Skripsi
Deskripsi perbandingan raihan prestasi belajar siswa dalam program diklat produktif berdasarkan orientasi lokus kendali : studi pada siswa kelas 2 Program Keahlian administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Malang / oleh Aan Fardani Ubaidillah
Abstrak
Lokus kendali adalah kecenderungan keyakinan dan persepsi terhadap penyebab keberhasilan dan kegagalan dalam peristiwa yang dialami oleh seseorang. Sebagai bagian dari aspek kepribadian lokus kendali merupakan salah satu faktor yang turut memberikan pengaruh terhadap tinggi rendahnya raihan prestasi belajar seorang siswa. Orientasi lokus kendali terbagi menjadi dua arah yakni internal dan eksternal. Dengan dasar tersebut lokus kendali dalam penelitian ini dikaji untuk melihat kecenderungan keyakinan dan persepsi siswa dalam menanggpi raihan prestasi belajar mereka dalam program diklat produkif. Selanjutnya mendapatkan gambaran prestasi mana yang lebih tinggi diantara kedua kelompok orientasi lokus kendali tersebut. Penelitian ini sekaligus merupakan upaya pembuktian kesesuaian teori bahwa jika didasarkan karakteristik yang ditunjukkan siswa yang memiliki orientasi lokus kendali internal lebih berpotensi untuk meraih prestasi belajar lebih tinggi dibanding siswa yang berorientasi lokus kendali eksternal. Untuk mengetahui orientasi lokus kendali siswa digunakan Skala Internal-Eksternal yang dikembangkan oleh Rotter. Sementara pretasi belajar diukur dengan berpatokan pada nilai rata-rata siswa dalam program diklat produktif selama 2 semester. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai perbedaan tingkat pretasi belajar siswa dilihat dari orientasi lokus kendali siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang dilaksankan di SMK Negeri 1 Malang antara kurun waktu bulan Nopember sampai dengan Desember 2006 dengan mengambil populasi seluruh siswa kelas 2 Program Keahlian Administrasi Perkantoran sebanyak 75 orang siswa. Metode analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas tipe orientasi lokus kendali siswa kelas 2 Apk SMK Negeri 1 Malang tahun pelajaran 2006/2007 adalah internal dimana dari total 75 orang siswa populasi penelitian sebanyak 46 orang siswa berlokus kendali internal (60%) 26 orang siswa berlokus kendali internal (36%). Sementara 3 orang siswa yang lain (4%) belum diketahui tipe orientasi lokus kendalinya karena ketiganya alpha dalam penelitian. hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa prestasi belajar yang diraih oleh siswa yang tergolong dalam kategori berorientasi lokus kendali internal lebih tinggi dibanding siswa dari kelompok eksternal. Meski lebih tinggi namun beda nilai rata-rata total amatlah tipis yakni 0 38 beda nilai ini dipandang kurang memberikan arti. Hal ini dinilai memiliki kaitan dengan proses seleksi awal penerimaan calon siswa baru SMK Negeri 1 Malang dimana para calon siswa tersebut harus dapat memenuhi kriteria prestasi yang ditetapkan yang harus dicapai melalui tes masuk tersebut. Di lain pihak tipisnya beda nilai tersebut sekaligus membuktikan dua hal yakni (1) meratanya kemampuan siswa dan (2) keberhasilan pihak sekolah dalam menekan kesenjangan nilai yang diantisipasi sejak awal melalui saringan tes masuk sekolah tersebut. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini Saran penting direkomendasikan pada seluruh pengambil kebijkan di SMK Negeri 1 Malang baik Kepala SMK Kaprog Adminstrasi Perkantoran dan terutama guru mata diklat produktif agar berkoordinasi untuk memberikan putusan penerapan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tipe lokus kendali siswa. Tentunya hal ini bertujuan agar para siswa dari kedua kelompok tersebut berkesempatan untuk meraih prestasi yang mampu bersaing. Beberapa alternatif metode yang diterapkan dapat mengacu pada model pembelajaran individual-sosial model pembelajaran yang dikembangkan melalui Conceptual System Changer-Hunt atau model Purposeful Learning. Sedangkan untuk penelitian lanjutan yang berkaitan dengan hal ini disarankan mengkaji keterkaitan lokus kendali dengan aspek lain dari diri siswa seperti motivasi persepsi gaya belajar dan lain-lain atau bisa jadi melakukan kajian yang lebih komprehensif. Disamping itu penelitian yang melibatkan variabel lokus kendali lebih cocok dirancang sebagai penelitian korelasional tema menarik yang dapat dikaji diantaranya adalah komparasi antara Locus of Control dengan Multiple Intelligence yang dikembangkan oleh Howard Gardner. Maka untuk ke depan disarankan pada peneliti lain agar mendesain rancangan penelitian korelasional jika berminat mengkaji permasalahan lokus kendali.