Disertasi
Genera: Genetic Augmented Reality Media berbasis Case Based Learning (CBL) untuk memberdayakan pengetahuan genetika serta mereduksi determinisme dan esensialisme genetik mahasiswa / Nindiana Choirunisa\'
Abstrak
Pembelajaran genetika telah dinyatakan sebagai pembelajaran wajib yang menjadi inti dari Biologi sehingga perlu untuk diimplementasikan hampir di seluruh dunia mulai dari tingkat pendidikan menengah hingga level perguruan tinggi. Adanya kebijakan tersebut secara eksplisit telah memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk memahami konsep dasar genetika dalam menghasilkan variasi sifat pada individu secara relevan dan bermakna. Namun demikian pada faktanya diketahui bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap genetika masih tergolong rendah. Akibatnya mahasiswa memiliki potensi besar untuk melakukan berbagai kesalahan maupun penyimpangan dalam menghadapi berbagai permasalahan genetik yang kompleks. Pada perkembangannya ketika kesalahan dan penyimpangan konsep ini tidak segera diatasi maka dapat berpotensi menyesatkan dan memunculkan konsekuensi negatif yang merugikan seperti keyakinan berlebih pada determinisme genetik dan esensialisme. Kedua keyakinan ini secara konkret dapat menyebabkan berbagai bentuk ketidaksetaraan maupun bias rasial yang dapat terjadi pada berbagai bidang kehidupan. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan terkait rendahnya pengetahuan genetik mahasiswa hingga berkembangnya keyakinan negatif determinisme dan esensialisme genetik maka dilakukan serangkaian studi dalam disertasi ini. Secara konkret beberapa studi yang dijalankan memiliki tujuan meliputi 1) melacak materi-materi pada matakuliah genetika yang dianggap sulit oleh mahasiswa 2) menganalisis dampak bias determinisme dan esensialisme genetik terhadap diagnosis dan pengobatan berbagai macam penyakit secara genomic 3) mengkaji implikasi etik hukum dan sosial dari determinisme dan esensialisme genetik terhadap kesehatan masyarakat dan praktik klinis 4) mengeksplorasi perkembangan narasi determinisme genetik dan esensialisme genetik mahasiswa dalam atribut biologis status sosial dan kemajuan karier 5) mengeksplorasi dampak keyakinan determinisme genetik dan esensialisme genetik mahasiswa terhadap persepsi mereka tentang diskriminasi sosial dan kebijakan yang berlaku 6) mengeksplorasi pemahaman mahasiswa tentang konsep variasi genom sebagai konsep dasar untuk mengurangi prasangka yang disebabkan oleh determinisme genetik dan esensialisme genetik 7) mengkaji potensi pembelajaran genetika secara umum dalam memperbaiki pemahaman dan mengurangi bias terkait determinisme dan esensialisme genetik 8) mengembangkan produk pembelajaran Genetic Augmented Reality Media (Genera) 9) mengevaluasi keefektifan kevalidan dan kepraktisan genera dalam memberdayakan pengetahuan genetik serta mereduksi tingkat determinisme dan esensialisme genetik pada mahasiswa 10) mengidentifikasi kesatuan konstruk instrumen keyakinan determinisme genetik esensialisme genetik serta pengetahuan genetik 11) menganalisis pola hubungan dan kekuatan hubungan antara tingkat pengetahuan genetik dengan determinisme genetik serta esensialisme genetik mahasiswa setelah dibelajarkan dengan bantuan genera dan 12) mengeksplorasi potensi pembelajaran genetika berbantuan Genera dalam memberdayakan pengetahuan genetik serta mengurangi bias determinisme genetik dan esensialisme genetik. Seluruh tujuan penelitian ini secara konkret dicapai melalui lima studi yang mencakup tahap kajian awal penelitian dan pengembangan media serta evaluasi media yang telah dikembangkan. Pada tahap kajian awal dilakukan tiga studi yang terdiri dari penelitian survei systematic literature review dan eksplorasi. Penelitian survei dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan konseptual mahasiswa dalam