Tesis
Dampak pembelajaran phenomenon based learning disertai formative feedback terhadap kemampuan penalaran ilmiah dan berpikir kritis siswa pada materi hukum newton / Nur Azizah
Abstrak
Abad 21 dalam bidang pendidikan menuntut siswa memiliki kemampuan essensial yaitu kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah. Pada penelitian sebelumnya memaparkan beberapa model pembelajaran masih belum mampu dalam membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua indikator kemampuan berpikir kritis dan penalaran ilmiah masih rendah salah satunya karena pendekatan pembelajaran yang kurang mendorong keterlibatan aktif dan reflektif. Untuk mengatasi hal tersebut model Phenomenon Based Learning dapat menjadi solusi yang relevan karena berbasis pada fenomena nyata dan mendorong siswa untuk mengeksplorasi menganalisis serta memecahkan masalah secara kontekstual melalui pembelajaran aktif. Agar proses belajar lebih terarah dan pemahaman siswa tervalidasi diperlukan formative feedback yang berkelanjutan. Oleh karena itu integrasi Phenomenon Based Learning dan formative feedback menjadi strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan penalaran ilmiah dan berpikir kritis siswa secara lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain embedded di mana data kuantitatif menjadi fokus utama dan data kualitatif berperan melengkapi temuan. Secara kuantitatif penelitian menerapkan Nonequivalent Control Group Design pada dua kelas yang dipilih melalui cluster random sampling yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran Phenomenon Based Learning dengan formative feedback dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional kemudian dianalisis melalui uji normalitas homogenitas uji perbedaan serta perhitungan effect size. Secara kualitatif penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi melalui wawancara observasi dan dokumentasi yang dipilih secara purposive sampling untuk menggali pengalaman siswa selama pembelajaran kemudian dianalisis melalui reduksi data pengkodean dan interpretasi pola. Instrumen penelitian meliputi tes penalaran ilmiah tes berpikir kritis lembar observasi dan pedoman wawancara yang telah divalidasi serta diuji reliabilitasnya sehingga data yang diperoleh dapat menggambarkan secara komprehensif pengaruh penerapan Phenomenon Based Learning dengan formative feedback terhadap peningkatan kemampuan penalaran ilmiah dan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika menggunakan model Phenomenon Based Learning dengan formative feedback secara signifikan memiliki dampak terhadap kemampuan penalaran ilmiah dan berpikir kritis siswa pada materi Hukum Newton. Dampak pembelajaran terlihat dari perbedaan kemampuan penalaran ilmiah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol di mana kelas eksperimen menunjukkan capaian yang lebih unggul. Hasil analisis juga memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa ditandai dengan kemampuan kelas eksperimen yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa model Phenomenon Based Learning tidak hanya mampu memperkuat penalaran ilmiah pada berbagai aspek seperti Conservational Reasoning Proportional Reasoning Control of Variables Probabilistic Reasoning Correlational Reasoning dan Hypothetical-Deductive Reasoning tetapi juga mempengaruhi keterampilan berpikir kritis pada indikator Interpretation Analysis Inference Evaluation Explanation dan Self-Regulation. Secara keseluruhan pembelajaran Phenomenon Based Learning yang dipadukan dengan formative feedback terbukti memberikan dampak yang kuat dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa melalui keterlibatan aktif dalam observasi fenomena analisis data dan perbaikan pemahaman dari umpan balik secara berkelanjutan.