Tesis
Pengembangan modul bangun ruang berbasis kearifan lokal Papua untuk meningkatkan motivasi belajar siswa / Erik Tri Wahyuni
Abstrak
Modul merupakan salah satu bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta didik. Salah satu kriteria modul yang baik adalah harus menarik minat dan motivasi peserta didik misalnya dengan memuat ilustrasi yang menarik dan bahasa yang sesuai dengan tingkat kognisi mereka. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi siswa dalam mempelajari matematika yang dianggap sulit abstrak dan kurang kontekstual. Untuk itu kearifan lokal Papua diintegrasikan ke dalam modul agar menjadikan pembelajaran matematika lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika pada materi bangun ruang berbasis kearifan lokal Papua untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R amp D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu tahap 1). Analysis pada tahap ini dilakukan analisis permasalahan dalam proses pembelajaran serta kebutuhan siswa 2). Design modul dirancang dan disesuaikan dari segi tampilan serta konten berbasis kearifan lokal. 3). Development Modul dikembangan berdasarkan hasil rancangan yang telah dibuat dan dilakukan validasi oleh ahli. 4). Implementation modul diujicobakan kepada siswa secara terbatas. 5). Evaluation pada tahap ini dilakukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas modul berdasarkan hasil angket dan tes hasil belajar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI di SD Inpres 48 Inggramui yang beralamatkan di Desa Inggramui Kecamatan Manokwari Barat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Waktu penelitian berlangsung selama 3 bulan. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan tergolong valid dan layak digunakan. Uji coba terbatas menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah menggunakan modul baik dari segi partisipasi aktif ketertarikan terhadap materi maupun pemahaman konsep. Modul yang mengaitkan materi bangun ruang dengan budaya lokal setempat terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan hal tersebut ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa meningkatnya hasil belajar serta tingkat kehadiran siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian modul bangun ruang berbasis kearifan lokal Papua dinyatakan efektif dan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar yang inovatif kontekstual dan sesuai dengan karakteristik siswa di daerah.