UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Isolasi kurkuminoid dari temulawak (Curcuma xanthorriza) dan uji aktivitasnya sebagai tabir surya dan antioksidan / oleh Jannah Sofi Yanty

Jannah Sofi Yanty - Nama Orang;

Abstrak
Temulawak merupakan jenis tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Tanaman temulawak mengandung zat berkhasiat antara lain kurkuminoid minyak atsiri dan zat pati. Berdasarkan struktur senyawa yang ada dalam komponen kurkuminoid yang berkerangka dasar 1 7-diarilheptana adanya ikatan rangkap terkonjugasi dan pasangan elektron bebas diduga kurkuminoid memiliki efek farmakologis aktif sebagai tabir surya. Karakter-karakter tersebut adalah karakter khas senyawa yang dapat menyerap sinar UV. Kurkuminoid telah diketahui mempunyai aktivitas antioksidan namun uji aktivitas kurkuminoid sebagai antioksidan dengan metode DPPH belum dijelaskan secara detail. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui rendemen kurkuminoid dari rimpang temulawak basah dan rimpang temulawak kering (2) mengetahui karakter dan identitas kurkuminoid dari temulawak (3) mengetahui apakah kurkuminoid dari temulawak memiliki aktivitas sebagai tabir surya dan (4) mengetahui aktivitas antioksidan kurkuminoid dari temulawak. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap penelitian. Tahap pertama adalah isolasi kurkuminoid dari rimpang temulawak basah dan rimpang temulawak kering dengan cara maserasi dan ekstraksi soxhlet. Tahap kedua adalah karakterisasi dan identifikasi kurkuminoid hasil isolasi. Tahap ketiga adalah uji aktivitas kurkuminoid hasil isolasi sebagai tabir surya dan antioksidan. Dari hasil isolasi diperoleh kurkuminoid yang berwarna kuning jingga dengan rendemen sebesar 0 092% dari rimpang temulawak basah sedangkan dari rimpang temulawak kering diperoleh kurkuminoid yang berwarna jingga kecoklatan dengan rendemen sebesar 4 476%. Kurkuminoid dari rimpang temulawak basah memiliki titik lebur sebesar 164-168 oC sedangkan titik lebur kurkuminoid dari rimpang temulawak kering sebesar 85-90 oC. Hasil KLT menunjukkan paling sedikit terdapat lima senyawa dalam kurkuminoid hasil isolasi. Hasil uji kurkuminoid sebagai tabir surya menunjukkan bahwa kurkuminoid tidak aktif sebagai tabir surya. Hasil uji antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan bahwa kurkuminoid hasil isolasi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai KE50 sebesar 56 658 ppm pada menit ke-5 dan 47 847 ppm pada menit ke-60.


Informasi Detail
DDC
Rs 664.8053 JAN i
Prodi
Sarjana (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia,, 2007.
Deskripsi Fisik
ix, 68 hlm. : il. ; 29 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00463/KI/07
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2007.
Subjek
1. TEMULAWAK - ISOLASI KURKUMINOID
2. TABIR SURYA

Pembimbing
1. SUTRISNO ; 2. DERMAWAN AFANDY
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik