Disertasi
Keyakinan guru kimia terhadap pembelajaran berdiferensiasi dan implementasinya untuk mengembangkan literasi sains siswa / Petri Priyatni
Abstrak
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks kimia memberikan peluang bagi siswa untuk lebih memahami konsep-konsep kimia secara mendalam dengan cara yang menyesuaikan cara belajar mereka. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi tidak dapat dipisahkan dari keyakinan yang dimiliki oleh guru kimia. Keyakinan ini mempengaruhi bagaimana guru merancang dan mengimplementasikan pembelajaran di kelas. Jika guru memiliki keyakinan yang kuat mengenai pentingnya diferensiasi dalam pembelajaran maka mereka akan lebih termotivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif. Literasi sains yang melibatkan pemahaman dan kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep ilmiah dalam kehidupan sehari-hari sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang sains. Oleh karena itu pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat meningkatkan dimensi literasi sains siswa dengan memberikan pendekatan yang lebih personal dan relevan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yaitu studi kasus ganda (multiple case study). Metode penelitian ini menjelaskam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran kimia untuk meningkatkan dimensi literasi sains dalam pelajaran kimia pada siswa. Penelitian dilakukan terhadap guru kimia yang memiliki kompetensi dan sudah lulus pelatihan terkait pembelajaran berdiferensiasi dari program guru penggerak. Kriteria sampel penelitian yaitu guru penggerak yang mengajar mata pelajaran kimia di kota Palembang Kabupaten Banyuasin dan Kota Malang. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru kimia memiliki keyakinan positif terhadap penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan pemahaman bahwa keberagaman kemampuan minat dan gaya belajar siswa memerlukan strategi pembelajaran yang fleksibel dan adaptif. Guru penggerak tersebut meyakini bahwa pembelajaran diferensiasi dapat meningkatkan motivasi keterlibatan dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keyakinan guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi dan literasi sains mendorong strategi pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman siswa dan mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21. Tantangan penelitian ini adalah keterbatasan waktu sarana dan pengelolaan kelas. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya pelatihan lanjutan bagi guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif (termasuk merancang dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan cakupan materi tujuan pembelajaran dan alokasi waktu) dukungan kelembagaan untuk menyediakan sarana yang memadai serta integrasi literasi sains ke dalam pembelajaran secara sistematis.