Tesis
Pengaruh konsentrasi ekstrak moringa oleifera terhadap stabilitas fisik dan performa antioksidan formulasi SNEDDS/ZnFe2O4/ekstrak moringa oleifera / Uvia Ardina Zahira
Abstrak
Moringa Oleifera memiliki potensi antioksidan sangat besar namun senyawa aktif dalam Moringa Oleifera sukar larut dalam air sehingga menghambat penyerapan dalam tubuh. SNEDDS dapat membentuk nanoemulsi secara spontan ketika berinteraksi dengan saluran pencernaan. Hal ini dapat meningkatkan penyerapan zat aktif dalam Moringa Oleifera. ZnFe2O4 menunjukan potensi antioksidan dan dapat berperan sebagai pengarah Drug Delivery System (DDS) sehingga dapat meningkatkan potensi antioksidan dalam SNEDDS. Pada penelitian ini terdiri sampel SNEDDS SNEDDS/ZnFe2O4 dan SNEDDS/ZnFe2O4/Moringa Oleifera dengan memvariasikan ekstrak Moringa Oleifera dengan variasi volume 1 mL 4 mL 7 mL 10 Ml 13 mL dan 15 mL untuk mendapatkan formulasi SNEDDS dan ekstrak Moringa oleifera yang menghasilkan antioksidan optimal. Proses sintesis ZnFe2O4 menggunakan metode kopresipitasi esktraksi Moringa oleifera menggunakan metode maserasi dan sintesis SNEDDS menggunakan metode sonikasi. Hasil analisis XRD menunjukan ukuran kristal ZnFe2O4 sebesar 11 20 plusmn 0 9 nm yang dapat diartikan dalam ukuran yang kecil. Analisis PSA menunjukan ukuran partikel yang semakin menurun seiring dengan bertambahnya ekstrak Moringa Oliefera. Ukuran partikel sebesar SNEDDS 162 nm SNEDDS/ZnFe2O4 960 nm dan SNEDDS dengan penambahan Moringa Oleifera (1 mL 4 mL 7 mL 10 mL dan 13 mL) berturut-turut menunjukan 32 nm 32 nm 32 nm 32 nm dan 18 nm. Terjadi lonjakan peningkatan ukuran partikel pada sampel SNEDDS/ZnFe2O4. Hal ini terjadi karena kurangnya kemampuan Tween 80 dan PEG 400 untuk mencegah aglomerasi. Ukuran terkecil yaitu 18 nm pada sampel SNEDDS/ZnFe2O4/Moringa Oleifera 13 mL. Hal ini dikarenakan kandungan flavonoid yang ada pada Moringa Oleifera memberikan sifat capping agent untuk nanopartikel serta senyawa saponin dapat berfungsi sebagai surfaktan alami untuk meningkatkan performa surfaktan dan kosurfaktan dalam SNEDDS. Nilai PdI pada hasil PSA menunjukan kurang dari 0 3 yang dapat diartikan ukuran partikel homogen pada sampel SNEDDS/ZnFe2O4/Moringa Oleifera. Hasil emulsification time menunjukan waktu yang dibutuhkan SNEDDS untuk larut dalam saluran pencernaan dibawah 2 menit. Secara berturut-turut memiliki waktu emulsifikasi 113 detik 94 detik 77 detik 66 detik 51 detik 49 detik dan 37 detik. Terjadi penurunan waktu yang semakin singkat seiring dengan penambahan ekstrak Moringa Oleifera. Hal ini disebabkan oleh ukuran partikel yang semakin kecil dan viskositas menurun karena penambahan ekstrak Moringa Oleifera. Hasil stabilitas fisik menunjukan SNEDDS dengan penambahan Moringa Oleifera tidak terjadi perubahan warna aroma dan pemisahan fase dapat dikatakan bahwa stabilitas fisik yang dimiliki sangat baik. Performa antioksidan pada SNEDDS semakin meningkat seiring dengan penambahan ekstrak Moringa Oleifera. Besar inhibisi antioksidan SNEDDS 7% SNEDDS/ZnFe2O4 14% dan SNEDDS dengan penambahan Moringa Oleifera (1 mL 4 mL 7 mL 10 mL 13 mL dan 15%) menunjukan nilai 36% 51% 63% 86% 92% dan 80% serta IC50 sebesar 3 86 micro g/mL. Penambahan ZnFe2O4 meningkatkan potensi antioksidan SNEDDS dari inhibisi antioksidan SNEDDS sebesar 7% dan dengan adanya SNEDDS/ZnFe2O4 meningkatkan inhibisi antioksidan menjadi 14%. Antioksidan tertinggi dimiliki oleh SNEDDS/ZnFe2O4/Moringa Oleifera (13 mL) sebesar 92% yang dapat diartikan bahwa performa antioksidan sangat kuat. Dapat diartikan SNEDDS/ZnFe2O4/Moringa Oleifera (13 mL) memiliki potensi antioksidan yang baik diketahui dari data inhibisi antioksidan sebesar 92% ukuran partikel yang sangat kecil yaitu sebesar 18 nm waktu emulsifikasi 37 detik yang dapat dikatakan sangat cepat dan menunjukan stabilitas fisik yang baik.