Skripsi
Realisme sosialis dalam kumpulan puisi \"Aku Ingin Jadi Peluru\" karya Wiji Thukul (kajian strukturalisme genetik) / Wahyu Widodo
Abstrak
Karya sastra memuat dan mengandung kenyataan sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Secara langsung karya sastra bergesekan dengan dinamika masyarakat yang di dalamnya memuat ideologi suatu komunitas tertentu. Keterlibatan sastra dalam ideologi suatu komunitas mengakibatkan sastra mempunyai keberpihakan atau terlibat secara langsung dalam dinamika masyarakat. Dengan demikian sastra menjadi corong kepentingan ideologi menggambarkan kondisi sosial masyarakat dan sebagai media propaganda perjuangan mewujudkan gagasan atau ide. Sastra yang seperti ini lazim disebut dengan aliran realisme sosialis yakni aliran karya sastra yang mengangkat pokok persoalan dalam masyarakat yang menggambarkan (1) fakta atau kenyataan sosial yang terjadi dalam masyarakat (2) penderitaan masyarakat bawah atau wong cilik yang disebabkan oleh hegemoni struktur yang berkuasa (3) pertentangan kelas dalam masyarakat (4) mempunyai keberpihakan terhadap masyarakat bawah atau wong cilik dan (5) memuat propaganda perlawanan terhadap struktur yang berkuasa. Pokok persoalan tersebut diangkat disesuaikan dengan garis ideologi partai yang mencerminkan kecenderungan penyair atau pengarang terhadap ideologi sosialis komunis yang di anutnya. Strukturalisme genetik adalah kajian kesusastraan yang mengkaji struktur karya sastra yang dikaitkan dengan asal usul karya sastra yang mencerminkan latar belakang penyair atau pengarangnya dan sosial budaya masyarakatnya.Penyair dalam pandangan Goldmann mewakili pandangan dunia (vision du monde) masyarakatnya dan sebagai wakil golongan masyarakatnya. Oleh karena itu pendekatan strukturalisme genetik tidak hanya meneliti struktur karya sastra namun juga mengkaji kehidupan sosial budaya penyair karena merupakan bagian dari komunitas masyarakat yang ikut mengkondisikan keberadaan karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur struktur puisi dalam kumpulan AIJP karya Wiji Thukul mendeskripsikan latar belakang sosiobudaya penyair yang terefleksikan ke dalam puisi AIJP mendeskripsikan ciri-ciri realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif penjabarannya dilakukan menggunakan deskripsi secara kualitatif dan bukan menggunakan data statistik.Teknik analisis dengan cara (1) menganalisis pokok persoalan dalam kumpulan puisi AIJP karya Wiji Thukul (2) menganalisis unsur struktur puisi yang mempunyai indikasi realisme sosialis (3) menganalisis penciptaan konteks puisi untuk mendeskripsikan sosiobudaya penyair yang terefleksikan dalam AIJP (4) menganalisis ciri- ciri realisme sosialis yang terdapat dalam struktur puisi dan sosiobudaya penyair. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan puisi AIJP yakni sebagaiberikut unsur struktur puisi dalam kumpulan puisi AIJP yakni mengangkat pokok persoalan penderitaan yang dialami kaum miskin atau masyarakat bawah dan perlawanan terhadap pemerintah pada masa pemerintahan orde baru yang berbuat sewenang- wenang dengan menggunakan bunyi- bunyi yang bernuansa berat kacau dan tercekik. Pilihan kata yang digunakan adalah kata yang mengandung pertentangan antara struktur yang berkuasa dengan struktur yang dikuasai dan mengacu pada makna denotatif bahasa kiasan yang digunakan adalah bahasa kiasan kontras yang mengkiaskan pertentangan yang terjadi dimasyarakat sedangkan gaya bahasa yang digunakan adalah dengan menggunakan sarana retorika yang menjelaskan senyata- nyatanya penderitaan yang dialami masyarakat bawah dan memberikan penekanan perlawanan terhadap struktur yang berkuasa. Deskrispsi sosial budaya masyarakat dan pandangan penyair (world view) terhadap kondisi sosial budaya yang mengkondisikan AIJP yakni sebagai berikut (1) deskripsi kondisi sosial masyarakat bawah yang menderita akibat kebijakan pemerintah orde baru di bawah pimpinan Soeharto pada kurun waktu tahun 1980 sampai 1997 yang terdapat dalam AIJP.(2) deskripsi kondisi masyarakat yang berbudaya Jawa yang banyak mewarnai AIJP.Akan tetapi bukan masyrakat yang berbudaya Jawa dari kelas atas tetapi masyarakat yang berbudaya Jawa dari kelas bawah. Hal ini tercermin dalam penggunaan kosakata Jawa yang berkonotasi kasar terang-terangan dan kurang sopan yang sering digunakan dalam puisi yang berjudul Nyanyian Abang Becak Lingkungan Kita si Mulut Besar dan Darman. Pandangan penyair terhadap kondisi sosial budaya masyarakat adalah sebagai berikut (1) masyarakat bawah yang menderita akibat kesewenang-wenangan pemerintah melalui kebijakannya harus berani untuk menyatakan keberadaan dirinya hal ini tercermin dari pokok persoalan yang diangkat (2) masyarakat bawah mempunyai kekuatan dan keberanian untuk melawan kesewenang-wenangan pemerintah dengan banyaknya ditemukan penggunaan tanda seru sebagai sebuah seruan dan ajakan serta penegasan keyakinan yang ditempuhnya yakni jalan melawan pemerintah.Ciri-ciri realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP karya Wiji Tjukul yakni memadukan antara isi dan bentuk dalam artian isi mengangkat pokok persoalan(subject matter) dalam masyarakat bawah dengan menggunakan piranti estetika kesusastraan seperti bahasa kiasan gaya bahasa dan pilihan kata yang sesuai serta terkondisikan dalam sosial budaya masyrakat bawah yang menderita pada kurun waktu 1980 sampai 1997 di masa pemerintahan orde baru. Berdasarkan hasil penelitiaan ini dapat disarankan agar penelitian selanjutnya lebih memfokuskan pada satu unsur struktur yang dominan. Dengan demikian ciri-ciri realisme sosialis dalam kumpulan puisi AIJP akan lebih fokus.