Disertasi
Pengembangan program pembelajaran dengan model Library-Assisted Instruction (LAI) ala Korea Selatan dan pengaruhnya terhadap kemampuan dan sikap membaca siswa SD Muslim Cendekia Batu / Hee Jeong Na
Abstrak
ABSTRAK Hee Jeong Na 2022. Pengembangan Program Pembelajaran Dengan Model Library-Assisted Instruction (LAI) Ala Korea Selatan Dan Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Dan Sikap Membaca Siswa SD Muslim Cendekia Batu. Disertasi. Prorgam Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Pembimbing (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M. Pd. (2) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Pd M.Ed. (3) Dr. Dedi Kuswandi M.Pd. Kata Kunci Library-Assisted Instruction kemampuan membaca sikap membaca pembelajaran kolaboratif. LAI (Library-Assisted Instruction) adalah pendidikan kolaboratif antara seorang guru pustakawan dan seorang guru yang terkait dengan kurikulum. Kerjasama ini dimulai dari perencanaan kegiatan pembelajaran hingga evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan LAI (Library-Assisted Instruction) dan menguji pengaruh LAI terhadap kemampuan membaca dan sikap membaca diantara pengaruh pendidikan LAI. Seiring abad 21 menjadi masyarakat informasi dan pengetahuan oleh revolusi industri ke-4 peran perpustakaan sekolah menjadi penting dan perlu lebih aktif. Sejalan dengan perubahan sosial tersebut Indonesia mencanangkan kebijakan pendidikan Gerakan Literasi sekolah pada tahun 2015. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa memungkinkan pembelajaran sepanjang hayat dan mengembangkan karakter. Sebagai alternatif untuk sekolah tanpa perpustakaan dapat disarankan untuk memasang proyek literasi di kelas yang memberikan kesempatan mengakses buku selain buku teks. Dari sudut pandang ini diperlukan model belajar mengajar baru yang menggunakan perpustakaan sekolah. Tahap pertama dari penelitian ini adalah mengadakan kurikulum terpadu di Indonesia (buku tematik terpadu kurikulum 2013 edisi revisi 2017) dan mengembangkan model belajar-mengajar serta desain pembelajaran yang dapat menerapkan kebijakan gerakan literasi sekolah ke lapangan sekolah. Melalui penjelasan guru pustakawan dan guru berkolaborasi untuk mengembangkan LAI menerapkan membaca terkait dengan mata pelajaran. Untuk itu meskipun telah dilakukan penelitian pendahuluan di Indonesia terkait kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan perpustakaan sekolah namun belum ada penelitian yang terkait dengan LAI dan sebagian besar penelitian terkait dengan peran dan kerjasama pustakawan dan guru. Sejak tahun 1990-an pemerintah Korea telah memberikan dukungan keuangan untuk merevitalisasi perpustakaan sekolah dan telah banyak penelitian terkait dengan pengembangan model LAI dan efek pendidikan di lapangan. Oleh karena itu dengan mempertimbangkan model LAI Korea yang sesuai dengan kondisi Indonesia penelitian ini mengembangkan model LAI untuk meningkatkan kemampuan membaca dan sikap membaca melalui integrasi kurikulum terpadu SD Indonesia dan gerakan literasi sekolah. Penelitian ini mengembangkan model LAI dengan menggunakan model Plomp yakni tahapan Preliminary Investigation - Design - Realization/Construction - Test Evaluasi dan Revisi - Implementasi. Pada penelitian tahap kedua ini model kelas LAI yang dikembangkan dirancang dan dipelajari sebagai Quasi Experimental dengan menggunakan pretest-posttest. Desain penelitian ini digunakan untuk memverifikasi pengaruh kemampuan membaca dan sikap membaca LAI dengan membandingkan kemampuan membaca dan sikap membaca kelompok kelas LAI dengan kelompok yang menerima kelas tradisional yang berpusat pada guru tanpa LAI. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerapkan LAI dan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Kemampuan membaca dan sikap membaca diuji sebelum eksperimen dan pasca-tes dikonfirmasi setelah eksperimen. Kelompok sampel penelitian ini adalah 52 siswa kelas II SD di Kota Batu Jawa Timur. Dalam penelitian ini SPSS 26 Statistik digunakan untuk analisis data dan data yang dikumpulkan diuji pada tingkat a .05. Kemampuan membaca dan sikap membaca telah diuji berdistribusi normal melalui validasi parameter sehingga tidak ada masalah dalam melakukan uji independent sample t-test dan verifikasi ANCOVA. Sebagai hasil dari konfirmasi homogenitas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap kemampuan membaca dan sikap membaca kemampuan membaca ((t - .08 p 94) menunjukkan homogenitas sedangkan sikap membaca (t 4.34 p .00) tidak menunjukkan homogenitas oleh karena itu post-test kemampuan membaca menggunakan independent sample t-test dan nilai kelompok eksperimen (M 4.05 SD .54) dan kelompok kontrol ( M 3 18 SD .36) menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam kemampuan membaca dan terbukti bahwa dibandingkan dengan kelompok kontrol kemampuan membaca kelompok eksperimen lebih meningkat. Berdasarkan hasil penelitian di atas terbukti bahwa Library Assisted Instruction (LAI) efektif untuk kemampuan membaca dan sikap membaca. Keterbatasan penelitian ini adalah bahwa meskipun LAI telah layak uji pengaruh kemampuan membaca dan sikap membaca serta menunjukkan bahwa hasil penelitian signifikan secara statistik secara umum faktor afektif sikap membaca namun LAI tidak dapat dikembangkan dengan pendidikan jangka pendek. Apalagi berbeda dengan Korea yang menggunakan satu etnis dan satu bahasa ada batasan penggunaan alat evaluasi kemampuan membaca dan sikap membaca yang menyasar siswa kelas dua sekolah dasar yang belum mengenal bahasa Indonesia. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut diperlukan penelitian lanjutan jangka panjang untuk terus melakukan kelas pemanfaatan perpustakaan dan mengevaluasi kelangsungan kemampuan membaca dan sikap membaca. Selanjutnya perlu dikembangkan alat ukur yang dapat menilai kemampuan membaca dan sikap membaca yang mencerminkan karakteristik lingkungan sosial budaya dan pendidikan Indonesia yang unik. Melalui penelitian ini pengaruh kemampuan membaca dan sikap membaca LAI terbukti dan dengan harapan penelitian ini akan sangat mendukung dalam mencapai tujuan pendidikan yang dikejar oleh kebijakan revitalisasi perpustakaan sekolah Indonesia dan kebijakan pendidikan literasi (Gerakan litersai sekolah).