Skripsi
Senyawa-senyawa hasil etilasi asam risinoleat dengan etil bromida dan natrium hidroksida dalam pelarut etanol / Serafi Filia Sinar Wijaya
Abstrak
ABSTRAK Filia S. W Serafi. 2007. Senyawa-senyawa Hasil Etilasi Asam Risinoleat dengan Etil Bromida dan Natrium Hidroksida dalam Pelarut Etanol. Skripsi. Jurusan KIMIA FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Parlan Msi. (2) Dr. Siti Marfu ah M.S. Kata kunci asam risinoleat etilasi etil 12-etoksi-cis-9-oktadekenoat etil 12- hidroksi-cis-9-oktadekenoat Asam risinoleat (asam 12-hidroksi-cis-9-oktadekenoat) merupakan asam lemak tidak jenuh berantai panjang dan merupakan asam lemak penyusun utama minyak jarak. Pemanfaatan asam risinoleat lebih banyak sebagai senyawa-senyawa turunan asam risinoleat daripada digunakan secara langsung karena pada asam risinoleat terdapat beberapa gugus fungsi yang memungkinkannya bereaksi dengan senyawa lain. Salah satu kegunaan asam risinoleat adalah sebagai minyak pelumas. Pemanfaatan asam risinoleat dan turunannya sebagai pelumas sangat terkait dengan kekentalannya (viskositas). Penggunaan asam risinoleat sebagai minyak pelumas hanya terbatas pada mesin hidroulik. Hal ini disebabkan karena viskositasnya yang tinggi akibat adanya ikatan hidrogen antar molekul yang terbentuk antara gugus karboksil (-COOH) dan gugus hidroksil (-OH). Untuk mengurangi viskositas asam risinoleat dapat dilakukan dengan cara mengubah gugus (-COOH) dan gugus (-OH) menjadi gugus (-COOR) dan gugus (-OR). Usaha pengubahan gugus (-COOH) dan gugus (-OH) pada penelitian sebelumnya dilakukan dengan cara alkilasi menggunakan bahan pengalkil dimetil sulfat. Pada penelitian ini dilakukan alkilasi terhadap asam risinoleat dengan menggunakan bahan pengalkil etil bromida yang digunakan bersama NaOH dalam pelarut etanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah asam risinoleat dapat dietilasi dengan etil bromida dan natrium hidroksida dalam pelarut etanol serta untuk mengetahui senyawa-senyawa apa yang dihasilkan dari reaksi etilasi asam risinoleat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan sampel penelitian adalah asam risinoleat. Reaksi etilasi dilakukan dengan merefluks asam risinoleat dengan etil bromida natrium hidroksida dan etanol sebagai pelarut pada suhu 60-63 oC selama 54 jam. Hasil reaksi dianalisis dengan KLT dipisahkan melalui kromatografi kolom dengan fasa diam silika gel dan eluen heksana-dietil eter-asam format (70 30 2). Senyawa-senyawa hasil pemisahan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer IR dan 1H- NMR. Etilasi asam risinoleat dengan pereaksi etil bromida menghasilkan dua senyawa yaitu senyawa dengan Rf 0 70 dan senyawa dengan Rf 0 46. Berdasarkan hasil identifikasi struktur dengan metode spektroskopi IR dan 1H- NMR dapat diketahui bahwa senyawa pertama adalah etil 12-etoksi-cis-9-oktadekenoat sedangkan senyawa kedua adalah etil 12-hidroksi-cis-9-oktadekenoat. Agar senyawa hasil etilasi ini dapat dimanfaatkan lebih luas maka perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai sifat fisik dan sifat kimia dari etil 12-etoksi-cis-9-oktadekenoat dan etil 12-hidroksi-cis-9-oktadekenoat.