memahami materi genetika kemudian dilanjutkan dengan penelitian systematic literature review untuk mendapatkan informasi global terkait dampak hambatan konseptual yang ditemukan terhadap munculnya determinisme genetik dan esensialisme genetik pada bidang kehidupan. Selanjutnya penelitian eksplorasi kualitatif dilakukan untuk menggali lebih dalam bentuk narasi deterministik dan esensialis pada mahasiswa di Indonesia. Temuan dari ketiga penelitian tersebut digunakan sebagai dasar untuk studi keempat yaitu penelitian dan pengembangan media pembelajaran Genera yang kemudian diujicobakan dalam konteks pembelajaran nyata. Evaluasi dampak dari penggunaan Genera dikaji pada studi kelima yaitu penelitian korelasional dengan melihat pola hubungan serta kekuatan hubungan antara pengetahuan genetik determinisme dan esensialisme genetik pada mahasiswa. Diversitas metode ini memperkuat validitas temuan dan mendukung argumentasi bahwa pengembangan media yang kontekstual dan berbasis data memiliki potensi signifikan dalam mereduksi bias determinisme genetik dan esensialisme genetik pada mahasiswa. Temuan penelitian dari beberapa rangkaian studi ini secara umum meliputi rendahnya tingkat pengetahuan genetik mahasiswa termasuk pada topik terkait variasi genetik. Rendahnya tingkat penguasaan pengetahuan genetik ini dapat dibuktikan dengan rerata nilai yang diperoleh mahasiswa pada setiap topik pembelajaran genetika yang masih belum memuaskan. Selain itu mahasiswa juga masih banyak mengalami hambatan dalam memahami pengetahuan genetik baik dari segi konten maupun media penunjang. Lebih jauh ketika mahasiswa memiliki tingkat pemahaman konsep genetik yang rendah maka permasalahan kognitif yang lebih serius seperti berkembangnya keyakinan determinisme dan esensialisme genetik secara konkret juga menjadi semakin tidak terhindarkan. Ketika kedua keyakinan negatif ini berkembang dalam diri individu maka dapat menyebabkan berbagai dampak negatif maupun kerugian dalam aspek-aspek kehidupan. Sebagai upaya konkret untuk mengatasi permasalahan terkait rendahnya tingkat pengetahuan genetik serta berkembangnya determinisme dan esensialisme genetik maka dilakukan pengembangan Genera sebagai media penunjang kesuksesan pembelajaran genetika. Genera dihadirkan dengan berbagai fitur pengalaman belajar serta konten yang telah memenuhi kriteria kevalidan kepraktisan serta keefektifan. Pada proses implementasi Genera perlu adanya komponen penunjang yang dapat memfasilitasi kegiatan pembelajaran yaitu model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dinilai tepat dan relevan untuk memfasilitasi implementasi Genera yaitu model Cased Based Learning (CBL). Melalui sinergi antara Genera dengan model pembelajaran CBL permasalahan terkait pengetahuan genetik determinisme genetik serta esensialisme genetik dapat diatasi secara lebih baik dan lebih efektif. Secara implikatif sinergi antara Genera dan CBL telah signifikan dapat meningkatkan pengetahuan genetik serta mereduksi determinisme dan esensialisme genetik. Namun demikian pada penelitian ini masih terdapat keterbatasan pada topik yang dikembangkan. Untuk memahami kajian genetika secara utuh diperlukan adanya penguasaan konsep pada topik-topik yang lebih beragam tidak hanya terbatas pada topik rekombinasi genetika populasi dan rekayasa genetika. Untuk mengetahui topik-topik lain yang juga memiliki potensi dalam mereduksi determinisme dan esensialisme genetic diperlukan penelitian lanjutan dengan instrumen rancangan penelitian maupun skala populasi yang lebih luas serta bervariatif. Selain itu untuk mereduksi determinisme dan esensialisme genetik secara lebih luas diperlukan adanya integrasi media pembelajaran seperti Genera dengan berbagai komponen pendidikan lain seperti kurikulum sumber belajar maupun teknologi lain yang lebih inovatif serta menarik.