Tesis
Pengaruh budaya kerja 5R, penerapan K3, dan prestasi prakerin terhadap kesiapan kerja siswa teknik kendaraan ringan di SMK Kabupaten Pasuruan / Wulandhari
Abstrak
Pendidikan vokasi berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Salah satu upaya peningkatan kualitas lulusan SMK adalah dengan memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa khususnya budaya kerja 5R (Resik Ringkas Rapi Rawat Rajin) penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta prestasi Praktik Kerja Industri (Prakerin). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh budaya 5R terhadap kesiapan kerja siswa Teknik Kendaraan Ringan di SMK Kabupaten Pasuruan (2) mengetahui pengaruh penerapan K3 terhadap kesiapan kerja (3) mengetahui pengaruh prestasi prakerin terhadap kesiapan kerja dan (4) mengetahui pengaruh ketiga variabel tersebut secara simultan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 292 siswa kelas XII dari tiga SMK Negeri binaan Daihatsu di Kabupaten Pasuruan yaitu SMKN 1 Purwosari (69 siswa) SMKN 1 Sukorejo (133 siswa) dan SMKN Winongan (90 siswa). Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik proportional random sampling sehingga diperoleh 169 siswa sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket budaya 5R angket penerapan K3 angket kesiapan kerja serta dokumentasi nilai prestasi Prakerin. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) budaya kerja 5R berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa (t 2.614 p 0.010) (2) penerapan K3 berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel dengan pengaruh paling besar (t 6.434 p 0.000) dan (3) prestasi prakerin juga berpengaruh positif dan signifikan (t 2.626 p 0.009). Secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa dengan nilai koefisien determinasi (R sup2 ) sebesar 0 592 yang berarti 59 2% variasi kesiapan kerja dapat dijelaskan oleh budaya 5R penerapan K3 dan prestasi Prakerin. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan kerja siswa SMK akan meningkat apabila penguatan budaya kerja penerapan K3 dan pengalaman Prakerin dijalankan secara terpadu. Oleh karena itu sekolah direkomendasikan untuk memperkuat implementasi budaya kerja 5R meningkatkan pelatihan K3 secara berkelanjutan dan mengoptimalkan pelaksanaan Prakerin melalui kerja sama intensif dengan industri. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan vokasi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten berdisiplin dan siap bersaing di dunia kerja.