Skripsi
Pemetaan perubahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kontribusinya sebagai kawasan resapan air hujan untuk imbuhan air tanah di Kota Malang / oleh Ayu Hana Proboyanti
Abstrak
Ruang terbuka hijau di kota Malang yang berfungsi sebagai kawasan resapan air hujan perlu dipertahankan luasannya karena akan berperan terhadap pengurangan banjir atau genangan tidak wajar pada musim penghujan dan mempunyai potensi untuk imbuhan air tanah pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan ruang terbuka hijau di kota Malang dari tahun 1995 sampai 2005 mengetahui kapasitas infiltrasi dan agihan kapasita infiltrasi serta kontribusi ruang terbuka hijau tersebut untuk imbuhan air tanah di kota Malang. Jenis penelitian ini adalah survey dengan pengukuran langsung dalam hal ini kapasitas resapan air hujan (infiltrasi) ruang terbuka hijau di kota Malang. Metode pengambilan sampel pengukuran kapasitas resapan air hujan (infiltrasi) menggunakan metode purposive sampling yaitu perubahan ruang terbuka hijau di kota Malang. Untuk mengetahui alih fungsi atau perubahan ruang terbuka hijau dan eksisting ruang terbuka hijau digunakan metode overlay peta (tumpang susun) kemudian analisis data untuk mengetahui nilai kapasitas resapan air hujan (infiltrasi) dihitung dengan menggunakan metode Horton yang kemudian dipresentasikan agihannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan penyusutan ruang terbuka hijau kota Malang tahun 1995 sampai 2005 sebesar 4 6% dari total luas ruang terbuka hijau kota Malang tahun 1995. Kapasitas infiltrasi kota Malang bervariasi kapasitas infiltrasi tertinggi di Hutan Arjosari Blimbing sebesar 1797 81 cm/hari sedangkan kapasitas infiltrasi terendah pada Taman Serayu yaitu sebesar 30 64 cm/hari. Tingkat infiltrasi kota Malang termasuk kelas sangat tinggi atau 53 mm/jam hal ini menunjukkan bahwa kota Malang merupakan daerah resapan air yang sangat baik. Total kontribusi ruang terbuka hijau dengan luas keseluruhan 49277 5 m2 memberikan supplay air tanah sebesar 13594 536 m3/jam. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan ruang terbuka hijau yang ada di kota Malang untuk tetap dipertahankan bahkan menambah tanaman karena ruang terbuka hijau akan berperan terhadap pengurangan banjir atau genangan tidak wajar pada musim penghujan dan mempunyai potensi untuk imbuhan air tanah pada musim kemarau. Penelitian lebih lanjut mengenai ruang terbuka hijau kota Malang yang berfungsi sebagai kawasan resapan air hujan disarankan menggunakan metode dengan tidak menggenangkan air metode plot misalnya dan mengambil lokasi pengukuran infiltrasi di ruang terbuka hijau yang sudah ditetapkan oleh dinas pertamanan sebagai daerah resapan air.