UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Konstruksi ideologi hijau dalam wacana multimodal buku teks Bahasa Indonesia / Sultan

Sultan - Nama Orang;

Abstrak
Buku teks dalam konteks pendidikan Indonesia berfungsi sebagai media penyampai materi ajar dan juga sebagai instrumen ideologis yang membentuk persepsi nilai serta identitas peserta didik. Buku teks memiliki kekuatan untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan ekologis melalui penyajian materi yang sistematis dan tematik. Hal ini menjadi semakin penting dalam era krisis iklim global ketika pendidikan dituntut tidak hanya mencerdaskan secara kognitif tetapi juga membentuk kesadaran ekologis dan tanggung jawab moral terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Dalam konteks inilah disertasi ini berfokus pada konstruksi ideologi hijau dalam buku teks Bahasa Indonesia dengan mempertimbangkan bahwa media pembelajaran ini memiliki kekuatan wacana yang mampu mempengaruhi pembentukan identitas ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian buku teks. Orientasi teoretis adalah mengintegrasikan teori analisis wacana kritis Fairclough multimodalitas Kress dan Van Leeuwen serta ekolinguistik Stibbe. Teori ini difungsikan untuk mengkaji konstruksi ideologi hijau dalam buku teks Bahasa Indonesia SMA. Data penelitian ini meliputi data verbal dan data visual. Data verbal berupa kata frasa klausa paragraf dan wacana. Data visual berupa gambar warna ilustrasi grafik dan unsur suara/gerak yang bersumber dari buku Cerdas dan Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonkelas kelas X XI dan XII. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap dan integratif dengan memadukan perumusan ideologi Van Dijk (2003) serta kerangka tiga dimensi analisis wacana kritis Fairclough (1995) yaitu deskripsi interpretasi dan eksplanasi. Temuan penelitian terdiri dari empat aspek sebagai berikut. Pertama konstruksi ideologi hijau melalui aspek leksial memanfaatkan pilihan kata yang sarat nilai-nilai ekologis seperti konservasi pelestarian dan kerusakan habitat yang tidak hanya memberikan informasi faktual tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan. Proses leksikalisasi juga memanfaatkan penggunaan sinonimi antonimi dan hiponimi ekologis berperan penting dalam membentuk kerangka berpikir siswa mengenai isu lingkungan sebagai bagian dari pengetahuan normatif. Kedua konstruksi ideologi hijau melalui aspek gramatikal memanfaatkan struktur transitivitas. Penggunaan transitivitas memperlihatkan bagaimana buku teks memosisikan manusia sebagai agen ekologis baik sebagai pelindung maupun perusak alam yang mencerminkan ideologi tentang tanggung jawab moral kolektif. ivStrategi nominalisasi dan pemasifan untuk mengatur fokus wacana yakni dengan menonjolkan atau menyamarkan pelaku dalam peristiwa-peristiwa ekologis yang pada gilirannya membentuk narasi tentang akuntabilitas institusional dan peran individu dalam krisis lingkungan. Ketiga konstruksi ideologi hijau melalui aspek struktur teks turut memperkuat konstruksi ideologi hijau dengan cara menyusun narasi dalam tahapan orientasi-komplikasi-resolusi. Tahap orientasi memperkenalkan isu lingkungan dan identitas ekologis komplikasi menyampaikan permasalahan seperti kerusakan alam pencemaran atau kepunahan spesies sedangkan resolusi menawarkan solusi dalam bentuk ajakan kolaboratif edukasi dan tindakan kolektif. Struktur ini secara implisit membentuk pola reasoning ekologis yang menyatukan argumentasi logis sentimen moral dan dorongan emosional sehingga memperkuat pesan ideologis secara persuasif. Keempat konstruksi ideologi hijau melalui aspek visual dapat mengintegrasikan nilai-nilai ekologis melalui representasi ilmiah empati pada keanekaragaman hayati kolaborasi inklusivitas kreativitas lokal serta kepedulian terhadap bencana. Pengkajian aspek visual menggamnbarkan bahwa gambar tidak hanya sekadar memperindah materi melainkan menjadi agen utama pembentukan karakter ekologis dan solidaritas sosial siswa. Penggunaan gambar tersebut menegaskan peran visual sebagai penggerak utama pendidikan ekologi dan transformasi nilai lingkungan di sekolah. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa konstruksi ideologi hijau dalam wacana multimodal buku teks Bahasa Indonesia dibangun secara komprehensif melalui integrasi empat aspek utama yaitu leksikal gramatikal struktur teks dan visual. Keempat aspek ini saling melengkapi dalam menanamkan nilai sikap dan perilaku ekologis kepada peserta didik. Aspek leksikal memanfaatkan pemilihan pengulangan dan variasi kosakata lingkungan melalui strategi leksikalisasi kelebihan kekurangan leksikal serta metafora untuk membingkai aksi identitas dan urgensi pelestarian secara ideasional relasional dan ekspresif. Aspek gramatikal memfungsikan transitivitas nominalisasi pemasifan modus modalitas dan pronomina membangun narasi aksi kolektif membingkai isu lingkungan sebagai agenda bersama serta memperkuat karakter kritis dan kolaboratif siswa. Aspek struktur teks ditata secara sistematis melalui urutan orientasi deskripsi problematika solusi dan refleksi serta diperkuat konvensi interaksional seperti sapaan kolektif dan referensi inklusif untuk menanamkan logika kritis kolaborasi serta tanggung jawab kolektif. Akhirnya aspek visual berperan sebagai agen transformasi dengan menampilkan pengalaman belajar otentik membangun empati terhadap keanekaragaman hayati menegaskan kolaborasi dan kebanggaan lokal serta memperkuat inklusivitas dan komitmen sosial peserta didik. Seluruh dimensi ini secara terpadu menegaskan buku teks Bahasa Indonesia sebagai instrumen utama pendidikan ekologi yang progresif transformatif dan relevan dalam membentuk generasi pelajar berkarakter lingkungan dan juga buku teks menjadi media penyampaian materi linguistik dan menjadi agen ideologis yang berkontribusi pada pembentukan karakter ekologis siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dari sisi teoretis metodologis praktis dan kontekstual. Secara teoretis disertasi ini memperluas pemahaman tentang bagaimana ideologi hijau dikonstruksi melalui integrasi dimensi linguistik dan visual dalam wacana multimodal serta menegaskan vpentingnya memandang buku teks sebagai arena produksi nilai. Kontribusi metodologisnya terletak pada model analisis terpadu yang menggabungkan pendekatan linguistik sistemik fungsional analisis wacana kritis dan teori multimodalitas untuk menganalisis konten pendidikan secara komprehensif. Dari sisi praktis penelitian ini menjadi rujukan penting bagi pengembang kurikulum penulis buku teks dan pendidik dalam merancang bahan ajar yang mampu menanamkan nilai-nilai ekologis. Adapun kontribusi kontekstualnya menunjukkan bahwa buku teks bahasa Indonesia telah berperan aktif sebagai bagian dari strategi pendidikan nasional untuk menanamkan kesadaran lingkungan yang bersifat lokal dan global melalui pembelajaran yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Meski demikian penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan yang patut dicermati. Pertama ruang lingkup analisis terbatas pada buku teks formal sehingga belum mencakup dinamika wacana lingkungan dalam media pembelajaran alternatif seperti media sosial konten daring atau video edukatif yang kini banyak diakses siswa. Kedua pendekatan penelitian ini berfokus pada analisis isi dan belum mengkaji secara empiris bagaimana siswa menerima menafsirkan dan merespons konstruksi ideologi hijau tersebut dalam praktik pembelajaran. Oleh karena itu studi lanjutan disarankan untuk menggunakan pendekatan reader reception atau classroom ethnography. Ketiga fokus ideologis dalam penelitian ini masih terbatas pada ideologi hijau sementara ideologi-ideologi lain yang muncul secara intertekstual seperti nasionalisme ekonomi atau budaya belum dieksplorasi secara mendalam. Studi interideologis di masa depan akan memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang bagaimana ideologi-ideologi tersebut berinteraksi dan membentuk identitas peserta didik melalui teks pembelajaran.


Informasi Detail
DDC
Rd 499.2210141 SUL k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2025.
Deskripsi Fisik
xix, 379 lembar : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00298/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2025
Subjek
1. BAHASA INDONESIA-WACANA MULTIMODAL
2. INDONESIAN LANGUAGE - MULTIMODAL DISCOURSE

Pembimbing
1. Prof. Dr. Anang Santoso, M.pd; 2. Dr. Gatut Susanto, M.m., M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik