Tesis
Pengembangan handout mikrobiologi pangan pada materi \"pengawetan pisang melalui pengeringan\" untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pengetahuan kognitif / Ummul Barokahhuda
Abstrak
Pendidikan tinggi di Indonesia bertujuan menghasilkan lulusan yang mampu memecahkan permasalahan di sekitarnya sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Kemampuan ini erat kaitannya dengan pengetahuan kognitif dan keterampilan berpikir kritis yang dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis praktikum serta didukung media pembelajaran yang tepat seperti handout. Pada Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang kedua ke-terampilan tersebut menjadi bagian dari capaian pembelajaran khususnya pada mata kuliah Mikrobiologi Pangan. Salah satu isu kontekstual yang dapat dijadi-kan materi ajar adalah pengawetan buah pisang untuk mengurangi pembusukan buah pisang yang umum terjadi dan merugikan petani pisang. Salah satu cara yang dapat digunakan ialah metode pengeringan sebagai upaya pengawetan untuk meningkatkan daya simpan buah pisang. Analisis kebutuhan mengungkapkan bahwa mahasiswa belum pernah mempelajari topik ldquo Pengawetan Pisang melalui Pengeringan rdquo dan keterampilan berpikir kritis mereka masih tergolong rendah (65%). Oleh karena itu pengembangan handout sebagai bahan ajar problem-based learning penting sebagai upaya untuk mendukung pemahaman materi sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan kognitif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan handout Mikrobiologi Pangan pada materi ldquo Pengawetan Pisang melalui Pengeringan rdquo yang valid praktis dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta pengetahuan kognitif mahasiswa. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan hasil uji organoleptik keripik pisang yang diawetkan melalui proses pengeringan dengan variasi ketebalan irisan yang terdiri dari 3 mm 5 mm 7 mm dan 9 mm serta menentukan ketebalan irisan yang paling optimal dalam menghasilkan keripik pisang dengan kualitas paling baik. Metode penelitian mencakup dua tahapan utama yakni Penelitian Pen-dahuluan Laboratorium serta Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Penelitian Pendahuluan Laboratorium dilakukan melalui eksperimen laboratorium dengan topik ldquo Pengawetan Pisang Melalui Pengering-an rdquo yang hasilnya menjadi dasar penyusunan materi dalam pengembangan handout. Pada tahap penelitian dan pengembangan digunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analyze Design Develop Implement dan Evaluate. Handout divalidasi oleh para validator yaitu validator ahli materi Mikrobiologi Pangan validator ahli media pembelajaran dan validator praktisi pembelajaran Mikrobiologi Pangan sebelum digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa handout Mikrobiologi Pangan yang dikembangkan memperoleh skor validasi rata-rata 4 00 dengan kategori sangat valid dari aspek isi bahasa dan penyajian. Uji kepraktisan melalui uji coba maha-siswa menghasilkan skor rata-rata 3 6 dengan kategori sangat praktis. Efektivitas handout diuji melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen keterampilan berpikir kritis dan pengetahuan kognitif. Analisis N-Gain menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis sebesar 41% dan pengetahuan kognitif sebesar 38% pada kelas eksperimen serta 34% pada kelas kontrol yang keduanya termasuk kategori sedang. Analisis lebih lanjut menggunakan uji non-parametrik menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan signifikan pada kedua kelas perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak signifikan.