Skripsi
Peningkatan kemampuan membacakan teks cerpen dengan menggunakan teknik pemodelan pada siswa kelas X, SMAN 8 Malang tahun ajaran 2006/2007 / Rizky Lia Anggraeny
Abstrak
ABSTRAK Anggraeny Rizky Lia. 2007. Peningkatan Kemampuan Membacakan Teks Cerpen dengan Menggunakan Teknik Pemodelan pada Siswa Kelas X4 SMAN 8 Malang Tahun Ajaran 2006/2007. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suyono M. Pd (II) Dra. Nurchasanah M. Pd. Kata kunci kemampuan membacakan teks cerpen teknik pemodelan implementasi kurikulum 2004. Membacakan teks cerpen merupakan salah satu kompetensi berbahasa dan bersastra kurikulum 2004 SMA/MA mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pembelajaran membacakan teks cerpen menekankan pada proses dan hasil yang dicapai dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan siswa dapat menghasilkan siswa yang kompeten dalam membacakan teks cerpen dengan memperhatikan aspek pemahaman (ketepatan interpretasi isi teks) vokal dan penampilan sebagai dampak dari kekompetenan siswa dalam membacakan teks cerpen. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka guru harus memilih teknik yang tepat dalam membelajarkan membacakan teks cerpen. Masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut bagaimanakah kemampuan siswa dalam membacakan teks cerpen secara narasi dan dramatisasi dengan menggunakan teknik pemodelan pada siswa kelas X4 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2006/2007 tentang tokoh perkembangan alur gambaran latar cerita dan menjelaskan tema. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil peningkatan kemampuan siswa kelas X4 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2006/2007 dalam membacakan teks cerpen dengan menggunakan teknik pemodelan tentang tokoh perkembangan alur latar cerita dan menjelaskan tema dengan menggunakan teknik pemodelan pada siswa kelas X4 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2006/2007. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini merupakan sebuah tindakan utuh besar yang dilakukan satu kali tindakan besar. Tindakan ini dilaksanakan secara berkelanjutan yang dirancang secara berurutan. Penelitian ini meliputi beberapa tahap yaitu (1) studi pendahuluan (2) perencanaan tindakan (3) pelaksanaan tindakan (4) observasi dan evaluasi dan (5) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 8 Malang. Sumber data penelitian ini adalah berasal dari siswa dan peristiwa pembelajaran membacakan teks cerpen dengan teknik pemodelan di kelas X4 SMAN 8 Malang tahun ajaran 2006/2007. Data dalam penelitian diklasifikasikan menjadi tiga yaitu data pratindakan (data pretes) data tindakan (data proses penelitian) dan data pascatindakan (data hasil penelitian). Subjek penelitian ini adalah sembilan siswa kelas X4 yang berkategori baik cukup dan kurang berdasarkan hasil pretes kemampuan awal siswa dalam membacakan teks cerpen di kelas X4. Instrumen pengumpul data utama adalah peneliti dengan dibantu oleh kolaborator sedangkan instrumen penunjang berupa pedoman pengamatan format catatan lapangan angket perekaman dan pedoman wawancara. Untuk menjaga kesahihan data dilakukan pengecekan keabsahan data melalui ketekunan pengamatan triangulasi dan pengecekan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik pemodelan dalam pembelajaran membacakan teks cerpen dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membacakan cerpen hingga melampui batas minimum 75%. Hal tersebut membuktikan bahwa setelah diberikan tindakan siswa telah kompeten dalam membacakan teks cerpen. Pada tindakan I II dan III kemampuan siswa dalam membacakan cerpen menunjukkan peningkatan. Pada aspek pemahaman dalam menginterpretasikan isi teks siswa sudah bisa meningkatkan ketepatan pemahaman itu hingga mencapai 100%. Pada aspek ini siswa mengalami peningkatan sebanyak 60%. Pada aspek vokal siswa mampu melafalkan/mengucapkan dengan jelas bunyi-bunyi yang disesuaikan dengan watak tokoh dan isi cerita hingga mencapai 100%. Pada aspek ini kemampuan awal siswa hanya 40%. Pada aspek penampilan/performansi siswa telah menunjukkan kemampuan mengekspresikan dirinya dengan percaya diri hingga mencapai 100%. Padahal kemampuan awal siswa pada aspek ini hanya mencapai 40%. Pada aspek ini guru lebih sering melakukan pemodelan dan pembenahan secara langsung pada masing-masing siswa. Penggunaan teknik pemodelan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membacakan teks cerpen. Dalam praktik pelaksanaannya disarankan pada guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia untuk (1) mempertahankan kompetensi siswa dan senantiasa memberikan banyak berlatih pada aspek pemahaman (ketepatan interpretasi isi teks) vokal dan penampilan/performansi dalam pembelajaran (2) memilih model pembelajaran membacakan cerpen yang benar-benar relevan dan kompeten (3) memberikan contoh kepada siswa secara langsung yang mengalami kesulitan terhadap salah satu aspek membacakan teks cerpen dan (4) melakukan evaluasi pada akhir pembelajaran dengan memberikan penghargaan kepada siswa terbaik dalam membacakan teks cerpen agar dapat memotivasi siswa yang lain. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah agar (1) menggunakan teknik pemodelan menjadi sebuah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara utuh menjadi beberapa siklus tindakan dan (2) menggunakan teknik pemodelan untuk pembelajaran keterampilan berbahasa yang lain seperti membaca menulis dan berbicara.