Skripsi
Pemahaman dan pendapat guru matapelajaran kertakes tentang kurikulum berbasis kompetensi tingkat SMP Negeri Kota Malang / oleh Ika Nadhia Krisna Muktiputri
Abstrak
Tahun pelajaran 2004-2005 pendidikan mengalami perubahan kurikulum yang dinamakan Kurikulum Berbasis Kompetensi atau Kurikulum 2004. Kurikulum ini memiliki peluang seluas-luasnya kepada guru untuk memilah dan memberi prioritas kompetensi yang akan dicapai oleh siswa. Namun hal ini ditanggapi pro dan kontra oleh sebagai guru yang pada kenyataannya pada saat penerapannya mengalami kesulitan baik secara teori maupun praktek. Padahal guru setidaknya memahami dan mengenal seluk beluk kurikulum ini karena tingkat pemahaman dan pendapat guru sangat penting pengaruhnya terhadap pelaksanaan kurikulum ini. Pemahaman adalah pengatahuan individu atau masyarakat mengenai sesuatu yang dijadikan pegangan dengan tujuan untuk mengerti sesuatu. Sedangkan pendapat atau opini dinilai sebagai jawaban yang diucapkan yang diberi oleh individu terhadap suatu rangsangan atau situasi yang mengemukakan beberapa pertanyaan yang dipermasalahkan. Kedua hal sangatlah diperlukan dan perlu dipegang teguh untuk seorang guru dalam penerapan kurikulum yang berlaku saat ini. Baik secara konsep yang diikuti prinsip pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi dalam KBK (Kurikulum 2004) dalam matapelajaran Kertakes disertai dengan perangkat pembelajaran guna menilai atau mengetahui prestasi siswa demi kemajuan kecerdasan siswa. Penelitian deskriptif ini populasinya mengambil di SMP Negeri Kota Malang dengan sampel guru matapelajaran Kertakes sebanyak 12 orang. Data yang diambil menggunakan kuisoner atau angket. Hasil penelitian dilihat dari analisis rata-rata untuk pemahaman guru matapelajaran Kertakes Tingkat SMP Negeri Kota Malang 47 10% responden paham dibandingkan 1 66% responden kurang paham. Sedangkan untuk pendapat dilihat dari analisis rata-rata guru matapelajaran Kertakes Tingkat SMP Negeri Kota Malang 54 75% responden berpendapat baik/paham dibandingkan 1 19% responden memberikan penilaian negative terhadap Kurikulum KBK. Berdasarkan hasil penelitian diatas dijelaskan bahwa pemahaman dan pendapat guru tentang Kurikulum KBK cenderung memahami dan mengenal serta berpendapat baik dengan penerapan secara teori maupun praktek. Meski pada kenyataannya mengalami kesulitan dalam memebrikan materi Kertakes namun hal ini bisa disiasati dengan cara bekerja sama sesaman guru. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa (1) sebagian besar guru memahami tentang Kurikulum KBK (2) sebagian besar guru memahami tentang perangkat KBK dan (3) sebagian besar guru berpendapat dan menyambut antusias serta berpandangan baik terhapad pembelakuan KBK.