Skripsi
Pengaruh penerapan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran problem-based learning terhadap keaktifan, sikap, dan prestasi belajar kimia siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada materi pokok laju reaksi dan orde reaksi tahun ajaran 2006
Abstrak
Laju reaksi merupakan salah satu materi yang diajarkan di SMA/MA pada kelas XI IPA semester I. Laju reaksi merupakan materi yang ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari selain itu materi ini juga membutuhkan banyak perhitungan sehingga siswa perlu memahami konsep dan perhitungan yang ada dalam materi laju reaksi secara mendalam. Meskipun di beberapa SMA sudah mulai menerapkan pembelajaran konstruktivistik namun pembelajaran Problem Basad Learning masih jarang diterapkan. Hal ini menyebabkan kepedulian siswa terhadap masalah dalam kehidupan sehari-hari yang relevan tidak akan muncul. Berdasarkan penelitian sebelumnya pembelajaran dengan Problem Based Learning problem posing maupun STAD menunjukkan hasil yang positif. Bagaimana jika ketiga pembelajaran tersebut digabungkan Karena pada tahap III pembelajaran PBL kegiatan siswa dalam penyelidikan individu/kelompok masih terbatas misalnya kegiatan studi pustaka praktikum sesuai dengan petunjuk yang ada dalam buku. Sedangkan pada tahap IV pembelajaran PBL diskusi yang dilakukan adalah diskusi biasa. Semua kegiatan tersebut sudah sering dilakukan siswa khususnya siswa di SMA Negeri 8 Malang. Hal ini dapat membuat siswa merasa bosan. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu pembelajaran yang bervariasi untuk dimasukkan pada tahap III dan tahap IV sehingga dapat mendorong siswa untuk aktif dan lebih bersemangat dalam memahami materi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keaktifan siswa selama pembelajaran dengan menerapkan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran PBL berlangsung (2) mengetahui sikap siswa selama pembelajaran dengan menerapkan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran PBL berlangsung (3) mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar pada siswa yang diajar dengan PBL dengan siswa yang diajar dengan PBL dengan menerapkan komponen-komponen problem posing dan STAD pada materi laju reaksi dan orde reaksi. Penelitian ini adalah penelitian dengan rancangan deskriptif dan eksperimental semu. Rancangan deskriptif bertujuan untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang keaktifan dan sikap siswa pada pembelajaran dengan menerapkan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran PBL. Rancangan eksperimental semu bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di SMAN 8 Malang yang terdiri dari 4 kelas yaitu 1 kelas unggulan dan 3 kelas yang bukan unggulan. Siswa kelas XI IPA unggulan dikeluarkan dari sampling. Pemilihan sampel dilakukan secara acak dengan melakukan undian untuk menentukan dua kelas yang akan digunakan. Undian berikutnya untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan undian tersebut terpilih kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen yang mengalami pembelajaran dengan menerapkan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran PBL dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol yang mengalami pembelajaran dengan PBL. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis instrumen yaitu instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Instrumen perlakuan terdiri dari Silabus Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Worksheet untuk mempermudah kerja siswa. Instru-men pengukuran terdiri dari tes tertulis angket Worksheet problem posing tugas-tugas dan lembar observasi. Data keaktifan dan sikap siswa kelas eksperimen dianalisis secara deskriptif menggunakan rerata skor dan persentase. Data keaktifan siswa diperoleh dari lembar observasi dan data sikap siswa diperoleh dari angket. Data prestasi belajar siswa kelas eksperimen didapat dari pengolahan nilai tes hasil belajar dengan bobot 30% nilai tugas 15% nilai kuis 15% nilai worksheet problem posing 15% dan nilai keaktifan selama proses pembelajaran 20%. Semua instrumen yang digunakan telah divalidasi isi dan untuk instrumen tes hasil belajar dilakukan uji coba tes untuk mengetahui validasi butir soal reliabilitas tes daya beda butir soal dan tingkat kesukaran butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan menerapkan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran PBL semakin meningkat baik secara keseluruhan pembelajaran maupun dalam setiap tahapnya. Dari hasil pengolahan angket diketahui bahwa 76 5% siswa mempunyai sikap positif 8 8% mempunyai sikap sangat positif dan 14 7% siswa yang mempunyai sikap negatif terhadap penerapan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran PBL. Terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang diajar dengan penerapan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran PBL dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran PBL saja. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata yang diperoleh siswa kelas eksperimen adalah 73 4 dan rata-rata yang diperoleh siswa kelas kontrol adalah 69 8. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan komponen-komponen problem posing dan STAD dalam pembelajaran PBL memberikan pengaruh yang baik terhadap perubahan keaktifan maupun sikap siswa dalam proses pembelajaran dan juga pada prestasi belajarnya. Dari pengolahan angket dapat dibuktikan bahwa siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran yang diterapkan.