Tesis
Kebiasaan membaca buku cerita dan hubungannya dengan kualitas cerpen karya siswa SMP Islam Al Qodir / Monicha Ana Billa
Abstrak
Penelitian mengenai kebiasaan membaca cerita dan hubungannya dengan kualitas cerpen karya siswa kelas IX SMP Islam Al Qodir penting dilakukan karena kebiasaan membaca merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan menulis kreatif. Kebiasaan membaca cerita dapat memperkaya wawasan menginspirasi ide dan melatih penggunaan bahasa yang baik dalam menulis cerpen. Namun belum diketahui secara jelas bagaimana pola kebiasaan membaca cerita siswa serta kualitas cerpen yang mereka hasilkan dan apakah terdapat hubungan signifikan antara keduanya. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada tiga hal utama yaitu bagaimana kebiasaan membaca buku cerita siswa kelas IX SMP Islam Al Qodir bagaimana kualitas cerpen yang dibuat oleh siswa tersebut dan apakah terdapat hubungan antara kebiasaan membaca cerita dengan kualitas cerpen karya siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan sampel sebanyak 33 siswa karena bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif melalui data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. Data kuantitatif diperoleh melalui angket dan penilaian cerpen sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dan analisis karya tulis cerpen siswa. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami intensitas kebiasaan membaca dan kualitas cerpen secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membaca buku cerita siswa tergolong baik dengan 78% responden berada pada kategori ldquo baik rdquo hingga ldquo sangat baik rdquo . Secara kualitatif kebiasaan membaca mencakup empat aspek yaitu frekuensi dan durasi keinginan motivasi dan dukungan lingkungan. Aspek keinginan motivasi dan dukungan lingkungan tampak kuat karena sebagian besar siswa menjadikan buku cerita sebagai media hiburan utama dan inspirasi. Siswa sering bertukar bacaan sehingga menumbuhkan keinginan membaca yang kuat sedangkan frekuensi dan durasi membaca belum optimal karena belum semua siswa memiliki jadwal dan waktu membaca yang teratur. Kualitas cerpen siswa juga tergolong baik dengan 82% karya memenuhi kriteria kelengkapan aspek format cerpen kelengkapan unsur intrinsik keterpaduan antar unsur dan struktur dan kesesuaian penggunaan bahasa. Hasil analisis cerpen karya siswa memiliki ide yang matang alur terstruktur gaya bahasa bervariasi dan pesan moral jelas meskipun masih perlu pengembangan dalam kedalaman karakter dan kompleksitas alur. Selain itu hasil uji korelasi terdapat hubungan positif kuat dan signifikan antara kebiasaan membaca buku cerita dan kualitas cerpen dengan koefisien korelasi 0.583 dan signifikansi 0 05.