Skripsi
Studi tingkat pemahaman konsep materi dan perubahannya secara mikroskopis dan mikroskopis siswa SMP Negeri se-Kota Malang / oleh Nisa Ainur Arfi
Abstrak
Ilmu kimia memiliki tiga aspek yang saling menunjang yaitu aspek makroskopis mikroskopis dan simbolik. Agar kimia dapat dipahami dengan baik siswa harus dapat mengaitkan ketiga aspek tersebut. Penggunaan gambaran mikroskopis merupakan upaya untuk mengkongkritkan obyek yang abstrak. Dalam kenyataannya kimia menjadi sangat sulit bagi siswa karena dalam pembelajaran sains (kimia) di SMP guru-guru jarang menggunakan gambaran mikroskopis sedangkan gambaran mikroskopis melibatkan taraf berpikir formal. Kemampuan dalam memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak dapat tercapai bila seorang individu telah mencapai tingkat kemampuan berpikir formal. Namun dalam beberapa penelitian menyimpulkan bahwa kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai taraf berpikir formal. Sehingga mereka mungkin akan menemui kesulitan dalam memahami materi ilmu kimia yang sifatnya abstrak tersebut. Penggunaan gambaran mikroskopik dapat membantu siswa dalam memahami materi kimia yang abstrak. Berdasarkan alasan tersebut maka sangat penting untuk mengkaji tingkat pemahaman dan gambaran pemahaman siswa SMP Negeri se-Kota Malang terhadap konsep materi dan perubahannya pada tingkat makroskopis dan mikroskopis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan populasi adalah siswa SMP Negeri se-Kota Malang. Dari 23 SMP Negeri yang ada 5 SMA Negeri diambil sebagai sampel menggunakan teknik cluster sampling secara acak. Selanjutnya diambil 1 kelas secara acak untuk setiap kelas VIII dan IX dari 5 sekolah sampel tersebut. Instrumen penelitian berupa tes yang terdiri dari dua bagian. Bagian satu mengukur tingkat pemahaman konsep pada aspek makroskopis dan bagian dua mengukur pemahaman siswa pada aspek mikroskopis. Instrumen tes makroskopis memiliki validitas isi sebesar 100% dan koefisien reliabilitas diukur menggunakan teknik K-R 20 yaitu sebesar 0 76 sedangkan instrumen tes mikroskopis memiliki validitas isi sebesar 100% dan koefisien reliabilitas diukur menggunakan teknik K-R 20 yaitu sebesar 0 50. Data yang diperoleh dinyatakan dalam persentase dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh (1) kriteria pemahaman konsep materi dan perubahannya pada tingkat makroskopis siswa SMPN se-Kota Malang kelas VIII dan IX tergolong kurang baik dan pemahaman pada tingkat mikroskopis masih sangat kurang. Persentase siswa yang memahami konsep materi dan perubahannya dengan benar pada tingkat makroskopis untuk kelas VIII sebesar 52 4% dan kelas IX sebesar 53 5% sedangkan persentase siswa yang memahami konsep materi dan perubahannya dengan benar pada tingkat mikroskopis untuk kelas VIII sebesar 38 9% kelas IX sebesar 39 1% dan (2) pada umumnya siswa sudah mampu memberikan gambaran pemahaman yang benar tentang konsep materi dan perubahannya pada tingkat makroskopis akan tetapi sebagian besar siswa belum mampu membuat kaitan antara pemahaman konsep pada tingkat makroskopis dan mikroskopisnya. Beberapa implikasi dari penelitian ini antara lain bagi guru kimia hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi perencanaan pendekatan pembelajaran kimia terkait dengan konsep materi dan perubahannya pada tingkat mikroskopis dan makroskopis bagi sekolah hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pengembangan dan pembaharuan kebijakan instruksional dan bagi peneliti lain hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk melakukan penelitian sejenis atau penelitian terkait.