Tesis
Hubungan antara kompetensi guru dan hasil belajar bahasa Inggris SMP Negeri Kabupaten Rembang Jawa Tengah / oleh Harsono Tjokrosujoso
Abstrak
HUBUNGAN ANTARA KOMPP TENSI GURU DAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIs SISWA SMP NvGERI KABUPATEN REMBANG JAWA TFNGAH oleh HARSONO TJOKROSUJOSO Tujuan pengajaran BI di Iledonesia pada umumnya dan dl SMP pada khususnya 1alah penguasaan working knowledge of Englieh yang terdiri dari kemampuan membaca kemampuai temahami bahasa lisan kemampuan menulis dan kemampuan berbicara BI sederhana. Untuk keperluan itu slswa SMP diharapkan dapat mengu-asai 1000 kosakata dan poln kalimat sederharaa Blo Mamun dalam kenyataan tujuAn tereebut maslh jauh dari yang diharapkax. Telah banyk fakta dan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pengua-saan BI siswa SMP masih sangat rendah. Oleh karena itu timbullah pertanyaan faktor-faktor apa-kah yang mungkin dapat mempengaruhl dan menjadi sebab ketidak berhasllan Gi6Vit SMP belajar BI. Menurut para ahli pendidlkan dan pengajaran ada banyak faktor yang mungkin dapat mempengaruhi hasil belajar siswa namun secara garis besar dapat digolongkan menjad1 empat variabel yaitu faktor proses belajar mengajar di dalam kelas faktor guru faktor aiswa d amp A faktor lingkungan. Penelitian ini tidak menelitl seluruh faktor yam dapat rempengaruh1 hasil belajar slswa namun hanya nerbatasi pada faktor guru. Faktor guru inipun masih dibatasi lagi pada faktor kompetensi guru yang terd1r1 dari penguasaan BI guru kemampuan guru membuat Satpel dan kemampuan guru melakukaz PBM di dalam kelas. Penelitlan ini bertujuan untuk mengetahul apakah ada hu-bungan antara kompetenui guru toroebut dengan haeil belajar BI siswa. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka dirumuskanlah sembilan hipotesis nol yang pada dasarnya mengatakan bahwa ti-dak ada hubungan yang signifikan antara kompetensi guru dan ha-belajar BI siswa SMP. Subjek penelitian lni ialnh 14 SMP Negeri yang ada di Ka-bupaten Rembang. Dari masing-masing SMP diambil satu kelas I yangibrdiri dari rata-rata 40 siswa secara acak. Sehingga jumlah siewa seluruhnya ada 560 orang. Disamping itu juga diambil seo-rang guru BI kelas I darl masing-masing SMP yang secara kebetulan hanya ada satu guru BI kelas I dl masing-masing SMP. Iistrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah (1) tes kemampuan berbahasa Inggris untuk memperoleh data kemam-puan berbahasa Inggris guru. Tes ini terdiri dari tes rumpang. (2) Tes has11 belajar bahasa Inggris yang digunakan untuk memperoleh data hasil belajar BI siswa. Tes 1n1 terdiri dari tes ke-mampuan mombaca dan tes structure yang didasarkan atas GBPP bahasa Inggris SMP. (3) TPAI yang digunakan untuk memperoloh data kemampuan guru membuat Satpel dan mengelola PBM di dalam kelas.Data dikumpulkan pada bulan Maret dan April 1986 oleh peneliti sendiri. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi roduct momentt korelasi tata jea-jangt korelasi gandat dan perbe aan besarnya koefisien korelasi. Hasil analisis data untuk mensuji hipotesis nol menunjuk-kan bahwa semua hipotesis nol diterima. Inl berarti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar BI siswa. Hasil penolitian ini ternyata tidak sojalan dengan teori yang dikembangkan oleh Dunkin dkk. yang mengatakan bahwa kompe-tensi guru merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi haail belajar SiSWA Untuk menjelaskan ha1 ini mungkin dapat di-Twaakan teori LAD dari Chomsk y atau teri LLD dari Macnamarat yang mengatakan bahwa untuk belajar bahasa kita memilikl alat khusus yang ada di dalam otak klta yang berlaiax dengan alat yang digunakan untuk belajar hal-hal lain. Untuk keperluan itu perindiadakan penelitian lebih lanjut mengenai keberadaan LAD dan faxgsinya dalam belajar bahasa. Pada akhirnya disarankan agar diadakan penelitiax repli-kasi untuk menguji dan memantapkan hasil ponelitian ixi di tem-pat laint menging.at subjek penelitian ini hanya terbatas di SMP Negeri yang ada di Kabupaten Rembang. Selanjutnya juga perlu di-adakan penelitian lanjutan untuk meneliti pengaruh variabel-va-riabel laint seperti faktor siswa dan lingkungan terhadap hasil belajar BI aiswa. Disamping itu juga disarankan agar diadakan penixjauan kembali terhadap keharusan guru membuat Satpel saca-ra rinci yang memberatkan guru. Sebaiknya Satpel dibuat secara ringkast sederhana dan hanya memuat garis besar rancangan pengajaran saja. Karena ternyata bahwa penguasaan BI guru tidak berkorelasi dengan hasil belajar BI siewat maka d.isarankan agar dalam menyusun kurikulum program D dan Dlt khususnya di jurusan BI IKIP dan FKG untuk tidak terlalu membebani mahasiswa dengan terlalu banyak mata kuliah pendalaman dengan mengurban kan matakuliah yang berhubungan langsung dengan tugannya di SMP. Sebaiknya dalam menyusun kurikulum LPTK diatur sedemiklan rupa sehingga terdapat keseimbangan antara matakuliah PBMt matakull-ah bidang studi yang berhubungan langsung dengan tugasnya di lapangan dan matakuliah bidang studi pendalaman.