Tesis
Implementasi video pembelajaran karakter pancasila (manusia Indonesia seutuhnya) untuk mengembangkan karakter pancasila siswa sekolah dasar / Ernawati Yuliana
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengembangkan karakter Pancasila pada siswa SD sebagai solusi atas masalah degradasi moral dan akhlak yang ada di SDN 8 Tumpakrejo demi mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya. Guna mengatasi kelemahan metode konvensional dan memanfaatkan karakteristik visual siswa intervensi dilakukan menggunakan media video pembelajaran animasi. Video ini dirancang untuk memfasilitasi penanaman nilai karakter dari kelima sila. Implementasi media ini berlandaskan pada Teori Kognitif Sosial Albert Bandura (prinsip observasi dan pemodelan) dan Teori Konstruktivisme Sosial Lev Vygotsky (pembelajaran melalui pengalaman konkret). Penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan efektivitas video dalam meningkatkan motivasi pemahaman kognitif dan perkembangan perilaku afektif siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan atau Action Research. Desain yang dipilih adalah model siklus Kemmis dan McTaggart (1988) yang merupakan pendekatan berulang dan kolaboratif. Alasan Pemilihan Action Research Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter Pancasila siswa SD melalui implementasi media video pembelajaran. Penelitian tindakan sangat sesuai karena fokusnya adalah memecahkan masalah praktis melakukan intervensi (tindakan) dan mengamati dampaknya secara siklus hingga tujuan peningkatan tercapai. Siklus Penelitian (Model Kemmis amp McTaggart) Setiap siklus tindakan terdiri dari empat tahapan yang saling berhubungan 1. Perencanaan (Planning) Merancang video dan instrumen. 2. Pelaksanaan (Acting) Mengimplementasikan video dalam pembelajaran. 3. Pengamatan (Observing) Mengumpulkan data tentang perubahan karakter dan efektivitas media. 4. Refleksi (Reflecting). Menganalisis hasil untuk merencanakan perbaikan di siklus berikutnya. Hasil dari Penelitian Tindakan (Action Research) Model McTaggart yang dilaksanakan di kelas 5 SDN 8 Tumpakrejo melibatkan 5 siswa dengan fokus pada implementasi video pembelajaran Karakter Pancasila Manusia Seutuhnya. Prosedur penelitian meliputi tahap Perencanaan (identifikasi masalah pembuatan video dan penyusunan instrumen) Pelaksanaan Tindakan (pemberian pretest penerapan video dan postest) Pengamatan (observasi partisipatif catatan lapangan dan rekaman video) serta Refleksi (analisis data untuk merencanakan siklus perbaikan). Penelitian menunjukkan adanya peningkatan perkembangan pemahaman karakter Pancasila siswa yang signifikan setelah implementasi video pembelajaran. Peningkatan ini diamati pada seluruh sila Pancasila (dari Sila I hingga Sila V). Secara keseluruhan data observasi dan wawancara menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran berhasil mengembangkan dan memperjelas pemahaman siswa terhadap makna hakiki dari karakter-karakter Pancasila. Pembahasan hasil penelitian dapat diketahui bahwa implementasi video pembelajaran karakter Pancasila terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman kognitif siswa sekaligus mengembangkan dimensi afektif mereka. Video yang menarik berhasil mengatasi kebosanan metode ceramah konvensional dan meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan ini didukung kuat oleh Teori Konstruktivisme Sosial Lev Vygotsky di mana visualisasi dan narasi membantu internalisasi konsep abstrak Pancasila. Selain itu perubahan sikap dan kemampuan siswa mencontohkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat mendukung Teori Kognitif Sosial Albert Bandura yang menekankan pentingnya observasi peniruan dan pemodelan dalam pembentukan perilaku karakter. Peningkatan pemahaman terjadi di seluruh sila mengubah pemahaman yang dangkal (misalnya empati adalah tidak tahu ) menjadi pemahaman yang kontekstual dan mendalam. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan video pembelajaran karakter Pancasila Manusia Indonesia Seutuhnya secara signifikan meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila pada siswa SD. Keberhasilan ini memperkuat peran video sebagai alat yang efektif untuk membentuk siswa yang berkarakter Pancasila yang sangat bergantung pada kualitas video peran aktif guru dan dukungan lingkungan belajar. Saran yang diajukan meliputi dorongan kepada guru untuk terus mengembangkan metode dan media pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan konsentrasi siswa serta ajakan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas lingkup kajian agar dihasilkan temuan yang lebih akurat.