Skripsi
Implementasi modul materi pokok asam, basa dan garam berdasarkan model pembelajaran learning cycle di kelas IX semester I SMP Negeri I Asembagus / Lovi Sandra
Abstrak
Telah dikembangkan bahan ajar sains kimia SMP sesuai dengan kurikulum 2004. Bahan ajar tersebut telah divalidasi isi dengan tingkat valid artinya secara isi modul tersebut telah sesuai dengan tuntutan kurikulum. Namun bahan ajar asam basa dan garam belum diimplementasikan di kelas. Oleh karena itu perlu diimplementasikan bahan ajar pembelajaran sains kimia yang sesuai dengan pendekatan konstruktivistik dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle yang diajarkan di kelas IX di SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterterapan modul mendeskripsikan hasil belajar siswa yang menggunakan modul dibandingkan dengan pembelajaran konvensional serta mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penggunaan modul dalam proses pembelajaran sains kimia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri I Asembagus semester I tahun ajaran 2006/2007 dengan sampel yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas IX-A (42 siswa) dan kelas IX-C (42 siswa) dan diambil dengan cara purposive. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi tes dan angket. Analisis data terdiri dari analisis data keaktifan siswa uji prasyarat analisis uji hipotesis dan analisis data persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahan pembelajaran dengan modul dapat meningkatkan keaktifan siswa. Berdasarkan persentase lembar observasi siswa untuk kelas eksperimen terdiri dari lembar observasi keaktifan siswa pada saat diskusi 61 9% siswa sangat aktif dan 38 1% siswa aktif. Untuk lembar observasi keaktifan siswa pada saat praktikum 78 57% siswa sangat aktif dan 21 43% siswa aktif. Sehingga dari data tersebut kelas eksperimen sangat aktif dalam hal mengikuti proses belajar mengajar menggunakan modul. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh thitung (2 074) ttabel (1 664) sehingga dari data tersebut hasil belajar penggunaan modul yang berdasarkan model pembelajaran learning cycle pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yang tidak menggunakan modul. Ketuntasan belajar siswa kelas eksperimen mempunyai persentase 73 81% tuntas dan 26 19% tidak tuntas. Sedangkan pada kelas kontrol persentase ketuntasan belajarnya sebesar 64 29% siswa tuntas dan 35 71% siswa tidak tuntas. Analisis persepsi siswa menggunakan angket tertutup yaitu 53 13% sangat positif dan 46 81% positif dan angket terbuka yang terdiri dari empat pernyataan yang keseluruhannya menyatakan modul layak sebagai media pembelajaran.