Disertasi
Pengembangan model Problem Based Learning (PBL) bermuatan nilai Islam terhadap keterampilan pemecahan masalah dan sikap spiritual siswa kelas X madrasah aliyah / Aminah Zb
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga mampu membangun keterampilan pemecahan masalah dan sikap spiritual peserta didik sesuai dengan karakteristik Madrasah Aliyah sebagai lembaga pendidikan Islam. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dikenal efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah namun masih terbatas pada aspek kognitif semata. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Problem Based Learning Terintegrasi Nilai Islam (PBLTNI) sebagai inovasi pembelajaran Biologi yang mengombinasikan penguasaan sains dengan pembentukan karakter spiritual Islami siswa. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang unggul berwawasan global serta berkarakter Islami. Namun hasil studi pendahuluan menunjukkan adanya sejumlah permasalahan (1) rendahnya keterampilan pemecahan masalah siswa terlihat dari nilai ulangan yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (2) pembelajaran Biologi di madrasah masih berorientasi pada hafalan konsep dan kurang memberikan pengalaman menyelesaikan masalah kontekstual (3) integrasi nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran sains belum sistematis karena guru cenderung menyampaikan materi umum tanpa menghubungkannya dengan Al-Qur rsquo an atau Hadis dan (4) lemahnya sikap spiritual siswa yang ditandai dengan rendahnya penghayatan terhadap nilai-nilai agama dalam pembelajaran. Problem Based Learning (PBL) merupakan model yang efektif untuk melatih keterampilan pemecahan masalah berpikir kritis dan kemandirian siswa. Akan tetapi implementasi PBL di madrasah belum banyak diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam. Padahal integrasi ini penting agar pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga menguatkan spiritualitas siswa. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan yang perlu diatasi melalui pengembangan model PBL yang terintegrasi dengan nilai Islam secara utuh. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R amp D) dengan model pengembangan Plomp amp Nieveen (2013) yang terdiri 3 tahapan utama yakni (a) preliminary research (Tahap penelitian pendahuluan ) (b) prototyping phase (Tahap Pengembangan) (c) assessment phase (tahap penilaian). Tahap investigasi awal mengungkap kebutuhan guru akan model pembelajaran terintegrasi yang sistematis. Pada tahap desain dikembangkan sintaks PBLTNI yang memadukan langkah-langkah PBL dengan nilai-nilai Islam (syariah akidah akhlak). Produk yang dihasilkan berupa modul ajar LKPD dan handout yang kemudian divalidasi oleh ahli pendidikan Biologi teknologi pembelajaran dan agama. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sangat valid dengan skor rata-rata 95 43%. Uji coba terbatas dan luas dilakukan untuk mengukur kepraktisan dan keefektifan model diikuti dengan implementasi melalui quasi-experiment dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Data penelitian diperoleh melalui instrumen validasi ahli angket kepraktisan tes keterampilan pemecahan masalah berbentuk esai serta angket sikap spiritual yang diadaptasi dari Spiritual Attitude and Involvement List (SAIL). Analisis data dilakukan dengan uji validitas isi reliabilitas instrumen serta uji efektivitas menggunakan ANCOVA dengan mengontrol kovariat berupa kemampuan awal siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBLTNI efektif meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan sikap spiritual siswa. Kelas yang menggunakan PBLTNI mengalami peningkatan skor keterampilan pemecahan masalah dari rata-rata 55 (pretest) menjadi 87 62 (posttest) lebih tinggi dibandingkan kelas PBL (83 33) dan kelas konvensional (70). Sikap spiritual siswa di kelas PBLTNI juga mencapai skor 92 93 dengan kategori sangat tinggi sementara kelas lainnya menunjukkan peningkatan yang lebih rendah. Analisis lebih lanjut mengungkap korelasi positif yang kuat antara sikap spiritual dan keterampilan pemecahan masalah (R sup2 0 932) menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran berkontribusi pada peningkatan hasil belajar secara holistik. Model Problem Based Learning Bermuatan Nilai-nilai Islam (PBLTNNI) yang dikembangkan memenuhi kriteria valid praktis dan efektif. Hasil validasi oleh para ahli menyatakan bahwa sintaks perangkat pembelajaran serta integrasi nilai Islam tergolong sangat valid. Uji praktikalitas memperlihatkan bahwa guru dan siswa memberikan respon positif terhadap keterlaksanaan pembelajaran di mana model dinilai mudah digunakan menarik serta sesuai dengan kebutuhan madrasah. Uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan pemecahan masalah siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol meliputi kemampuan mengidentifikasi masalah merancang solusi menganalisis informasi dan menyajikan hasil. Selain itu terdapat peningkatan signifikan pada sikap spiritual siswa khususnya pada dimensi meaningfulness caring for others dan transcendence experiences. Simpulan penelitian ini bahwa model Problem Based Learning terintegrasi Nila-nilai Islam (PBLTNI) layak digunakan karena memenuhi kriteria valid praktis dan efektif. Implikasi praktisnya guru madrasah disarankan untuk mengadopsi model ini dengan menyesuaikan konteks lokal. Keterbatasan penelitian terletak pada sampel yang terbatas di MAN 1 Kerinci dan faktor eksternal seperti lingkungan keluarga yang tidak sepenuhnya terkontrol. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan uji coba model ini pada mata pelajaran lain dan dengan sampel yang lebih beragam.