Disertasi
Pembelajaran design thinking (DT) - science technology engineering mathematic (STEM) - untuk memberdayakan pemahaman konsep, kreativitas ilmiah, literasi keberlanjutan, dan keterampilan proses stem murid sekolah menengah pertama / Rahmania Pamungkas
Abstrak
Orientasi pendidikan sains global menuntut penguasaan keterampilan berpikir kritis kreatif kolaboratif dan komunikatif. Pembelajaran sains di tingkat Sekolah Menengah Pertama tidak cukup hanya menekankan penguasaan konsep tetapi juga harus mampu memberdayakan murid untuk mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata serta melatih mereka menghasilkan solusi atas permasalahan masyarakat dan lingkungan. Integrasi pendekatan Design Thinking dengan STEM menjadi relevan karena keduanya berorientasi pada pemecahan masalah kreatif dan inovatif. Design Thinking menekankan empati ideasi prototyping dan pengujian sementara STEM memberikan dasar ilmiah teknologi rekayasa dan matematika yang diperlukan untuk mewujudkan solusi tersebut. Pendidikan saat ini masih menghadapi tantangan dalam literasi sains keterampilan abad ke-21 dan kesadaran keberlanjutan. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran yang inovatif kontekstual dan aplikatif di tingkat SMP. Penelitian ini penting dilakukan karena dapat menghasilkan desain pembelajaran yang valid praktis dan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap mutu pendidikan nasional dan mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan sains yang transformatif. Penelitian dan pengembangan ini dirumuskan untuk menjawab kebutuhan akan model pembelajaran inovatif yang mampu memberdayakan murid secara komprehensif. Pertama penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran Design Thinking ndash STEM (DT-STEM) yang valid praktis dan efektif. Selanjutnya penelitian ini juga difokuskan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran DT-STEM terhadap kreativitas ilmiah murid. Selain itu penelitian ini menganalisis pengaruh pembelajaran DT-STEM terhadap pemahaman konsep murid. Tujuan berikutnya adalah menganalisis dampak pembelajaran DT-STEM terhadap literasi keberlanjutan (SDGs) murid. Terakhir penelitian ini diarahkan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran DT-STEM terhadap keterampilan proses STEM murid. Hasil penelitian ini ini telah terbukti valid dan reliabel sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPA di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Sehingga desain pembelajaran DT ndash STEM siap diimplementasikan secara lebih luas dan efektif sekaligus bisa digunakan sebagai model rujukan bagi guru atau peneliti lain dalam merancang inovasi pembelajaran. Selain itu desain pembelajaran DT ndash STEM berada pada kategori praktis. Hal ini terlihat dari sintaks dan tahapan pembelajaran yang mudah dipahami tersusun secara sistematis serta dapat diimplementasikan dengan baik oleh guru dalam berbagai konteks pembelajaran IPA. Kepraktisan ini juga mendukung integrasi proyek dan pemecahan masalah nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari murid. Pembelajaran DT ndash STEM terbukti efektif dalam meningkatkan berbagai kompetensi penting murid SMP. Melalui aktivitas berbasis proyek yang kontekstual dan berorientasi pada solusi pembelajaran ini mampu menumbuhkan kreativitas ilmiah memperkuat pemahaman konsep IPA meningkatkan literasi keberlanjutan (sustainability literacy) serta meningkatkan keterampilan proses STEM. Dengan demikian pembelajaran DT ndash STEM berkontribusi nyata dalam membekali murid dengan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global.