UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP yang pembelajarannya dengan pembelajaran berbasis masalah dan dengan pembelajaran konvensional / Kusmiati

Kusmiati - Nama Orang;

Abstrak
Melalui pemecahan masalah dalam matematika siswa dapat mengungkapkan ide/gagasan matematika secara kreatif. Oleh karena itu peneliti memilih pembelajaran berbasis masalah supaya siswa dapat belajar konsep dan prinsip matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional baik seketika sesudah pembelajaran maupun 3 minggu setelah pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu dengan model Posttest Only Control Group Design. Kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih memiliki kemampuan yang relatif sama karena pemilihan dua kelas tersebut didasarkan pada nilai rata-rata matematika siswa kelas VIII semester ganjil. Pada akhir program pengajaran kedua kelas diberikan tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Tes tersebut dilakukan sebanyak dua kali dengan soal tes sama. Tes pertama (tes I) diberikan setelah perlakuan dan tes kedua (tes II) diberikan 3 minggu setelah perlakuan untuk mengetahui retensinya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kepanjen Malang semester genap tahun ajaran 2006/2007 yang terdiri dari 9 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah 87 siswa yaitu kelas VIII D (kelas kontrol) dengan 44 siswa dan kelas VIII E (kelas eksperimen) dengan 43 siswa.Uji prasyarat yang digunakan adalah uji normalitas uji kesamaan dua rata-rata dan uji homogenitas sedangkan uji hipotesisnya menggunakan uji t pihak kanan. Dari hasil analisis uji hipotesis tes I diperoleh thitung ttab yaitu 8 921 1 66 dan pada tes II diperoleh thitung ttab yaitu 5 350 1 66. Hal ini berarti kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional baik seketika sesudah pembelajaran maupun 3 minggu setelah pembelajaran. Namun demikian ada siswa dari kelompok eksperimen yang retensinya menurun dan ada siswa dari kelompok kontrol yang retensinya naik. Tampaknya perlu ada penelitian lanjutan untuk melihat retensi ini untuk jangka waktu yang lebih lama.


Informasi Detail
DDC
Rs 510.7 KUS p
Prodi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2007.
Deskripsi Fisik
viii, 90 hlm : tab. ; 29 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01442/KI/07
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2007
Subjek
1. MATEMATIKA - MASALAH PEMECAHAN
2. MATEMATIKA - PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
3. MATEMATIKA - PEMBELAJARAN KONVENSIONAL

Pembimbing
1. A.R. AS'ARI ; 2. INDRIATI NURUL HIDAYAH
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik