Tesis
Pengaruh motivasi kerja, budaya organisasi, dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi (studi pada pekerja subkontrak koperasi karyawan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia tbk) / Shinta Prasetia Devi
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada pekerja subkontrak koperasi karyawan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dengan mempertimbangkan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini didasari dari menurunnya achievement target yang ditentukan yang disebabkan oleh motivasi kerja yang kurang budaya organisasi serta kepemimpinan yang kurang apresiasi terhadap kontribusi karyawan. Sehingga dapat menurunkan tingkat kinerja karyawan yang membuat target tidak tercapai dan menurunnya kualitas hasil kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada pekerja subkontrak koperasi karyawan. Teknik analisis data uang digunakan adalah regresi linier berganda dengan dibantu software SPSS yang memungkinkan peneliti menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Responden dalam penelitian ini dipilih sebanyak 183 pekerja. Penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan dan kinerja karyawan. Oleh karena itu motivasi kerja sendiri tidak cukup jika tidak ada lingkungan kerja yang baik dan sistem kompensasi yang memadai. Sebaliknya telah terbukti bahwa budaya organisasi dan kepemimpinan berdampak positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja yang pada gilirannya berdampak pada kinerja karyawan yang lebih baik. Selain itu kepuasan kerja dianggap sebagai faktor mediasi penting melalui kepuasan kerja budaya organisasi dan motivasi berpengaruh pada kinerja dan kepemimpinan berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian ini memberikan sumbangan teoritis kepuasan kerja sebagai mediator dalam pengaruh motivasi kerja budaya organisasi dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada konteks karyawan subkontrak. Selain itu penelitian ini juga menegaskan bahwa kepemimpinan partisipatif dan budaya organisasi yang sehat sangat penting untuk meningkatkan kinerja. Manajemen perusahaan harus sadar bahwa peningkatan motivasi karyawan memerlukan sistem penghargaan lingkungan kerja yang menyenangkan dan kepemimpinan yang ramah dan komunikatif. Oleh karena itu pendekatan pengelolaan SDM yang efektif harus fokus pada meningkatkan budaya organisasi meningkatkan kepuasan kerja dan membangun gaya kepemimpinan yang memaksimalkan potensi karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki peran strategis dalam menjembatani hubungan antara kinerja dan komponen organisasi. Saran untuk peneliti berikutnya adalah untuk memperluas objek penelitian pada sektor atau industri yang berbeda agar dapat membandingkan pengaruh variabel-variabel ini pada konteks yang beragam. Selain itu menambahkan variabel lain seperti employee engagement atau organizational commitment juga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja.