UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Representasi dimensi kompetensi anak pada tahap operasi konkret tentang wacana lingkungan / Ahsani Maulidina

Maulidina, Ahsani - Nama Orang;

Abstrak
Representasi kompetensi anak merupakan landasan fundamental untuk mengetahui perkembangan kemampuan anak baik pengetahuan kognisi afeksi ataupun sikap. Berdasarkan representasi kompetensi tersebut berbagai informasi tentang cara anak mengembangkan persepsinya terhadap realitas dan kompetensi anak dapat diketahui. Representasi kompetensi pengetahuan tentang wacana dapat memberikan gambaran yang jelas tentang cara anak-anak memahami konsep dasar lingkungan yang berada di sekitarnya. Selain itu representasi kompetensi kognitif dapat mengetahui tingkat pemahaman dan respon anak terhadap lingkungan sekitar. Representasi kompetensi afeksi yang dimiliki anak dapat memberikan gambaran informasi tentang hubungan emosional anak-anak terhadap lingkungan. Berikutnya represenatsi kompetensi sikap dapat memberikan gambaran eksplorasi yang kompleks mulai dari tingkat pengetahuan kognitif dan afeksi anak. Representasi dimensi kompetensi ini terlihat jelas dalam tuturan anak tahap operasi konkret. Hal tersebut karena anak pada tahap operasi konkret memiliki kepekaan terhadap lingkungan di sekitarnya sehingga mereka mulai mengembangkan kemampuan berpikir logis tentang dunia nyata. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi empat dimensi kompetensi dalam tuturan anak tahap operasi konkret berdasarkan perspektif engagement. Keempat kompetensi tersebut yaitu (1) pengetahuan (2) kognisi (3) afeksi dan (4) sikap. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lintas seksi (cross-sectional research). Selain itu penelitian ini juga menggunakan analisis wacana dengan menggunakan perspektif LFS pada ranah metafungsi interpersonal dalam teori appraisal dengan fokus engagement. Data penelitian ini berupa frasa kata klausa atau kalimat yang merepresentasikan dimensi kompetensi anak tentang lingkungan di sekitarnya. Sumber data penelitian ini adalah wacana tentang lingkungan yang dihasilkan dari tuturan anak-anak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik walk-and-talk yang dilengkapi dengan visual yang menggambarkan kondisi di sekitar kawasan Purwosari. Orientasi teoretis penelitian ini adalah teori dimensi kompetensi berdasarkan sudut pandang Bloom dan Kratwhol serta Simpson yang dianalisis dengan perspektif LFS terutama berfokus pada makna metafungsi interpersonal. Hasil dan temuan penelitian ini berdasarkan fokus penelitian terdiri atas empat. Pertama representasi kompetensi pengetahuan. Anak tahap operasi konkret usia 8 mdash 12 tahun merepresentasikan kategori faktual konseptual dan prosedural. Ketiga kategori tersebut disampaikan dengan menggunakan strategi penyampaian yang berbeda-beda pada setiap kategori kompetensi pengetahuan. Anak tidak hanya menyampaikan pengetahuan tetapi juga membangun posisi kritis terhadap sumber asumsi dan validitas informasi yang merupakan ciri perkembangan tingkat lanjut dalam konteks faktual. Anak tahap operasi konkret telah mampu menyampaikan pemahaman konseptual tentang lingkungan dengan cara yang beragam dan berkembang melalui strategi yang mencerminkan kemampuan berpikir analitis reflektif dan dialogis. Selain itu startegi penyampaian kategori prosedural merepresentasikan kemampuan untuk membedakan posisi pribadi dengan klaim yang disampaikan dan mencerminkan evaluasi kompetensi pengetahuan yang lebih reflektif. Kedua representasi kompetensi kognisi. Anak tahap operasi konkret merepresentasikan kognisi dengan mencerminkan kategori mengingat memahami mengapliaksikan menganalisis mengevalausi dan menciptakan. Kategori tersebut direpresentasikan dalam tuturan anak usia 8 mdash 12 tahun secara beragam. Keberagaman tersebut menunjukkan tingkat kompetensi yang dimiliki. Hal tersebut ditunjukkan juga melalui staretgi penyampaian yang digunakan anak-anak melalui pola struktur engagement. Kategori mengingat informasi tentang lingkungan mencerminkan tidak hanya mencakup isi pengetahuan tetapi juga ditunjukkan melalui cara mereka mengkomunikasikan ingatan tersebut baik secara terbuka personal maupun melalui referensi pada sumber yang mereka anggap sahih. Kategori memahami direpresentasikan anak dengan menunjukkan kesadaran epistemik yaitu kemampuan menyusun menyaring dan menggunakan informasi berdasarkan sumber otoritas dan posisi klaim secara reflektif. Kategori mengaplikasikan direpresenatsikan anak dalam tuturannya dengan menunjukkan kemampuan melaksanakan tugas atau prosedur yang telah diketahui dengan benar berdasarkan pemahaman prosedur yang telah diajarkan. Selain itu tuturan anak juga menunjukkan kemampuan menggunakan pengetahuan untuk menerapkan konsep atau aturan dalam situasi baru dan lebih kompleks. kategori menganalisis direpresentasikan anak tahap operasi konkret dengan menunjukkan kemampuan kemampuan membedakan bagian-bagian yang relevan dan tidak relevan dari informasi atau struktur yang lebih besar dan mengidentifikasi alasan atau sebab dari suatu tindakan atau fenomena berdasarkan bukti atau alasan logis. Kategori mengevalausi ditunjukkan anak dengan merepresentasikan tuturannya yang menunjukkan kemampuan memberikan penilaian berdasarkan kriteria tertentu dengan fokus pada kekuatan kelemahan atau efektivitas suatu gagasan karya atau argumen. Kognisi evaluasi ini terkait dengan menilai semua aspek fenomena atau kondisi dan bukan menilai norma atau tindakan. Kategori menciptakan ditandai dengan kemampuan menghasilkan ide atau alternatif solusi baru berdasarkan pemahaman yang ada. Hal tersebut menunjukkan temuan bahwa kognisi menciptakan masih dikuasai secara terbatas. Ketiga represenatsi afeksi. Kategori penerimaan direpresentasikan dalam tuturannya berupa kesiapan terlibat secara pasif tetapi aktif dalam hal memperhatikan dan menerima apa yang terjadi di sekelilingnya baik itu dalam bentuk instruksi diskusi atau pengalaman. Kategori kesiapan direpresentasikan anak dalam tuturannya dengan menunjukkan kesiapan terlibat aktif dalam aktivitas atas suatu fenomena atau rangsang tertentu dan mengikuti aturan atau instruksi dengan antusias. Kategori penialain ditunjukkan anak merepresentasikan kesiapan dalam menunjukkan sikap positif terhadap nilai atau norma yang berlaku di sekelilingnya. Kategori pengorganisasian dicerminkan dalam tuturan anak dengan menunjukkan kesiapan dalam mengintegrasikan nilai-nilai yang berbeda dan mengidentifikasi konflik nilai dan menyelesaikannya. Kategori terakhir karakterisasi direpresentasikan dalam tuturan anak tahap operasi konkret dengan mencerminkan kesiapan dalam membentuk pandangan hidup yang terintegrasi dengan nilai dan menginternalisasi nilai sebagai bagian dari kepribadian. Keempat kompetensi sikap. Anak tahap operasi konkret merepresentasikan kategori persepsi kesiapan respon terbimbing mekanisme respon terbuka yang kompleks dan adaptasi. Kategori persepsi direpresentasikan dalam tuturan anak yang menginterpretasikan informasi dari stimulus dan merespons terhadap stimulus atau objek. Strategi anak dalam menyampaikan sikap persepsi mengalami perkembangan bertahap dari bentuk eksploratif menuju afirmatif dan reflektif. Katgeori kesiapan dicerminkan dalam tuturannya yang menunjukkan kemampuan kontrastif. mencerminkan kesiapan fisik untuk bertindak dan kesiapan dalam mengikuti instruksi atau arahan. Akan tetapi juga ditemukan tuturan yang merepresentasikan kesiapan mental untuk bertindak dan emosional untuk bertindak. Anak dalam mengekspresikan kesiapan bersikap menunjukkan adanya pergeseran pola dari eksploratif menuju afirmatif dan kontrastif secara konsisten. Dalam tuturannya anak operasi konkret mencerminkan dalam tuturannya sikap yang menunjukkan memperbaiki kesalahan berdasarkan umpan balik dan menunjukkan peningkatan dalam respon terbimbing. Kategori respon terbimbing tampak adanya kecenderungan anak untuk meningkatkan kejelasan sikap afirmasi dan evaluasi dengan pola dominan pada penegasan klaim pribadi. Kategori mekanisme dicerminkan dalam tuturan anak kematangan sikap afirmatif di mana anak tidak hanya memahami mekanisme tetapi juga berani menyatakannya sebagai posisi personal yang kuat dan diyakini benar. Kategori adaptasi direpresentaikan dalam tuturan anak yang menunjukkan sikap memodifikasi keterampilan yang sudah dikuasai. Adaptasi dalam hal ini tidak bersifat kompromistis melainkan bersifat penegasan identitas sikap dalam situasi sosial atau komunikatif Secara keseluruhan penelitian ini menegaskan bahwa anak-anak usia 8 hingga 12 tahun berada dalam tahap perkembangan kompetensi berpikir kritis tentang memahami wacana lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut mencakup pengetahuan kognisi afeksi dan sikap. Tuturan anak tahap operasi konkret merepresentasikan kompetensi pengetahuan mulai dari pengetahuan faktual konseptual dan prosedural. Kompetensi kognisi direpresentasikan dalam kemampuan anak mulai dari mengingat memahami mengaplikasikan menganalisis mengevaluasi dan menciptakan. Kompetensi afeksi tercermin dalam tuturan anak mulai dari kesadaran untuk menunjukkan penerimaan partisipasi penilaian pengorganisasian hingga karakterisasi. Kompetensi terakhir adalah sikap yang merepresentasikan dari ketiga kompetensi sebelumnya. Kompetensi sikap ini tercermin dalam tuturan anak yang meunjukkan sikap persepsi kesiapan respon terbimbing respon terbuka yang kompleks dan adaptasi. Oleh karena itu anak tahap operasi konkret tidak hanya memahami isu-isu lingkungan secara faktual tetapi juga mulai berpikir reflektif mengembangkan sikap pro-lingkungan dan juga terlibat dalam tindakan nyata.


Informasi Detail
DDC
Rd 499.2210141 MAU r
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2025.
Deskripsi Fisik
xxi, 405 lembar : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00283/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2025
Subjek
1. BAHASA INDONESIA - WACANA
2. BAHASA INDONESIA - REPRESENTASI DIMENSI KOMPETENSI
3. NDONESIAN LANGUAGE - DISCOURSE

Pembimbing
1. Prof. Dr. Dawud, M.pd; 2. Dr. Martutik, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik