Disertasi
Pembelajaran berbasis proyek bermuatan literasi informasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN kota Madiun / Ermi Adriani Meikayanti
Abstrak
Kajian ini didasarkan pada pentingnya pembelajaran berbasis proyek yang didukung oleh kemampuan literasi yang baik. Literasi tidak hanya kegiatan membaca tetapi harus dimulai dari pencarian informasi dari berbagai sumber untuk mendukung semua mata pelajaran termasuk bahasa Indonesia. Pada tingkat sekolah menengah pertama pun pencarian informasi yang benar harus dibudayakan. Dengan demikian fokus penelitian ini untuk menemukan (1) proses pembelajaran berbasis proyek bermuatan literasi informasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMPN Kota Madiun dan (2) kesulitan pendidik dalam mendesain pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Tempat penelitian di empat belas SMPN Kota Madiun dengan melibatkan pendidik bahasa Indonesia sejumlah lima puluh orang. Berdasarkan hasil forum diskusi sejumlah dua puluh lima pendidik telah melaksanakan PjBL. Melalui tinjauan modul ajar yang digunakan oleh dua puluh lima pendidik tersebut terdapat sepuluh pendidik yang telah mengintegrasikan literasi informasi ke dalam PjBL. Sepuluh pendidik tersebut yang memenuhi kriteria sebagai subjek penelitian. Data penelitian pada fokus pertama berupa dokumen tertulis (modul ajar buku teks LKPD instrumen penilaian portofolio/ laporan proyek dalam bentuk lain) aktivitas belajar mengajar yang dirancang dengan pembelajaran berbasis proyek bermuatan literasi informasi berupa paparan verbal lisan pendidik dengan peserta didik perilaku pendidik dengan peserta didik catatan lapangan dan dokumentasi dari foto dan video aktivitas pembelajaran. Dengan demikian sumber data diperoleh dari aktivitas pembelajaran pendidik peserta didik dan dokumen pembelajaran. Data penelitian pada fokus kedua berupa paparan verbal lisan pendidik perilaku pendidik dan peserta didik catatan lapangan dan dokumentasi dari foto dan video aktivitas pembelajaran. Sumber data diperoleh dari aktivitas pembelajaran dan pendidik. Teknik pengumpulan data dengan observasi wawancara dan diskusi terpumpun. Analisis data dengan analisis isi. Hasil penelitian penyusunan perencanaan pembelajaran mencakup 1) analisis Capaian Pembelajaran (CP) 2) menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) berupa kompetensi dan materi yang dikuasai peserta didik 3) rencana asesmen 4) mendesain proses pembelajaran berupa metode urutan dan sumber materi 5) menuangkan ke dalam modul ajar. Elemen CP sebagai dasar PjBL adalah keterampilan produktif (berbicara dan menulis). Jumlah proyek satu semester yaitu tiga sampai empat dengan empat pertemuan untuk setiap proyek. Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek di SMPN Kota Madiun dilaksanakan beragam oleh pendidik. Literasi informasi yang diterapkan oleh pendidik juga beragam. Pendidik telah mengintegrasikan literasi informasi ke dalam model pembelajaran berbasis proyek. Dengan demikian dapat dikategorikan pola-pola dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek bermuatan literasi informasi. Pola-pola tersebut adalah komprehensif (A B C) fragmentaris dan parsial pembelajaran berbasis proyek bermuatan literasi informasi. Komprehensif A dan B dilaksanakan secara lengkap dengan enam langkah pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan empat bentuk kegiatan literasi informasi. Komprehensif C dilaksanakan secara lengkap dengan lima langkah pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan empat bentuk kegiatan literasi informasi. Perbedaannya terletak pada bentuk literasi mengevaluasi informasi. Persamaannya terletak pada pelaksanaan pembelajaran pada situasi nyata yang belum berupa proyek pemecahan masalah nyata tetapi berupa produk materi ajar. Fragmentaris dilaksanakan dengan empat sampai lima langkah pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan tiga bentuk kegiatan literasi informasi. Parsial dilaksanakan dengan dua sampai tiga langkah pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan dua bentuk kegiatan literasi informasi. Persamaannya terletak pelaksanaan pembelajaran tidak pada situasi nyata yang belum berupa proyek pemecahan masalah nyata tetapi berupa produk materi ajar. Pendidik melakukan penilaian proses dan produk. Proses pembelajaran dinilai melalui tes pemahaman materi (pengetahuan) lembar pengamatan aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan proyek dengan tahap-tahapnya (keterampilan) dan lembar pengamatan proses pembelajaran (sikap). Produk proyek dinilai melalui presentasi dan penilaian diri maupun antarteman. Evaluasi terhadap penerapan literasi informasi dalam PjBL belum spesifik dilakukan. Pendidik menghadapi kesulitan mendesain pembelajaran berbasis proyek bermuatan literasi informasi. Kesulitan dalam perencanaan pembelajaran terdapat pada muatan tema tujuan pembelajaran materi pembelajaran alokasi waktu langkah-langkah pembelajaran sumber belajar penilaian hasil pembelajaran format perangkat literasi informasi dan kreativitas. Kesulitan pendidik melaksanakan pembelajaran yaitu pada kegiatan pendahuluan (motivasi dan tujuan pembelajaran) dan kegiatan inti (langkah-langkah PjBL bermuatan literasi informasi). Kesulitan pendidik dalam menilai pembelajaran pada saat penilaian proses dan produk. Pendidik sulit menilai proses pembelajaran yang menilai kemajuan individu dalam proyek kelompok karena peran anggota tidak jelas. Ada peserta didik yang mandiri bahkan membutuhkan bimbingan intensif. Pendidik juga sulit menilai produk yang dihasilkan karena sulit membedakan produk individu kelompok atau salin tempel dari internet. Penilaian cenderung subjektif