Tesis
Analisis Rare Earth Element (REE) dan suseptibilitas magnetik serta korelasinya dengan aktivitas seismik di pesisir selatan Jawa Timur / Yensi Hariyanto Tue
Abstrak
Pesisir selatan Jawa Timur merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi akibat subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia yang memicu proses magmatisme hidrotermal dan deformasi batuan. Proses-proses ini berpotensi memengaruhi distribusi rare earth element (REE) dan sifat magnetik material geologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara kandungan REE parameter suseptibilitas magnetik dan aktivitas seismik di daerah Lenggoksono dan sekitarnya. Pengambilan sampel dilakukan pada lima lokasi yang terdiri dari batuan beku pasir pantai dan sedimen sungai. Analisis geokimia unsur mayor minor dan REE dilakukan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) dan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). Kandungan REE dianalisis untuk memisahkan light rare earth elements (LREE Ce La Nd Pr) dan heavy rare earth elements (HREE Gd Dy Yb Lu). Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington Magnetic Susceptibility Meter (MS2B) dilakukan pada frekuensi rendah ( chi lf) dan tinggi ( chi hf) untuk menghitung frequency-dependent susceptibility ( chi fd). Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan beku Lenggoksono memiliki kandungan LREE yang relatif tinggi dengan nilai Ce berkisar antara 15 42 ndash 28 76 ppm (rata-rata 22 84 ppm) La antara 7 12 ndash 12 54 ppm Nd antara 5 48 ndash 9 36 ppm dan Pr antara 1 14 ndash 2 38 ppm. HREE memiliki konsentrasi lebih rendah dengan Gd berkisar 1 26 ndash 2 18 ppm dan Yb antara 0 42 ndash 0 91 ppm. Pola distribusi ini memperlihatkan enrichment LREE yang mengindikasikan pengaruh magmatisme busur vulkanik pada zona subduksi. Nilai chi lf pada sampel bervariasi antara 120 times 10 m sup3 /kg hingga 780 times 10 m sup3 /kg sedangkan nilai chi fd berkisar antara 1 8% hingga 8 6%. Nilai chi fd tertinggi ditemukan pada sampel yang berdekatan dengan jalur sesar aktif mengindikasikan dominasi mineral ferrimagnetik berbutir halus yang kemungkinan terbentuk akibat proses tektonik dan aktivitas hidrotermal. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif antara total LREE dan chi lf (r ndash 0 62) di mana titik dengan nilai suseptibilitas tinggi cenderung memiliki kandungan LREE rendah dan sebaliknya. Pemetaan spasial berbasis interpolasi memperlihatkan distribusi tidak seragam baik pada nilai suseptibilitas magnetik maupun kandungan REE. Area dengan nilai chi fd tinggi umumnya berasosiasi dengan jalur sesar sedangkan zona dengan kandungan LREE tinggi tersebar pada lokasi yang relatif jauh dari sesar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi data REE dan suseptibilitas magnetik dapat menjadi indikator potensial untuk mengidentifikasi proses tektonik dan aktivitas kegempaan pada wilayah pesisir selatan Jawa Timur yang aktif secara geologi.