Skripsi
Kedisplinan siswa SMA Negeri I Ngunut / oleh Muamar Kadafi
Abstrak
Pada era globalisasi dan pasar bebas AFTA yang sudah dimulai sejak tahun 2003 bangsa Indonesia perlu memiliki kader kader bangsa yang berkwalitas dan memiliki nilai jual yang tinggi. Agar bisa diperoleh sumber daya manusi yang berkwalitas diperlukan suatu proses pendidikan untuk dapat mencetak SDM seperti yang diharapkan oleh karena itu diperlukan adanya suatu wadah yang bertanggung jawab. Wadah yang memiliki kejelasan tanggung jawab dalam proses pendidikan adalah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang dimaksud disini adalah lembaga pendidikan formal dan non formal. Dalam mencetak kader-kader bangsa yang bermental tinggi dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi diperlukan adanya kedisiplinan pada setiap individu oleh karena itu peran dari semua pihak sangat diperlukan dalam rangka mencetak pembentukan pembinaan dan pengembangan kedisiplinan. Pada pokoknya penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kedisiplinan siswa SMA Negeri I Ngunut baik secara umum maupun berdasarkan obyeknya dan juga untuk mengetahui usaha-usaha SMA Negeri I Ngunut dalam rangka mengembangkan kedisiplinan siswa. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik kuasioner dan wawancara data mengenai tingkat kedisiplinan siswa diperoleh dari 130 siswa SMA Negeri I Ngunut sebagai responden sedangkan data mengenai usaha-usaha SMA Negeri I Ngunut dalam rangka mengembangkan kedisiplinan siswa diperoleh dari hasil wawancara dengan guru BP dan Wakasek Kesiswaan. Selanjutnya dari data yang diperoleh dilakukan analisis dengan menggunakan teknik deskriptif kwantitatif dengan formula prosentase. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kedisiplinan siswa SMA Negeri I Ngunut menunjukkan 46 % dari siswa SMA Negeri I Ngunut berada pada tingkat sangat disiplin 42 % berada pada tingkat disiplin dan 12 % siswa SMA Negeri I Ngunut berada pada tingkat cukup disiplin. Berdasarkan ruang lingkupnya tingkat kedisiplinan siswa SMA Negeri I Ngunut adalah sebagai berikut Kedisiplinan siswa SMA Negeri I Ngunut terhadap peraturan dan tata tertib sekolah menunjukkan bahwa 65 % dari siswa SMA Negeri I Ngunut berada pada tingkat sangat disiplin 30 % siswa berada pada tingkat disiplin dan 5 % siswa berada pada tingkat cukup disiplin. Kedisiplinan siswa SMA Negeri I Ngunut dalam hal disiplin waktu menunjukkan bahwa 22 % dari siswa SMA Negeri I Ngunut berada pada tingkat sangat disiplin 58 % siswa berada pada tingkat disiplin 3 % siswa berada pada tingkat cukup disiplin dan 17 % siswa berada pada tingkat kurang disiplin. Kedisiplina siswa SMA Negeri I Ngunut dalam hal disiplin perencanaan menunjukkan bahwa 12 3 % dari siswa SMA Negeri I Ngunut berada pada tingkat sangat disiplin 35 4 % siswa berada pada tingkat disiplin 37 % siswa berada pada tingkat cukup disiplin dan 15 3 % siswa berada pada tingkat kurang disiplin. Kedisiplinan siswa SMA Negeri I Ngunut dalam hal disiplin terhadap hasil kesepakatan menunjukkan bahwa 64 % dari siswa SMA Negeri I Ngunut berada pada tingkat sangat disiplin 31 % siswa berada pada tingkat disiplin dan 5 % siswa berada pada tingkat cukup disiplin. Kedisiplinan siswa SMA Negeri I Ngunut dalam proses belajar mengajar menunjukkan bahwa 32 % dari siswa SMA Negeri I Ngunut berada pada tingkat sangat disiplin 36 % siswa berada pada tingkat disiplin 22 % siswa berada pada posisi cukup disiplin dan 10 % siswa berada pada tingkat kurang disiplin. Dalam rangka membina kedisiplinan siswa ada beberapa hal yang dilakukan SMA Negeri I Ngunut antara lain a) Menerbitkan buku tata tertib sekolah b) Penertiban absensi c) Pembentukan guru piket d) Pengisian buku pelanggaran dan penghubung e) kunjungan kerumah siswa dan perlakuan khusus f) Melakukan swiping. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh maka disarankan kepada pihak SMA Negeri I Ngunut agarterus meningkatkan kedisiplinan siswanya karena hal ini sangat membantu siswa dalam memeperoleh prestasi yang bagus. Bagi orang tua siswa diharapkan lebih meningkatkan pengawasan terhadap anaknya terutama dalam hal menepati jadwal belajar di rumah.