UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

The naming and meaning of Madurese batik (a socio-onomastic study) / Suhartatik

Suhartatik - Nama Orang;

Abstrak
RINGKASAN Suhartatik. 2025. Penamaan dan Pemaknaan Batik Madura (Kajian Sosio-onomastika). Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto M.Pd. (II) Prof. Dr. Roekhan M.Pd. Kata Kunci nama motif makna budaya batik Madura sosio-onomastika Penamaan motif batik Madura merupakan proses pemberian nama oleh perajin batik dengan cara mengidentifikasi motif dan corak khas yang terdapat pada batik Madura. Penamaan pada batik Madura merefleksikan aspek sosial budaya sekaligus menjadi ekspektasi pemakainya. Nama-nama motif batik Madura memiliki makna tersirat yang tidak semua orang dapat memahaminya. Penamaan batik Madura berfungsi sebagai media untuk mengenalkan dan memahami makna latar belakang budaya dari motif batik serta sebagai label komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penamaan dan pemaknaan batik Madura melalui orientasi penelitian sosio-onomastika. Penamaan motif batik Madura tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual tetapi juga mengandung makna budaya yang mendalam. Masyarakat Madura mengekspresikan nilai-nilai kehidupan sosial budayanya melalui penamaan batik Madura. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena memahami fenomena dan makna secara mendalam dan kontekstual pada penamaan batik Madura. Data diperoleh melalui wawancara mendalam observasi partisipatif serta dokumentasi terhadap perajin batik pengusaha batik budayawan dan kolektor batik yang berupa narasi asal usul nama dan motif batik makna budaya nama batik penggunaan istilah dan bahasa Madura serta relevansi nama batik dengan kehidupan sosial budaya masyarakat Madura. Lokasi penelitian ini pada sentra batik yang meliputi empat kabupaten di Pulau Madura. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori sosio-onomastika semiotik dan semantik kultural. Hasil penelitian pada wujud nama-nama batik Madura ditemukan terbagi dalam tiga bentuk yaitu berupa bentuk kata dasar (monomorfemik) dan kata jadian (polimorfemik) serta frasa endosentris atributif dan frasa koordinatif. Wujud lingual baik berupa kata maupun frasa secara dominan berkategori nomina. Hasil analisis pada makna budaya menunjukkan tiga dimensi utama yaitu makna berkaitan dengan mitos/kepercayaan tradisional tradisi dan pandangan hidup masyarakat Madura. Setiap nama batik mengandung nilai-nilai budaya yang diekspresikan melalui tiga level makna yaitu denotatif konotatif dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penamaan batik Madura mencerminkan relasi antara bahasa budaya dan struktur sosial masyarakat. Nama-nama motif seperti kerrabh acirc n sap egrave jhunjung dh acirc r acirc j acirc d acan sakerra rsquo laj acirc r s egrave yong dan raprap memiliki makna yang merepresentasikan kehormatan kewibawaan keteraturan hidup ketauhan keselamatan serta sikap pantang menyerah. Penamaan tersebut bersifat metaforis dan simbolik yang berkaitan dengan pengalaman kolektif masyarakat Madura. Namun tidak semua mencerminkan secara langsung nilai-nilai sosial budaya masyarakat Madura. Beberapa nama batik hanya terinspirasi dari keindahan alam atau peristiwa sejarah tanpa adamya makna budaya di balik nama tersebut. Hasil penelitian terkait relevansi nama batik Madura dengan sosial budaya masyarakat Madura menunjukkan dua domain utama yaitu verbal dan nonverbal. Ada tiga dimensi utama relevansi nama batik Madura yaitu relevansi dengan identitas lokal masyarakat Madura relevansi dengan kehidupan sosial masyarakat Madura serta relevansi dengan sumber daya alam Madura. Hasil penelitian ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa dan budaya lokal di Madura serta menjadi bahan strategi branding batik berbasis kearifan lokal. Pemahaman terhadap sistem penamaan dan makna budaya ini penting untuk menjaga kelestarian budaya serta meningkatkan nilai ekonomi dan simbolik dari batik sebagai warisan budaya tak benda. Penelitian ini memaparkan bahwa studi nama juga relevan untuk menelaah proses produksi makna dalam seni kriya tekstil tradisional. Kontribusi teoretis dari penelitian ini adalah memperkaya kajian sosio-onomastika dengan objek budaya material (batik) yang selama ini didominasi oleh antroponim dan toponim. Kontribusi praktisnya adalah pelestarian batik Madura melalui dokumentasi nama dan makna budaya motif batik Madura


Informasi Detail
DDC
Rd 410.14 SUH n
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2025.
Deskripsi Fisik
xx, 252 lembar : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00295/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2025
Subjek
1. ONOMASTIKA - BATIK MADURA
2. ONOMASTICS - MADURA BATIK

Pembimbing
1. Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.pd; 2. Dr. Roekhan, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik