Tesis
Urutan perolehan struktur kalimat bahasa Indonesia siswa berusia remaja dan dewasa awal yang berbahasa ibu bahasa Jawa / oleh Luluk Sri Agus Prasetyoningsih
Abstrak
ABSTRAK URUTAN PEROLEHAN STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA SISWA BERUSIA REMAJA DAN DEWAPA AWAL YANG BERBAHASA IBU BAHASA JAWA Tesis Pendidikan Bahasa Fakultas Sarjana IKIP MALANG Luluk Sri Agus Prasetyoningsih Masalah pokok penelitian ini adalah bagaimanakah urutan perolehan struktur kalimat bahasa Indonesia tulis siswa remaja dan dewasa awal yang berbahasa ibu bahasa Jaws. Untuk menjawab masalah itu diajukan hipotesis kerja yaitu ada perbedaan urutan perolehan struktur kalimat bahasa Indonesia siswa remaja dan dewasa awal yang berbahasa ibu bahasa Jawa. Populasi sasaran penelitian ini adalah seluruh siswa S.D. PAMONG yang berbaha ibu bahasa Jaws. Sampel penelitian sebanyak 49 orang siswa S.D. PAMONG di Kabu-paten Malang. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik sampel bertujuan atau pertimbangan. Ada sejumlah 15 struktur fungsional kalimat dan 9 struktur kategorial kalimat bahasa Indonesia diidentifikasi untuk diketahui urutan perolehannya. Instrumen penelitian yang digunakan untuk menjaring data struktur kalimat adalah tes mengarpng terbimbing dengan stimulus gambar berseri. Siswa sampel ditugasi untuk menceritakan gambar berseri dalam baheisa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan mellggunakan Metode skor kelompok dengan pemberian Bkor peintobotan. (Dulay 1982). Untuk mengetahui perbedaan urutan perolehan struktur kalimat siswa remaja dan dewasa awal menggunakan teknik analisis korelasi tata jenjang Spearman. Melalui analisis data ditemukan (1) ada urutan umum perolehan struktur kalimat bahasa.IndoneSia tulis siswa remaja dan dewasa awal yallgberbahasa ibu bahasa Jawa. (2) Tidak ada perbedaan urutan perolehanIcaliMat-bahasa Indonesia tulis siswa remaja dan dewasa awal yang berbahasa ibu bahasa Jaws. Jadi hipotesiS kerja yang diajukan dalam penelitian ini tidak diterima. Temuan penelitian ini dapat mendUkung teori belajar bahasa kognitif (cognitive-code learnin ) sebagai bukti siswa sampel mampu mempelajaTi mdash b7hasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Temuan penelitian ini dapat- Ula mendu-kung teori pembentukan kreatif yang dikeakanDtday dan Burt (1978). Sebagai bukti siswa bull OfaMpel peneliti-an ini mempunyai kemampuan untuk memalitimi dan mengha-silkan kalimat-kalimat bahasa Indonesia bull liO dengan berbagai struktur kalimat. Keseluruhan- temuan penelitian ini menunjukkan bahwa usia pembelajar terhyata tidak menentukan urutan perolehan bahasa-kedua.- Dari temuan-temuan penelitian ihi akhirnya perlu disampaikan-saran-saran kepada beber414 piTijAk yang berkepentingan. Para guru bahas.0 IndOneSit-p-at 6-penyusun buku teks dan model bahasa Indonesia dOt-patti-penyusun kurikulum bahasa Indonesia di Sekolah hehdaknya dalam menyajikan dan menyusun bahan peltahtata klimat memperhatikan urutan perolehan b8ha kedua para siswa. Khususnya untuk guru bahasa md o ia di Sekolah Dasar hendaknya sering memberi 1atihIatihan dan tugas kepada kepada para siswa yang berkenaan cletgah peMbentukan kata dan penyusunan kata-kata dalam kalimat. Karena telah diketahui bahwa kualitas perolehan bOhasa kedua siswa masih rendah. Penyusunan buku teks dan Modul bahasa Indonesia di S.D. PAMONG hendaknya didasarkan atas kuri-kulum yang berlaku di S.D. Demikian puIa pihak pelak-sana S.D. PAMONG hendaknya menyesuaikan kurtkulum yang berlaku di S.D. Calon peneliti disarankan agar mengembangkan penelitian yang serupa dengan ini tetapi dengan mengontrol variabel-variabel lain yang diduga tenentukan urutan perolehan struktur kalimat bahasa kedua.