Tesis
Pengaruh latar belakang pendidikan, penghasilan orang tua, efikasi diri dan ketertarikan pada AI terhadap literasi AI siswa sekolah menengah di Lombok Timur / Saiful Hadi
Abstrak
Kemampuan untuk menggunakan Artificial Intelegence (AI) atau sering disebut dengan literasi Artificial Intelligence (AI) adalah skill masa depan yang harus dikuasai oleh setiap orang termasuk siswa sekolah menengah. Kesenjangan literatur Literasi AI di Lombok Timur khususnya yang fokus pada siswa sekolah menengah menimbulkan ruang kosong yang harus di isi. Karenanya penelitiaan tentang faktor-faktor yang memengaruhi Literasi AI di kalangan siswa sekolah menengah di Lombok Timur khususnya ketika meningkatnya adopsi teknologi AI di sektor pendidikan sangat diperlukan. Studi-studi sebelumnya telah mengidentifikasi berbagai faktor demografis dan psikologis secara terpisah namun terdapat kesenjangan dalam pemahaman mengenai pengaruh gabungan dari faktor-faktor tersebut dalam konteks lokal yang spesifik. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh simultan dari variabel latar belakang pendidikan Penghasilan orang tua efikasi diri dan ketertarikan pada AI terhadap tingkat literasi AI siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiaan survey yang menerapkan analisis data dengan desain regresi berganda hierarkis (hierarchical multiple regression). Sampel terdiri dari 339 siswa kelas XII dari enam SMA/SMK negeri di Kecamatan Selong yang dipilih melalui teknik proportional random sampling dari total populasi 2.240 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 4 poin untuk mengukur variabel literasi AI efikasi diri dan ketertarikan pada AI. Instrumen yang digunakan telah teruji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach s Alpha di atas 0 70 untuk semua variabel. Analisis data dilakukan melalui empat model regresi sekuensial setelah semua uji prasyarat analisis (normalitas linearitas multikolinearitas dan heteroskedastisitas) terpenuhi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sampel penelitian memiliki komposisi yang seimbang antara gender (53 4% perempuan) dan latar belakang pendidikan (50 7% SMK). Penggunaan AI di kalangan siswa didominasi oleh aplikasi praktis seperti Chatbot dan Penerjemah (keduanya 80%) dengan tujuan utama untuk mendukung kegiatan akademik seperti belajar (90%) dan mengerjakan tugas (82%). Secara umum tingkat literasi AI siswa berada pada level moderat dengan pemahaman tertinggi pada aspek etika AI dan terendah pada dampak sosial AI. Di sisi lain siswa menunjukkan tingkat efikasi diri yang tinggi dan minat yang positif terhadap AI meskipun minat tersebut lebih didasarkan pada kesadaran dan familiaritas daripada kepercayaan mendalam terhadap teknologi. Pengujian hipotesis melalui analisis regresi hierarkis menghasilkan temuan yang signifikan. Hasil secara konsisten menunjukkan bahwa model 1 yang menguji latar belakang pendidikan (SMA/SMK) memiliki pengaruh statistik terhadap literasi AI dengan nilai R2 0 023. Model 2 ketika variabel ke 2 ditambahkan setelah mengontrol pengaruh dari latar belakang pendidikan terbukti penghasilan orang tua memiliki pengaruh positif dan signifikan meskipun kontribusinya relatif kecil. Penghasilan orang tua menyumbangkan Delta R2 sebesar 0 012. Penambahan variabel efikasi diri secara dramatis meningkatkan kemampuan prediksi model. Pada model 3 penambahan efikasi diri memberikan pengaruh positif dengan meningkatnya nilai R2 menjadi 0 284 dan signifikan. Variabel efikasi diri menyumbangkan Delta R2 sebesar 0 249. Model final yaitu model ke 4 yang mengintegrasikan semua variabel mampu menjelaskan 41 % dari total varians literasi AI (R2 0 41). Variabel ketertarikan pada AI menyumbangkan Delta R2 sebesar 0 126. Hasil analisis ini menegaskan bahwa latar belakang pendidikan penghasilan orang tua efikasi diri dan ketertarikan pada AI secara bersama-sama merupakan prediktor yang kuat. Secara keseluruhan penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi AI adalah sebuah kompetensi multifaset yang yang dipengaruhi oleh banyak hal. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah dengan implikasi praktisnya adalah perlunya intervensi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada konten tetapi juga secara aktif membangun kepercayaan diri dan menumbuhkan minat siswa terhadap teknologi.