Skripsi
Pengaruh penambahan bakteri pelarut fosfat (bacillus cereus) pada kompos limbah serutan kayu alas kandang mencit terhadap produktivitas bawang merah (allium cepa l.) / Weningtrisna Rahma Mahdiya
Abstrak
Alas kandang mencit (Mus musculus) menjadi salah satu limbah yang dihasilkan dalam jumlah besar sehingga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola secara optimal. Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik namun kandungan fosfat didalamnya relatif rendah sehingga memerlukan bantuan bakteri Bacillus cereus sebagai mikroorganisme pelarut fosfat untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri pelarut fosfat pada pupuk serutan kayu limbah alas kandang mencit terhadap produktivitas bawang merah varietas Super Philip melalui parameter jumlah berat basah dan diameter umbi bawang merah serta menentukan takaran optimal yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan metode pola rancangan acak lengkap non-faktorial dengan lima perlakuan pupuk serutan kayu limbah alas kandang mencit yang ditambahkan dengan suspensi bakteri Bacillus cereus kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk serutan kayu limbah alas kandang mencit dengan penambahan suspensi bakteri 45 ml memberikan pengaruh nyata (peningkatan 14 29%) terhadap diameter bawang merah namun tidak pada jumlah umbi dan berat basah umbi. Namun pemberian perlakuan pupuk serutan kayu limbah alas kandang mencit tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah dan berat umbi bawang merah.