Skripsi
Hubungan antara otonomi dan perilaku agresif siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Kalimanah Kabupaten Purbalingga / Latifah Rahayu M.D.
Abstrak
Perilaku agresif muncul karena kepribadian yang kurang baik dalam diri siswa sehingga cenderung menggunakan emosi saat mengambil keputusan kurang mampu mengatasi masalah sendiri dan kurang percaya diri. Siswa dikatakan memiliki kepribadian yang baik jika siswa telah memiliki otonom dalam dirinya. Sesuai dengan teori Freud (dalam Supratiknya 1993) bahwa ego mengontrol arah tindakan seseorang memilih lingkungan yang akan diberikannya respon dan menggunakan insting untuk memuaskan tujuannya sedangkan ego merupakan bagian terpenting dalam kepribadian seseorang yang diwujudkan dalam otonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) sebaran tingkat otonomi siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Kalimanah Kabupaten Purbalingga (2)sebaran tingkat perilaku agresif siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Kalimanah Kabupaten Purbalingga dan (3) bagaimana hubungan antara otonomi dan perilaku agresif siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Kalimanah Kabupaten Purbalingga dengan jumlah 228 siswa. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi sehingga merupakan penelitian populasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Teknik analisis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat otonomi siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Kalimanah Kabupaten Purbalingga secara umum tergolong tinggi sebagian mereka memiliki otonomi rendah dan hanya sebagian kecil saja yang memiliki otonomi sangat tinggi. Tingkat perilaku agresif siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Kalimanah Kabupaten Purbalingga hanya sedikit yang tergolong sangat tinggi sebagian tergolong tinggi sebagian kecil lainnya tergolong sangat rendah dan yang paling banyak adalah perilaku agresif dalam tingkatan rendah. Temuan yang utama menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan (r -0 529 p 0 000) antara otonomi dan perilaku agresif siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan temuan ini disarankan agar orang tua semakin meningkatkan perhatian memberikan kepercayaan dan tanggung jawab sepenuhnya terhadap putra-putrinya sehingga otonomi akan selalu ada dalam diri anak. Demikian pula perhatian para pendidik di sekolah terhadap siswa-siswa untuk semakin ditingkatkan terutama guru dan konselor sekolah dalam membimbing siswa. Penelitian lanjutan juga diharapkan dapat melibatkan variabel-variabel lain yakni sikap orang tua kebudayaan setempat dan teman sebaya yang diduga memiliki pengaruh terhadap ada tidaknya hubungan antara otonomi dan perilaku agresif.