Skripsi
Pengaruh perasan rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) terhadap mortalitas telur cacing hati (Fasciola hepatica) secara in vitro / Laily Isnaini Rahmawati
Abstrak
ABSTRAK Rahmawati Laily Isnaini. 2006. Pengaruh Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb) terhadap Mortalitas Telur Cacing Hati (Fasciola hepatica) secara In Vitro. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Susilowati M.S. (II) Dra. Sri Rahayu Lestari M.Si. Kata kunci Mortalitas telur cacing hati perasan rimpang temu ireng Di Indonesia prevalensi fascioliasis pada ternak mencapai 90% namun kejadian penyakit ini pada manusia patut diwaspadai. Sampai saat ini petani dan peternak bahkan penyuluh pertanian di Indonesia tidak menyadari bahaya dari penyakit ini baik pada ternak maupun pada manusia sehingga pencegahan dan pengendaliannya masih sangat kurang diperhatikan. Untuk mencari alternatif obat cacing yang cukup berkhasiat relatif aman murah dan mudah diperoleh yaitu penggunaan obat tradisional dengan memanfaatkan bahan yang disediakan oleh alam diantaranya dengan memanfaatkan rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb). Dari keseluruhan tanaman temu ireng bagian rimpang merupakan bagian yang paling banyak mengandung senyawa yaitu lebih dari 100 macam senyawa seperti amylase fenolase lemak pati mineral senyawa turunan fenol (kurkuminoid) saponin dan minyak atsiri. Senyawa tersebut bekerja secara sinergis dalam meningkatkan daya tahan tubuh (Nitra 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perasan rimpang temu ireng terhadap mortalitas telur cacing Fasciola hepatica Eksperimen penelitian dilakukan dengan memberi perlakuan pemberian perasan rimpang temu ireng dengan konsentrasi 0% 10% 20% 30% dan 40% dengan meggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 kali ulangan. Untuk penentuan konsentrasi dilakukan uji pendahuluan yang merujuk pada penelitian Satiawati (tanpa tahun) yang menyatakan bahwa rendaman cacing Ascaris suum selama 24 jam dalam perasan temu ireng konsentrasi 60% membunuh cacing sebanyak 68%. Data yang diperoleh berupa jumlah mortalitas telur Fasciola hepatica dalam berbagai konsentrasi selama 20 hari. Ringkasan Analisis varian menunjukkan F hitung perlakuan adalah 45 64736201 dengan F0 05 2 76. dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh yang nyata antara perasan rimpang temu ireng terhadap mortalitas telur Fasciola hepatica karena F hitung dari F tabel.Dari hasil uji lanjut tampak bahwa perasan rimpang temu ireng pada masing-masing konsentrasi berbeda nyata satu sama lain dan konsentrasi 40% menghasilkan rerata mortalitas telur cacing Fasciola hepatica yang paling besar (0 55).