UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Konstruksi naratif peristiwa 1965 dalam novel indonesia dan implikasinya untuk sarana belajar terbuka pembelajaran sastra Indonesia / Muh. Fatoni Rohman

Rohman, Muh. Fatoni - Nama Orang;

Abstrak
Peristiwa 1965 adalah salah satu lembar hitam dalam sejarah Indonesia yang hingga kini masih menyisakan trauma kolektif dan perdebatan historiografis yang belum tuntas. Narasi hegemonik terkait peristiwa tersebut menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan percobaan pengambilalihan kekuasaan sah dengan melakukan kudeta melalui Gerakan 30 September yang kemudian memicu respons dari militer dan kelompok-kelompok masyarakat sipil yang berujung pada pembantaian massal dan penahanan politik. Peristiwa 1965 merupakan konflik yang masih menyisakan jejak permasalahan hingga saat ini. Konflik yang berawal dari kepentingan politik ini kemudian berkembang menjadi konflik multidimensi. Konflik yang semula berbasis politik berubah menjadi konflik religi ekonomi serta seni dan sastra. Peristiwa 1965 tidak hanya meninggalkan trauma karena jumlah korban yang luar biasa besar tetapi juga meninggalkan jejak-jejak konflik horizontal yang masih terasa hingga saat ini. Pengarang sebagai bagian dari masyarakat tentu juga menangkap dan mengungkap ulang dinamika peristiwa tersebut sebagai ide dasar penciptaan karya sastra. Hal ini tidak dapat dihindari karena sastrawan sebagai bagian dari masyarakat merespons apa yang terjadi pada lingkungannya. Relasi pengarang dengan masyarakat ini disebut dengan konsep mimetik yang diwadahi dalam kajian sosiologi sastra. Konsep mimetik menjadikan sastra sebagai cermin narasi yang memantulkan realitas secara utuh (refleksi) atau membiaskan realitas (refraksi). Pantulan dan biasan ini menjadikan setiap karya sastra bertema Peristiwa 1965 memiliki kekhasan berdasarkan konstruksi pemikiran dan pengalaman pengarang. Kekhasan tersebut berupa bangun cerita dan keberpihakan narasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang mengimplementasikan metode naratologi Gerrard Genette dan sosiologi sastra. Pemilihan metode ini bertujuan untuk mengungkap bangun utuh narasi modus narasi serta hubungan antara narator dengan keberpihakan naratif. Sumber data utama penelitian adalah empat novel yaitu (1) Mencoba Tidak Menyerah (2) Kubah (3) Buku Harian Keluarga Kiri dan (4) 1965. Keempat novel tersebut merupakan sumber data yang dipilih berdasarkan indikator bentuk fiksi tema tahun terbit representasi narasi representasi wilayah dan keunikan. Data yang diperoleh dari keempat sumber datatersebut digunakan untuk melihat konstruksi narasi Peristiwa 1965 dan relasinya dengan pengarang.Temuan penelitian ini menunjukkan kompleksitas respons sastrawan terhadap Peristiwa 1965 juga mencerminkan keberagaman posisi sosial dan ideologis mereka dalam struktur masyarakat Indonesia. Sebagian pengarang terutama yang mengalami Peristiwa 1965 secara langsung atau yang tergabung dalam institusi kebudayaan cenderung memproduksi karya yang sejalan dengan narasi hegemonik meski juga memberikan beberapa catatan kritis terutama terkait perlakuan terhadap para eks-tapol (narasi sanding). Sementara itu pengarang lain yang tidak memiliki pengalaman langsung Peristiwa 1965 atau yang memiliki kesadaran kritis terhadap ketidakadilan struktural menggunakan medium sastra sebagai ruang alternatif untuk mengeksplorasi sudut pandang yang termarjinalkan (narasi banding). Temuan lain dari penelitian ini adalah kekhasan fokalisasi dijadikan sebagai cara pengarang untuk menunjukkan keberpihakan pengarang. Keberpihakan ini menampakkan sudut pandang yang mewakili pengalaman para korban keluarga tahanan politik dan komunitas yang terdampak oleh kekerasan masa lalu. Dinamika ini menciptakan arena kontestasi makna dalam ruang sastra Indonesia di mana berbagai versi sejarah dan ingatan kolektif saling bernegosiasi bertentangan atau bahkan saling mensubversi sehingga sastra menjadi medan penting dalam pembentukan kesadaran historis dan identitas nasional Indonesia kontemporer. Kekahasan sudut pandang ini juga memunculkan narasi resolusi yang berbeda. Sumber data yang ditulis oleh pengarang dengan narasi banding lebih mengutamakan proses pengungkapan kebenaran sebagai narasi dasar rekonsiliasi dengan memunculkan narasi dari perspektif pelaku yang dianggap simpatisan Partai Komunis serta mengungkapkan adanya kesalahan penangkapan penahanan atau pembunuhan terhadap terduga pelaku. Sedangkan penulis novel dengan narasi sanding menggunakan narasi kebenaran yang sejalan dengan pemerintah Orde Baru dalam menentukan pihak pelanggar korban serta penyebab peristiwa namun juga menghadirkan situasi stigma negatif yang dihadapi para pelanggar dan keluarganya. Sumber data juga memunculkan dua tipologi pemaafan sebagai tahapan rekonsiliasi (a) pemaafan tanpa permohonan maaf (pemaafan sejati) dan (b) pemaafan dan permintaan maaf (pemaafan ideal)


Informasi Detail
DDC
Rd 899.2213 ROH k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2025.
Deskripsi Fisik
xvii, 239 lembar : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00290/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2025
Subjek
1. NOVEL INDONESIA-KONSTRUKSI NARATIF
2. KESUSASTERAAN INDONESIA-STUDI DAN PENGAJARAN
3. INDONESIAN NOVEL - NARRATIVE CONSTRUCTION

Pembimbing
1. Prof. Dr. Djoko Saryono, M.pd; 2. Dr. Moch. Syahri, S.sos, M.si; 3. Dr. Roekhan, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik