Skripsi
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan remidi yang memperhatikan gaya belajar siswa pada materi kimia kelas VII SMP Negeri 18 Malang tahun ajaran 2006/2007 / oleh Nurul Aini
Abstrak
Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. Untuk kepentingan tersebut Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) merekomendasikan kurikulum 2006 kepada Mendiknas. Pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang tercantum dalam Kurikulum 2006 didasarkan pada pemberdayaan siswa untuk membangun kemampuan bekerja ilmiah dan berpengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi siswa. Pembelajaran kooperatif mampu menyediakan kondisi yang menyebabkan siswa satu dengan yang lainnya saling aktif berinteraksi dan berlomba untuk meningkatkan prestasinya. Pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa tipe salah satunya adalah tipe jigsaw. Dalam pembelajaran kooperatif tipel jigsaw siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya. Kelompok terdiri dari beberapa siswa dengan tingkat heterogenitas yang tinggi. Berdasarkan teori belajar tuntas siswa yang belum mencapai Standar Kelulusan Minimal (SKM) harus mengikuti remidi untuk menuntaskan belajarnya. Siswa yang belum tuntas belajar dimungkinkan mengalami kesulitan belajar. Salah satu penyebab kesulitan belajar siswa adalah cara mengajar guru tidak sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki siswa. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dilanjutkan dengan remidi terhadap siswa yang belum tuntas belajar dengan memperhatikan gaya belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan (1) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (2) Bagaimanakah keterlaksanaan pembelajaran kimia dengan model kooperatif tipe Jigsaw (3) Bagaimanakah keterlaksanaan remidi yang memperhatikan gaya belajar siswa Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 18 Malang kelas VII semester 1 tahun ajaran 2006/2007. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelompok yaitu kelas VII-C sebanyak 40 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII-B sebanyak 40 siswa sebagai kelompok kontrol. Pemilihan sampel dilakukan secara acak. Pada kelas eksperimen dilakukan pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw dan remidi yang memperhatikan gaya belajar siswa. Sedangkan pada kelas kontrol dilakukan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa angket gaya belajar tes kognitif (terdiri dari pretes tes prestasi belajar dan tes setelah remidi) lembar observasi angket minat terhadap pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan perangkat pembelajaran. Dari ujicoba soal tes prestasi belajar diperoleh 25 butir soal valid dengan nilai reliabilitas sebesar 0.6257. Perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional dianalisis berdasarkan statistik uji-t dua pihak. Keterlaksanaan pengajaran kimia dengan model kooperatif tipe Jigsaw dan keterlaksanaan program remidi yang memperhatikan gaya belajar siswa dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 18 Malang yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi unsur senyawa dan campuran dengan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvesional. Prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 18 Malang yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi unsur senyawa dan campuran lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 15.08 sedangkan pada kelas kontrol 12.45 dalam rentangan nilai 0-25. (2) Proses pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terlaksana dengan baik. Sebagian besar kelompok mendapatkan nilai A (sangat bagus) dan B (bagus) pada kelima aspek pembelajaran kooperatif dan sebagian kecil mendapat nilai C (cukup bagus). Keaktifan siswa kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dari pada keaktifan siswa pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Keaktifan siswa ini meliputi keaktifan bertanya menjawab dan menanggapi pertanyaan atau jawaban teman. Nilai perkembangan kelompok mengalami peningkatan untuk tujuh kelompok meningkat dan tiga kelompok lainnya menurun. Siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Sebagian besar siswa menjawab sangat setuju dan setuju terhadap setiap indikator minat siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (3) Kegiatan remidi yang memperhatikan gaya belajar siswa terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari peningkatan prestasi belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran remidi dan sikap sebagian besar siswa yang terlihat senang dan semangat mengikuti remidi. Dari 27 siswa yang remidi 23 siswa telah mencapai SKM dan 4 siswa lainnya belum tuntas.