Tesis
Perbandingan pengaruh pembelajaran diferensiasi berbasis digital terstruktur dan tidak terstruktur terhadap prestasi belajar IPAS peserta didik sekolah dasar / Muhammad Isnin Hasanah
Abstrak
RINGKASAN Hasanah Muhammad Isnin. 2025. Perbandingan Pengaruh Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Digital Terstruktur Terhadap Prestasi Belajar IPAS Peserta Didik Sekolah Dasar. Tesis Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Tri Kuncoro ST. M.Pd (2) Prof. Dr. Toto Nusantara M.Si. Kata kunci pembelajaran diferensiasi digital terstruktur prestasi belajar IPAS gaya belajar sekolah dasar Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan prestasi belajar IPAS antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran diferensiasi berbasis digital terstruktur dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran diferensiasi berbasis digital tidak terstruktur (2) menguji perbedaan prestasi belajar IPAS berdasarkan gaya belajar peserta didik (visual auditori dan kinestetik) dan (3) mengetahui adanya interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar peserta didik terhadap prestasi belajar IPAS. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen nonequivalent control group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 44 peserta didik kelas IV SD Islam Sabilillah Malang dengan pembagian 22 peserta didik di kelompok eksperimen dan 22 peserta didik di kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar IPAS yang berbentuk soal pilihan ganda dan uraian. Instrumen penelitian telah divalidasi dan dinyatakan reliabel dengan nilai Cronbach rsquo s Alpha sebesar 0 747 yang menunjukkan konsistensi internal yang memadai. Analisis data dilakukan melalui independent sample t-test dan two-way ANOVA dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peserta didik yang mengikuti pembelajaran diferensiasi berbasis digital terstruktur mencapai rata-rata nilai 92 73 lebih tinggi dibandingkan kelompok yang mengikuti pembelajaran diferensiasi berbasis digital tidak terstruktur dengan rata-rata 87 59. Perbedaan sebesar 5 14 poin ini bermakna signifikan secara statistik (p 0 005 lt 0 05) sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran diferensiasi digital terstruktur lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar IPAS 2) terdapat perbedaan signifikan prestasi belajar berdasarkan gaya belajar (p 0 027). Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dan auditori menunjukkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik visual yang menegaskan bahwa modalitas belajar berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran IPAS 3) terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan gaya belajar (p 0 030). Hasil ini mengindikasikan bahwa efektivitas pembelajaran diferensiasi digital terstruktur sangat menonjol pada peserta didik kinestetik yang mampu mencapai rata-rata nilai 96 44 menunjukkan bahwa pembelajaran yang berbasis praktik simulasi dan pengalaman konkret memberikan dampak maksimal bagi kelompok ini.