Skripsi
Upaya peningkatan ketuntasan belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang dalam pembelajaran bahasa Jerman dengan metode kerja kelompok / Nur Aini Rosyidah
Abstrak
Proses belajar mengajar merupakan kegiatan transfer pengetahuan dari guru ke siswa siswa ke guru dan siswa ke siswa dengan menggunakan metode mengajar dan fasilitas belajar. Dari hasil pengamatan selama pelaksanaan praktik mengajar di SMA Negeri 7 Malang diketahui bahwa metode mengajar yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Jerman untuk kelas X (sepuluh) masih menggunakan metode ceramah. Keterlibatan siswa yang minim saat penyampaian materi menyebabkan siswa kurang maksimal saat mengerjakan tugas sehingga masih ada siswa yang belum tuntas belajar dan secara rata-rata setiap kelas X hanya dapat mencapai ketuntasan belajar sebesar 80%. Sehubungan dengan kondisi pembelajaran tersebut perlu dilakukan penelitian eksperimen mengenai penggunaan metode kerja kelompok dalam pembelajaran bahasa Jerman agar siswa secara keseluruhan dapat mencapai ketuntasan belajar. Jika seluruh siswa telah dapat mencapai ketuntasan belajar yang sudah ditentukan dengan sempurna selanjutnya guru dapat menaikkan nilai SKM bahasa Jerman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan ketuntasan belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang setelah menggunakan metode kerja kelompok dalam pembelajaran bahasa Jerman. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang merupakan kelas paralel dan memiliki karakteristik yang sama. Peneliti menggunakan sampel bertujuan (purposive sample) karena adanya tujuan tertentu dan hasilnya dapat digunakan untuk mewakili populasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara langsung menetapkan kelas X-5 dan kelas X-7 sebagai sampel kelas X-7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan pemberian tes kemudian data dianalisis menggunakan rumus Uji-t. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai rata-rata kemampuan awal kelas eksperimen lebih rendah daripada kelas kontrol yaitu 71.8 74.32 dan ketuntasan belajar kelas eksperimen juga lebih rendah daripada kelas kontrol yaitu 70% 79% (12 siswa pada kelas eksperimen dan 8 siswa pada kelas kontrol belum tuntas belajar). Setelah diberikan perlakuan dan data dianalisis kelas eksperimen memiliki rata-rata kelas yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 94.30 89.63 dan diperoleh nilai thitung lebih besar daripada ttabel yaitu 3 261 1 986. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan ketuntasan belajar siswa setelah siswa belajar menggunakan metode kerja kelompok kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 30% 21%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan metode kerja kelompok dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang dalam pembelajaran bahasa Jerman. Oleh karena itu peneliti menyarankan kepada guru bidang studi bahasa Jerman di SMA Negeri 7 Malang agar menggunakan metode kerja kelompok sebagai salah satu alternatif metode mengajar dan kepada peneliti lain yang ingin mengembangkan penelitian lebih lanjut agar menggunakan populasi dan sampel penelitian yang lebih luas serta berbeda pokok bahasan untuk mengetahui apakah terdapat hasil yang sama jika proses pembelajarannya dilakukan dengan metode kerja kelompok.