitu job demand job resources kepuasan kerja keseimbangan kehidupan kerja kualitas kehidupan kerja dan kesejahteraan psikologis. Instrumen ini telah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan hasil korelasi item yang signifikan serta nilai Cronbach rsquo s Alpha di atas 0 7 sehingga dapat disimpulkan memiliki konsistensi internal yang baik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui perangkat lunak LISREL 8.8. Analisis mencakup uji validitas konstruk dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) pengujian kesesuaian model (goodness of fit indices) serta pengujian jalur langsung dan tidak langsung untuk mengidentifikasi pengaruh mediasi. Hasil penelitian memberikan temuan penting yang memperkaya pemahaman tentang dinamika kerja di sektor UMKM. Pertama job demand terbukti memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja keseimbangan kehidupan kerja kualitas kehidupan kerja dan kesejahteraan psikologis karyawan. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tuntutan pekerjaan yang dirasakan seperti beban kerja berlebih tekanan waktu dan tuntutan emosional semakin rendah tingkat kepuasan kerja dan kesejahteraan psikologis yang dialami karyawan. Kedua job resources terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap semua variabel tersebut. Sumber daya pekerjaan seperti dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja kesempatan pengembangan karier serta ketersediaan sarana kerja mampu meningkatkan kualitas kehidupan kerja menyeimbangkan kehidupan kerja serta mendorong kepuasan kerja yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya kesejahteraan psikologis. Selain pengaruh langsung penelitian ini juga menemukan peran penting variabel mediasi. Kualitas kehidupan kerja keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja terbukti memediasi secara penuh hubungan antara job demand dan job resources dengan kesejahteraan psikologis. Misalnya hubungan negatif job demand dengan kesejahteraan psikologis sebagian besar dijelaskan melalui penurunan kualitas kehidupan kerja dan keseimbangan kehidupan kerja. Sebaliknya pengaruh positif job resources terhadap kesejahteraan psikologis bekerja melalui peningkatan kepuasan kerja dan kualitas kehidupan kerja. Hasil ini menegaskan bahwa faktor psikososial di tempat kerja berfungsi sebagai jembatan penting yang menghubungkan kondisi kerja dengan kondisi psikologis karyawan. Secara deskriptif temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa karyawan UMKM cenderung memiliki penilaian positif dalam aspek penerimaan diri hubungan interpersonal tujuan hidup dan pengembangan diri. Mereka merasa memiliki makna dalam pekerjaan dan mampu membangun relasi sosial yang baik dengan lingkungan kerja. Namun demikian terdapat tantangan nyata pada aspek kemandirian dan penguasaan lingkungan di mana banyak karyawan merasa kurang memiliki kendali atas pekerjaannya serta menghadapi keterbatasan untuk mengatasi hambatan struktural di tempat kerja. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kesejahteraan psikologis karyawan UMKM yang tidak hanya ditentukan oleh tuntutan dan sumber daya pekerjaan tetapi juga oleh kemampuan personal dalam beradaptasi dengan konteks kerja. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa keseimbangan antara job demand dan job resources merupakan faktor kunci dalam menjaga dan meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan UMKM. Tuntutan pekerjaan yang terlalu tinggi tanpa dukungan sumber daya yang memadai dapat menggerus kesehatan mental dan produktivitas karyawan. Sebaliknya sumber daya pekerjaan yang cukup mampu mengimbangi dampak negatif tuntutan pekerjaan dan memperkuat kepuasan serta keseimbangan kehidupan kerja. Dengan demikian kesejahteraan psikologis karyawan bukan hanya tanggung jawab individu melainkan juga hasil dari manajemen organisasi yang cermat dalam merancang kondisi kerja yang sehat dan berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini dapat dilihat dari tiga aspek utama yaitu teoretis praktis dan kebijakan. Dari sisi teoretis penelitian ini memperluas penerapan teori Job Demand-Resources (JD-R) dalam konteks UMKM Indonesia yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam literatur akademik. Penelitian ini juga menambahkan pemahaman baru dengan memasukkan peran mediasi kualitas kehidupan kerja keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja dalam menjelaskan hubungan antara kondisi kerja dan kesejahteraan psikologis. Dari sisi praktis penelitian ini memberikan masukan berharga bagi pengelola UMKM untuk merumuskan strategi sumber daya manusia yang lebih efektif seperti mengurangi beban kerja berlebihan menyediakan pelatihan dan pengembangan karier serta menciptakan budaya kerja yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja. Dari sisi kebijakan penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah untuk merumuskan program dan regulasi yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan pekerja UMKM misalnya dengan menyediakan fasilitas pendukung akses jaminan sosial dan program kesejahteraan yang lebih inklusif.