Tugas Akhir
Analisis Break Even Ponit (BEP) sebagai menentua tingkat penjualan untuk mencapai target laba : studi kasus pada PT. PLN Persero Area Pelayanan dan Jaring Pasuruan / oleh Sumartiningsih
Abstrak
ABSTRAK Sumartiningsih. 2007. Analisis Break Even Point (BEP) sebagai Penentu Tingkat Penjualan Untuk Mencapai Target Laba (Studi kasus pada PT. PLN (PERSERO) Area Pelayanan dan Jaringan Pasuruan). Tugas Akhir Akuntansi Fakultas ekonomi Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing Dra. Suparti Kata Kunci Break Even Point tingkat penjualan target laba operasi. PT. PLN (PERSERO) merupakan salah satu perusahaan yang bersifat non profit oriented meskipun demikian perusahaan harus tetap meningkatkan efisiensinya dimana laba merupakan alat pengukur kinerja menejemen dalam mengelola perusahaan. Tumbuh kembangnya perusahaan dapat dilihat dari besar kecilnya laba yang dihasilkan. Untuk mencapai laba yang ditargetkan perusahaan perlu diketahui suatu titik dimana titik tersebut perusahaan tidak menghasilkan laba atau menderita rugi. Sehingga dapat diketahui volume penjualan minimal yang harus dilakukan agar tidak menderita rugi. Analisa break even point dapat membantu perusahaan merencanakan volume penjualan untuk mendapatkan sejumlah laba serta hubungannya dengan kemungkinan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan. Dimana untuk mengetahui besarnya laba perlu diketahui hubungan antara laba dengan harga jual volume penjualan dan biaya baik tetap maupun variabel. Agar perusahaan dalam hal ini PT. PLN(PERSERO) Area Pelayanan dan Jaringan Pasuruan memperoleh laba maka pada tahun 2004 perusahaan harus menjual tenaga listriknya diatas 875.619.000 Kwh atau sebesar Rp. 480.189.514. Titik ini dicapai saat faktor-faktor yang mempengaruhinya (harga jual biaya tetap dan biaya variabel) tidak mkengalami perubahan. Apabila faktor- faktor tersebut mengalami perubahan maka tingkat break evennya juga berubah. Pada tahun 2004 penjualan untuk mencapai target laba sebesar 1.385.561 Kwh atau sebesar Rp. 610.741.775. Sedangkan pada tahun 2005 PT. PLN (PERSERO) Area Pelayanan dan Jaringan Pasuruan merencanakan volume penjualan untuk mencapai target laba adalah sebesar 1.774.527 6 Kwh atau sebesar Rp. 973.151.352. Penjualan minimal yang harus dicapai agar tidak menderita rugi pada tahun 2005 adalah sebesar 51 5% dari penjualan yang telah direncanakan. PT. PLN (PERSERO) merupakan organisasi sektor publik yang menguasai hajat hidup orang banyak sehingga apabila terjadi kenaikan pada salah satu biaya operasional perusahaan baik itu biaya tetap maupun biaya variabel maka sebaiknya perusahaan tidak langsung mengambil keputusan untuk menaikkan tarif dasar listrik. Selain itu perusahaan sebaiknya membuat analisis sensitifitas dimana analisis ini dapat digunakan untuk menghindari resiko dan ketidakpastian di masa depan dalam hal ini adalah harga kuantitas dan biaya di masa akan datang.