Disertasi
Pengaruh project-based seamless learning terintegrasi ethnophysics dan physics self-efficacy terhadap kemampuan prosedural dan pemecahan masalah fisika / Sri Wahyu Widyaningsih
Abstrak
Kemampuan prosedural dan pemecahan masalah fisika peserta didik di daerah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran masih tergolong rendah. Faktor yang memengaruhi antara lain keterbatasan sarana dan prasarana belum optimalnya pemanfaatan waktu pembelajaran dan materi fisika belum disajikan secara kontekstual. Project-Based Seamless Learning (PjBSL) terintegrasi ethnophysics memungkinkan peserta didik mengakses materi melalui perangkat digital menyelesaikan proyek kontekstual dan belajar secara berkesinambungan di berbagai situasi. Strategi ini mendorong keterlibatan aktif eksplorasi ide dan penerapan konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan prosedural dan pemecahan masalah fisika. Penelitian ini diterapkan melalui quasi-experimental nonequivalent control group faktorial 2 times 2. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMAN 2 Manokwari pada semester gasal tahun ajaran 2025/2026 terdiri dari 53 orang di kelompok eksperimen dan 52 orang di kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi angket physics self-efficacy dan soal essai kemampuan prosedural dan pemecahan masalah fisika. Desain pembelajaran dan seluruh instrumen diuji coba terlebih dahulu sebelum digunakan. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian yaitu (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan prosedural antara kelompok PjBSL terintegrasi ethnophysics dengan PjBL terintegrasi ethnophysics (2) tidak terdapat perbedaan signifikan kemampuan prosedural antara peserta didik yang memiliki physics self-efficacy tinggi dengan rendah (3) tidak terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan physics self-efficacy terhadap kemampuan prosedural (4) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah fisika antara kelompok PjBSL terintegrasi ethnophysics dengan PjBL terintegrasi ethnophysics (5) tidak terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah fisika antara peserta didik yang memiliki physics self-efficacy tinggi dengan rendah dan (6) tidak terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan physics self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika. PjBSL terintegrasi ethnophysics efektif meningkatkan kemampuan prosedural dan pemecahan masalah fisika tanpa terpengaruh signifikan oleh physics self-efficacy. Penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan variabel moderator lain seperti self-regulated motivasi locus of control self-directed perseverance atau academic grit dan sebagainya untuk eksplorasi lebih luas dan mendalam.