Tesis
Analisis geokimia dan suseptibilitas magnetik pasir pantai sebagai proxy geologi kegempaan pantai Jawa Timur bagian selatan / Shofi Maulida
Abstrak
Pasir pantai merupakan salah satu komponen penting dalam ekosistem pesisir yang memiliki komposisi geokimia yang bervariasi. Karakteristik geokimia dan suseptibilitas magnetik material pasir pantai di Jawa Timur bagian selatan bervariasi berdasarkan sumber material asalnya serta dipengaruhi oleh aktivitas geologi dan kegempaan di wilayah tersebut. Potensi kandungan geokimia di setiap lokasi pantai diperkirakan berbeda bergantung pada proses sedimentasi transportasi dan pengayaan mineral yang terjadi. Oleh karena itu penelitian ini berfokus untuk mengetahui kelimpahan kandungan geokimia dan hubungan antara sifat magnetik pasir pantai dengan intensitas kegempaan dengan metode integrasi XRF (X- Ray Fluorescence) untuk mendapatkan data senyawa dan data suseptibilitas magnetik dari Bartington MS2B. Sampel yang diambil berupa pasir yang berada dipesisir pantai. Sampel diambil dari 6 lokasi berbeda yaitu WA (Pantai Wedi Awu Kab. Malang) LGSN (Pantai Lenggoksono Kab. Malang) PG (Pantai Gurah Kab. Blitar) GM (Pantai Gondo Mayit Kab. Blitar) PP (Pantai Prigi Kab. Trenggalek) PS (Pantai Srau Kab. Pacitan). Sampel yang sudah di preparasi akan dilakukan uji kandungan senyawa dan pengukuran suseptibilitas magnetik. Hasil suseptibilitas magnetik frekuensi rendah yang telah didapatkan yaitu WA (2579 42 times 10 m sup3 /kg) LGSN (503 85 times 10 m sup3 /kg) PG (1685 85 times 10 m sup3 /kg) GM (25 24 times 10 m sup3 /kg) PP (895 15 times 10 m sup3 /kg) dan PP (21 16 times 10 m sup3 /kg). Disisilain hasil kandungan senyawa yang terdeteksi dengan pungujian XRF yaitu WA (SiO2 75 35% dan Fe O (13 75%) LGSN (SiO2 79 60% dan Fe O (12 65%) PG (CaO 37 96% dan Fe O 21 74%) GM (CaO 95 32%) PP (SiO 53 23% dan Fe O 27 43%) PS CaO (95 83%). Hasil dari suseptibilitas magnetik menunjukkan bahwasanya sifat fisik dapat mempengaruhi nilai suseptibilitasnya seperti pada WA LGSN PG dan PP. Suseptibilitas sedang ndash tinggi pada rentang (503 85 ndash 2579 42 times 10 m sup3 /kg) memberikan warna pasir lebih gelap. Sedangkan pada GM dan PS dengan rentang nilai suseptibilitas (21 16 ndash 25 24 times 10 m sup3 /kg) warna pasir lebih terang. Hasil korelasi lf menunjukkan bahwasanya berkorelasi kuat dengan senyawa ndash senyawa oksida logam transisi yang memiliki sifat magnetik dan berkorelasi negative dengan oksida non-magnetik. Daerah dengan nilai chi lf tinggi dan kandungan mineral magnetik signifikan umumnya berada di sekitar segmen pesisir yang berdekatan dengan pusat aktivitas gempa menengah hingga kuat. Hal ini memperkuat potensi penggunaan analisis suseptibilitas magnetik dan geokimia sebagai indikator tidak langsung (proxy) dalam studi geologi kegempaan.