Tesis
Implementasi model CIPP dalam mengevaluasi program asistensi mengajar Universitas Negeri Malang di SMK bidang teknologi dan rekayasa / Rian Syahmulloh Hendranawan
Abstrak
Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah mengubah paradigma pendidikan tinggi dari pembelajaran berbasis teori menuju pengalaman belajar kontekstual yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dunia nyata. Universitas Negeri Malang menerapkan kebijakan ini melalui program Asistensi Mengajar yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktik mengajar di sekolah mitra dan diakui secara akademik hingga 20 SKS. Sejak pelaksanaannya pada tahun 2021 program ini menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa meskipun di Fakultas Teknik masih ditemukan variasi dan kendala pada aspek koordinasi kemitraan dengan sekolah serta kesiapan mahasiswa dalam mengajar di lingkungan vokasional. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan kualitas implementasi yang perlu dievaluasi secara komprehensif agar pelaksanaan program dapat lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik pendidikan kejuruan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Asistensi Mengajar di SMK bidang teknologi dan rekayasa dengan menggunakan model evaluasi CIPP yang meninjau empat komponen utama konteks (context) masukan (input) proses (process) dan produk (product) guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai efektivitas program serta relevansinya terhadap kebutuhan pendidikan vokasi. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi CIPP. Komponen konteks (context) menilai pemahaman pelaksana terhadap tujuan dan arah program masukan (input) mencakup kualifikasi serta pengalaman profesional guru pamong kesesuaian capaian pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan sekolah mitra dan implementasi kurikulum di lapangan proses (process) menelaah efektivitas sosialisasi program pelaksanaan kegiatan akademik dan non-akademik keterlibatan mahasiswa dalam administrasi sekolah serta mekanisme pembimbingan dan monitoring sedangkan produk (product) menilai hasil konversi nilai akademik mahasiswa sebagai indikator capaian akhir. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur observasi partisipatif dan analisis dokumentasi di enam SMK mitra yang tersebar di Jawa Timur pada periode 10 April hingga 4 Juli 2025. Informan penelitian terdiri atas mahasiswa peserta Asistensi Mengajar guru pamong dan dosen pembimbing yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling untuk memastikan keterhubungan antar-informan yang relevan. Observasi dilakukan terhadap aktivitas pembelajaran administrasi dan interaksi di sekolah mitra sementara dokumentasi meliputi laporan kegiatan logbook modul ajar serta dokumen resmi dari LP3 UM. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data penyajian serta penarikan dan verifikasi kesimpulan secara berulang dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin konsistensi serta kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Asistensi Mengajar di SMK bidang teknologi dan rekayasa secara umum berjalan baik meskipun belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan. Pada konteks (context) program telah memberi kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman autentik sebagai calon pendidik melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan mengajar dan inovasi pembelajaran walaupun sebagian masih bersifat asistif dan belum memahami tujuan program secara menyeluruh. Pada masukan (input) sebagian guru pamong telah memberikan bimbingan profesional dengan komunikasi dan refleksi rutin tetapi sebagian lainnya masih berperan administratif. Capaian pembelajaran mahasiswa menunjukkan peningkatan kemampuan pedagogik serta adaptasi terhadap kurikulum sekolah meskipun masih terdapat kesenjangan antara teori di kampus dan praktik vokasional di lapangan. Sementara itu proses (process) memperlihatkan bahwa kegiatan akademik dan non-akademik telah terlaksana melalui penyusunan perangkat ajar penerapan metode inovatif dan keterlibatan dalam administrasi sekolah tetapi pelaksanaan sosialisasi koordinasi serta monitoring dosen pembimbing masih belum konsisten di setiap sekolah mitra. Pada produk (product) sistem konversi nilai telah berjalan dan memberikan pengakuan akademik terhadap hasil kegiatan mahasiswa meski masih perlu penyempurnaan dalam hal transparansi proporsionalitas dan relevansi terhadap aktivitas lapangan. Secara keseluruhan program ini memiliki potensi besar sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang mendorong mahasiswa menjadi calon guru vokasi yang adaptif reflektif dan berdaya saing di lingkungan pendidikan kejuruan yang dinamis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Program Asistensi Mengajar telah memberikan pengalaman mengajar autentik memperkaya kompetensi pedagogik mahasiswa serta memberikan manfaat bagi sekolah mitra meskipun implementasinya masih bervariasi antar sekolah baik dalam aspek tujuan kesiapan sumber daya proses pelaksanaan maupun mekanisme penilaian dan konversi nilai. Oleh karena itu penelitian ini merekomendasikan agar program ini dilanjutkan dengan beberapa penyesuaian strategis meliputi penguatan sosialisasi berjenjang kepada seluruh pemangku kepentingan pemulihan dan standarisasi pembekalan pra-penempatan seperti microteaching dan observasi kelas optimalisasi peran guru pamong serta dosen pembimbing dalam monitoring dan pemberian umpan balik serta penetapan rubrik penilaian autentik dan skema konversi nilai yang lebih transparan dan relevan. Dengan penyesuaian tersebut diharapkan pelaksanaan program menjadi lebih konsisten akuntabel dan kontekstual sehingga mahasiswa program kependidikan sebagai calon guru vokasi tidak hanya siap mengajar tetapi juga memiliki kemampuan adaptif reflektif dan profesional sesuai tuntutan dunia pendidikan dan industri.