UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar tahun ajaran 2006/2007 / Ari Wijayanti

Ari Wijayanti - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Wijayanti Ari. 2007. Kemampuan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar Tahun Ajaran 2006/2007. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sumadi M.Pd (II) Dra. Nurchasanah M.Pd Kata kunci kemampuan menulis karangan dan narasi. Kemampuan menulis karangan merupakan modal penting dalam kehidupan seseorang baik di sekolah maupun di masyarakat. Kemampuan menulis karangan sebagai bentuk kegiatan komunikasi tertulis merupakan kebutuhan bagi setiap orang terutama bagi siswa. Kemampuan menulis karangan merupakan kemampuan yang harus dikuasi oleh siswa salah satunya adalah keterampilan menulis karangan narasi. Karangan narasi merupakan jenis karangan yang berupa runtutan peristiwa yang terjadi dalam satu rangkaian waktu dengan maksud menceritakan dan menggambarkan sejelas-jelasnya peristiwa yang terjadi. Dengan menulis karangan narasi diharapkan siswa tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan membuat karangan namun juga diperlukan kecermatan untuk membuat argumen memiliki kemampuan untuk menuangkan ide atau gagasan dengan cara membuat karangan yang menarik untuk dibaca. Selain itu tidak menutup kemungkinan suatu saat keterampilan menulis ini akan bermanfaat untuk kehidupan siswa berikutnya. Oleh karena itu kegiatan menulis perlu dibiasakan dan diajarkan sejak dini. Mengingat betapa pentingnya kemampuan menulis karangan narasi seperti dikemukakan di atas maka siswa pada tingkat permulaan khususnya siswa kelas III SD dituntut mampu menulis karangan narasi. Untuk mengetahui tingkat kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas III SD informasi relevan yang dapat digunakan adalah hasil penelitian tentang menulis karangan narasi siswa kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kesatuannya siswa kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar (2) mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kelengkapannya siswa kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar dan (3) mendeskripsikan kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kepaduannya siswa kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah karangan narasi siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data skor hasil karangan narasi siswa yang diubah menjadi nilai siswa. Data yang dibutuhkan berupa skor hasil meliputi (1) kemapuan menulis karangan narasi siswa berdasarkan aspek kesatuannya (2) kemampuan menulis karangan narasi siswa berdasarkan aspek kelengkapannya dan (3) kemampuan menulis karangan narasi siswa berdasarkan aspek kepaduannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dari 53 siswa yang dijadikan sampel penelitian terdapat 98 11% siswa mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kesatuannya sehingga sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 60% dan juga dari kriteria penerimaan hipotesis maka hipotesis yang diajukan bahwa siswa kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar tahun ajaran 2006/2007 mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kesatuannya dapat diterima/terbukti (2) dari 53 siswa yang dijadikan sampel penelitian terdapat 69 81% siswa mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kelengkapannya jumlah siswa yang memiliki kemampuan menulis karangan narasi berdasarkan aspek kelengkapannya sehingga sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 60% dan juga dari kriteria penerimaan hipotesis maka hipotesis yang diajukan bahwa siswa kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar tahun ajaran 2006/2007 mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kelengkapannya dapat diterima/terbukti dan (3) dari 53 siswa yang dijadikan sampel penelitian terdapat 81 13% siswa mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kepaduannya sehingga sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 60% dan juga dari kriteria penerimaan hipotesis maka hipotesis yang diajukan bahwa siswa kelas III SD Negeri Blitar Kota Blitar tahun ajaran 2006/2007 mampu menulis karangan narasi berdasarkan aspek kepaduannya dapat diterima/terbukti. Berdasarkan hasil penelitian ini pada aspek kesatuan kebanyakan kesalahan siswa terletak pada pengurutan cerita secara kronologis. Ada sebagian siswa yang masih kesulitan mengembangkan cerita sesuai gambar seri yang telah disediakan. Siswa cenderung tidak konsisten dalam menceritakan gambar. Salah satunya ditunjukkan dengan adanya perubahan tokoh yang semula menceritakan orang lain berubah mejadi menceritakan dirinya sendiri. Ada pula siswa yang menceritakan kejadian yang tidak ada dalam gambar. Saran yang diajukan untuk mengatasi masalah ini adalah sebelum memulai menulis khususnya menulis karangan narasi hendaknya guru memberikan gambaran dulu aspek-aspek apa yang harus diperhatikan siswa dalam menulis karangan. Hal ini dapat mendorong siswa untuk lebih teliti dalam menulis karangan. Ada baiknya apabila siswa diminta membayangkan dirinya sendiri yang mengalami kejadian seperti pada gambar. Untuk aspek kelengkapan kesalahan siswa kebanyakan terletak pada penceritaan gambar yang kurang jelas. Siswa tidak menceritakan secara detil apa siapa di mana mengapa dan bagaimana bencana gempa terjadi. Selain itu siswa juga tidak mampu menggambarkan tokoh dengan jelas. Siswa hanya menyebutkan tokoh yang ada dalam cerita misalnya orang-orang warga desa dan mereka tanpa menjelaskan lebih jauh identitas tokoh. Karangan siswa belum memuat seluruh bagian-bagian cerita (pengenalan tokoh penyajian konflik dan pengakhiran cerita). Saran yang diajukan untuk mengatasi masalah ini adalah hendaknya guru lebih intensif dalam memberikan bimbingan atau arahan per individu bagaimana menceritakan tokoh secara detil menyajikan konflik dan mengakhiri cerita. Hal ini dapat membantu aktivitas menulis siswa khususnya siswa akan memahami bahwa tokoh alur dan konflik merupakan unsur penting yang harus ada dalam cerita terutama menulis karangan narasi. Dalam aspek kepaduan kebanyakan kesalahan siswa terletak pada penggunaan kata hubung yang masih cenderung monoton/tidak bervariasi. Hal ini membuktikan bahwa siswa tidak begitu paham tentang penggunaan kata hubung yang bervariasi. Apabila dilihat dari tingkat usia siswa yang masih kecil yaitu kelas III SD sebagian besar karangan narasi yang dibuat sudah termasuk baik tetapi alangkah lebih baiknya apabila guru lebih banyak melatih siswa dalam menggunakan kata hubung yang tepat dan bervariasi sehingga siswa akan semakin terlatih dalam menggunakan kata hubung yang tepat dan bervariasi.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.623 ARI k
Prodi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa, sastra Indonesia dan Daerah, 2007, 2007.
Deskripsi Fisik
xii, 167 hlm. : il. ; 29 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01057/KI/07
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2007.
Subjek
1. BAHASA INDONESIA (PENDIDIKAN DASAR)-MENULIS, KEMAMPUAN
Pembimbing
1. SUMARDI 2. NURCHASANAH
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik