Disertasi
Pengaruh hedonisme, aspek sosial, dan etika terhadap online purchase intention luxury counterfeit buatan UMKM dengan sikap sebagai mediasi (studi pada konsumen online market place di Jawa Timur) / Risca Kurnia Sari
Abstrak
Risca Kurnia Sari. 2025. Pengaruh Hedonisme Aspek Sosial Dan Etika Terhadap Online Purchase Intention Luxury Counterfeit Buatan UMKM Dengan Sikap Sebagai Mediasi. (Studi pada Konsumen Online Market Place di Jawa Timur). Disertasi. Program Doktor Ilmu Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Malang. Promotor Prof. Dr. Sudarmiatin M.Si. Co-Promotor (1) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika W.W. M.A. M.Si. Co-Promotor (2) Dr. Agus Hermawan GradDipMgt. M.Si Mbus. Meningkatnya penggunaan e-commerce di Indonesia telah mendorong fenomena maraknya penjualan produk luxury counterfeit termasuk yang diproduksi oleh pelaku UMKM. Meski dianggap ilegal konsumen tetap membeli luxury counterfeit karena faktor sosial gaya hidup hedonistik dan pertimbangan etika yang kompleks. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai pengaruh hedonisme aspek sosial dan etika terhadap niat beli online luxury counterfeit. Hal ini menimbulkan gap penelitian terutama dalam konteks luxury counterfeit buatan UMKM yang dijual secara online. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemilihan objek (luxury counterfeit buatan UMKM) serta pengujian sikap sebagai variabel mediasi yang menjembatani pengaruh nilai-nilai eksternal dan internal terhadap niat beli. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh aspek sosial hedonisme dan etika terhadap niat beli online luxury counterfeit dengan sikap sebagai variabel mediasi. Secara teoritis penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan Theory of Reasoned Action (TRA) dengan menegaskan bahwa sikap memainkan peran kunci sebagai variabel mediasi yang menjembatani pengaruh nilai-nilai eksternal dan internal terhadap intensi perilaku. Penelitian ini juga memperluas pemahaman mengenai purchase intention dalam konteks luxury counterfeit berbasis UMKM yang selama ini masih jarang diteliti secara spesifik. Selain itu integrasi antara nilai hedonistik tekanan sosial dan pertimbangan etika dalam satu model menjadi kontribusi penting dalam memperkaya studi perilaku konsumen khususnya dalam masyarakat digital yang konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional survey. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen aktif e-commerce di Jawa Timur yang pernah membeli atau tertarik membeli produk luxury counterfeit. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui multistage sampling di empat kota besar yaitu Surabaya Malang Kediri dan Jombang dengan total responden sebanyak 385 orang. Instrumen penelitian disusun dalam bentuk kuesioner tertutup menggunakan skala Likert dan data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling ndash Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung maupun mediasi antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa hedonisme berpengaruh positif terhadap sikap sedangkan faktor sosial dan etika justru berpengaruh negatif terhadap sikap. Selain itu hedonisme dan faktor sosial berpengaruh positif terhadap intensi membeli luxury counterfeit sementara etika berpengaruh negatif. Sikap konsumen terbukti menjadi mediator yang signifikan dalam menjembatani pengaruh hedonisme faktor sosial dan etika terhadap niat beli online luxury counterfeit buatan UMKM. Dengan demikian penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik melalui pengembangan teori dan model perilaku konsumen tetapi juga memberikan dampak nyata dalam mendukung ekosistem usaha lokal yang berkelanjutan dan berdaya saing di tengah tantangan era digital. Selain itu hasil penelitian mengenai luxury counterfeit ini memiliki implikasi penting bagi berbagai pihak. Bagi UMKM temuan ini dapat menjadi masukan untuk meningkatkan strategi diferensiasi inovasi produk branding dan edukasi kepada konsumen agar tidak terjebak pada pembelian produk tiruan. Bagi pembuat kebijakan hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana faktor etika hedonisme dan aspek sosial memengaruhi sikap serta niat beli konsumen sehingga dapat dijadikan dasar dalam menyusun regulasi maupun program literasi digital yang mendorong perilaku konsumsi yang lebih etis. Sementara itu bagi praktisi pemasaran pemahaman terhadap faktor-faktor yang mendorong maupun menghambat niat beli luxury counterfeit dapat dimanfaatkan untuk menyusun strategi komunikasi pemasaran yang lebih efektif sekaligus memperkuat citra merek lokal agar mampu bersaing dengan produk tiruan.