Disertasi
Pengaruh pogil-based flipped classroom berbantuan virtual laboratory dan physics anxiety terhadap kemampuan menganalisis dan metakognitif / Irfan Yusuf
Abstrak
Teknologi mendukung proses pembelajaran namun ditemukan masih banyak menghadapi kendala. Pebelajar kesulitan memahami materi dan belajar mandiri. Kemampuan menganalisis dan metakognitif khususnya pebelajar di Papua masih rendah. Faktor penyebabnya yaitu kesulitan memahami fisika physics anxiety dan keterbatasan sarana praktik. Virtual Laboratory (V-Lab) memberikan pengalaman belajar interaktif. Model pembelajaran POGIL berbasis Flipped Classroom (FC) mendorong pebelajar belajar mandiri aktif berpartisipasi dan berkolaborasi. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh strategi POGIL-FC V-Lab dan physics anxiety terhadap kemampuan menganalisis dan metakognitif. Penelitian ini menggunakan desain yaitu quasi-experimental nonequivalent control group menggunakan rancangan faktorial 2 x 2. Subjek penelitian melibatkan 112 pebelajar kelas XII peminatan Fisika SMAN 2 Manokwari pada tahun ajaran 2025/2026 semester gasal. Jenis instrumen yang digunakan yaitu angket physics anxiety soal essai kemampuan menganalisis dan instrumen kemampuan metakognitif (soal essai pengetahuan metakognitif dan angket kesadaran metakognitif). Uji coba dilakukan terhadap desain pembelajaran dan seluruh instrumen yang digunakan. Teknik analisis data untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini yaitu Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan menganalisis pebelajar antara yang mengikuti model POGIL-FC berbantuan V-Lab dan model POGIL berbantuan V-Lab (2) tidak terdapat perbedaan signifikan kemampuan menganalisis pebelajar yang mempunyai physics anxiety rendah dan tinggi (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara model POGIL-FC berbantuan V-Lab dan model POGIL berbantuan V-Lab dengan physics anxiety terhadap kemampuan menganalisis (4) terdapat perbedaan signifikan metakognitif pebelajar yang mengikuti model POGIL-FC berbantuan V-Lab dan model POGIL berbantuan V-Lab (5) tidak terdapat perbedaan signifikan metakognitif pebelajar antara pebelajar yang mempunyai physics anxiety rendah dan tinggi (6) tidak terdapat pengaruh interaksi antara model POGIL-FC berbantuan V-Lab dan model POGIL berbantuan V-Lab dengan physics anxiety terhadap metakognitif. Pembelajar disarankan menerapkan POGIL-FC V-Lab untuk meningkatkan kemampuan menganalisis dan metakognitif menciptakan lingkungan belajar inklusif dan mengaitkan materi dengan konteks lokal. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel moderator lainnya selain physics anxiety seperti motivasi self-regulated learning dan lainnya untuk mengidentifikasi faktor kondisi lainnya.