Tugas Akhir
Pelaksanaan penetapan harga awal lelang gula setelah penentuan harga pokok p[enjualan pada PG. Kebon Agung Malang / oleh Ira Nirwanasari
Abstrak
ABSTRAK Nirwanasari Ira. 2006. Pelaksanaan Penetapan Harga Awal Lelang Gula Setelah Penentuan Harga Pokok Penjualan Pada PG. Kebon Agung Malang. Tugas Akhir Jurusan Manajemen Program Studi D-III Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Uniersitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Mugianto S.E. M.Si. Kata kunci penetapan harga faktor harga lelang. Kuantitas produk yang terjual dapat dipengaruhi oleh besar kecilnya tingkat harga yang ditetapkan. Oleh karena itu pelaku usaha yang baik harus mampu melihat dan melaksanakan kebijakan harga yang tepat dari produk yang ditawarkan sehingga menimbulkan daya tarik konsumen untuk membeli. Dalam penyusunan tugas Akhir ini penulis berusaha untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan penetapan harga awal lelang gula setelah penentuan harga pokok produksi pada PG. Kebon Agung Malang faktor apa saja yang mempengaruhi dalam penetapan harga awal lelang gula tersebut serta bagaimanakah pelaksanaan kegiatan lelang gula yang dilakukan oleh PG. Kebon Agung Malang. Hasil pengamatan yang dilakukan selama Praktek Kerja Lapangan (PKL) yaitu pada tanggal 1 sampai dengan 28 November 2006 menunjukkan bahwa harga gula yang ada di pasar beserta jumlah permintaan dan penawaran gula merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh dalam penetapan harga awal lelang gula setelah penetapan harga pokok penjualan pada PG. Kebon Agung Malang. Berkaitan dengan hasil pengamatan selama PKL maka dapat ditarik kesimpulan yang menyatakan bahwa (1) Strategi penetapan harga awal lelang gula yang dilakukan oleh PG. Kebon Agung Malang khususnya strategi penetapan harga setelah ditentukannya harga pokok penjualan berada sepenuhnya di tangan PG. Kebon Agung Malang yaitu berada di tangan Dewan Direksi yang bertempat di Surabaya. Hal ini dikarenakan saat ini penjualan gula tidak ditangani lagi oleh DOLOG melainkan mengikuti sistem pasar bebas sehingga untuk penetapan harga berada sepenuhnya di tangan PG. Kebon Agung Malang sendiri. Namun penetapan harga ini tetap berpatokan pada harga gula di pasaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta jumlah permintaan dan penawaran yang ada di pasar (2) Dalam setiap pengambilan keputusan pastinya terdapat faktor-faktor yang mengikuti dalam pengambilan keputusan tersebut. Begitu juga dalam penentuan harga awal lelang gula yang dilakukan oleh PG. Kebon Agung Malang. Adapun dari faktor-faktor tersebut yang paling utama adalah harga gula yang ada di pasar yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta jumlah permintaan dan penawaran gula yang ada di pasar. Faktor-faktor lainnya antara lain kondisi perekonomian yang terdiri dari nilai tukar rupiah terhadap dolar dan kenaikan BBM biaya permintaan dan penawaran persaingan laba meraih pangsa pasar yang besar dan strategi bauran pemasaran. Meskipun terdapat banyak faktor yang mempengaruhi dalam penentuan harga ini yang paling penting keputusan penetapan harga tetap memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga harga yang ditetapkan sesuai dengan yang diharapkan (3) Pelaksanaan kegiatan lelang yang dilakukan oleh PG. Kebon Agung Malang ditentukan oleh Dewan Direksi yang berkedudukan di Surabaya dan dilakukan sewaktu pabrik dalam masa giling (selama 7 bulan) yaitu selama 13 periode setiap periodenya terdiri dari 15 hari. Adapun tahap-tahap dalam kegiatan lelang ini meliputi pengeluaran surat keputusan lelang oleh Dewan Direksi undangan atau pengontakan para petani dan para calon peserta lelang pendaftaran untuk mengikuti pelelangan pendataan jumlah gula yang akan dilelangkan pelaksanaan kegiatan lelang pemasukan penawaran evaluasi penawaran dan penetapan pemenang.