Tesis
Penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan model pembelajaran guided inquiry berbantuan media virtual lab pada materi fluida statis di SMAN 1 Malang / Dinda Maulidhatul Rahma
Abstrak
Fluida statis merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran fisika yang membahas tentang sifat dan perilaku zat cair pada keadaan diam termasuk konsep tekanan hidrostatik hukum Pascal dan hukum Archimedes. Pada proses pembelajaran fisika keterampilan Problem Solving sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah kompleks. Hasil penelitian yang ada mengungkapkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan menganai penguasaan konsep pada materi fluida statis yang berdampak pada kemampaun pemecahan masalah siswa. Salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan penguasaan konsep siswa adalah pembelajaran guided inquiry. Model pembelajaran guided inquiry mengarah pada terciptanya suana kegiatan penyelidikan dan diharapkan dapat memunculkan keterampilan proses sains dasar yaitu dengan menggunakan metode praktikum. Kegiatan praktikum biasanya membutuhkan waktu yang sangat lama dan membutuhkan sarana prasarana yang memadai. Untuk mempermudah siswa dalam melakukan praktikum peneliti menggunakan alternatif lain yaitu menggunakan virtual lab. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah dengan pembelajaran guided inquiry berbantuan virtual lab pada materi fluida statis di SMAN 1 Malang. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain embedded experimental. Penggunaan desain tersebut membantu peneliti untuk menggabungkan pendekatan kuantiatif dan kualitatif secara terpadu sehingga hasil peneliti menjadi lebih komprehensif. Subjek dalam penelitian terdiri dari 36 siswa kelas XI MIA 2 SMAN 1 Malang pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Data diperoleh melalui pretest dan posttest dan wawancara. Instrumen tes yang digunakan yaitu tes uraian. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan setelah pembelajaran dengan N-gain sebesar 0 47 (kategori sedang) dan effect size sebesar 5 (kategori kuat). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa ditunjukkan dengan langkah-langkah pemecahan masalah yang lebih baik dan lebih banyaknya hasil posttest siswa yang meningkat. Pada penguasaan konsep siswa mengalami peningkatan setelah pembelajaran dengan N-gain sebesar 0 61 (kategori sedang) dan effect size sebesar 4 (kategori kuat). Peningkatan penguasaan konsep siswa dikategorikan kuat karena banyaknya siswa yang memiliki hasil posttest yang meningkat.